- Advertisement -
Beranda blog Halaman 706

Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Serahkan Bantuan Sosial ke Desa Sembiran

BULELENG – Pantaubali com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster kembali menggelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi serta Penyerahan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Bali, Senin (Soma Kliwon, Landep) 31 Oktober 2022. Namun berbeda kali ini, aksi sosial dilakukan di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang merupakan tanah kelahiran Gubernur Bali, pemimpin masyarakat Bali Era Baru.

Menurut Ny. Putri Koster Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi kali ini pun berbeda dengan aksi sebelumnya karena tidak hanya dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK namun juga bersinergi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaannya antara lain Dinas PMD Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali.

Terdapat berbagai macam bantuan yang diserahkan dari berbagai pihak dalam aksi sosial yang digagas oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali antara lain diserahkannya 40 dus PMT untuk 40 orang balita oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, penyerahan bantuan berupa bibit tanaman sebanyak 500 pohon oleh DLH Provinsi Bali kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, penyerahan 40 paket berisi susu untuk 40 ibu hamil KEK oleh IBI Bali, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis serta penyerahan bantuan kaca mata baca sejumlah 800 pcs kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Putri selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali juga turut menyerahkan 4 ton beras kepada 200 penerima bantuan yang terdiri dari 100 orang masyarakat asal Desa Sembiran, 50 orang masyarakat kurang mampu asal Desa Julah dan 50 orang masyarakat Desa Les.

Masing-masing orang mendapatkan bantuan 20 kg beras disamping juga mendapatkan bantuan 1 krat telur serta 8 kotak susu untuk balita serta 2 kotak susu untuk lansia.

Terkait penanganan inflasi di Provinsi Bali, Istri orang nomor satu di Bali itu juga menyerahkan bantuan berupa 3.475 ton beras, 278 krat telur dan 556 liter minyak goreng kepada 139 orang kader PKK di Kabupaten Buleleng yang mana setiap penerima bantuan masing-masing mendapatkan 25 kg beras, 2 krat telur dan 4 liter minyak goreng. Sehingga dalam aksi sosial kali ini cukup banyak bantuan yang diserahkan untuk masyarakat Kabupaten Buleleng.

Bunda Putri dalam kesempatan tersebut tampak sibuk menyapa dan berbincang dengan masyarakat Desa Sembiran tempat kelahiran Gubernur Koster mengingat banyak masyarakat yang memang akrab dengan sosok Bunda Putri maupun sosok Gubernur Koster sendiri.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Desa Sembiran maupun masyarakat Kabupaten Buleleng karena telah mempercayakan tampuk kepemimpinan Bali kepada Wayan Koster.

“Saya menghaturkan Terima Kasih sebagai istri Gubernur Bali karena Bapak/Ibu telah memberikan kepercayaan kepada beliau untuk memimpin Bali.Bapak/ Ibu mesti tahu apa telah dilakukan oleh Gubernur Bali sehingga menjadi Bangga dan Percaya, dari sekian puluh tahun baru kali ini ada pemimpin Bali dari Kecamatan Tejakula,” imbuhnya.

Sembari Dirinya menambahkan, Menurut Bunda Putri segala prestasi dan terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Koster dapat terselesaikan dengan baik karena Gubernur Koster bekerja dengan fokus, tulus dan lurus.

Gubernur Bali Dukung Penanganan Isu Pemanasan Global

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Direktur Utama PT.Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Waduk Muara Nusa Dua, Kabupaten Badung 100 kWp, PLTS Atap 10 kWp dan PLT Hybrid 3,5 MW di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tepat pada peringatan Hari Transisi Energi atau Energy Transition Day pada, Selasa (Anggara Umanis, Landep) 1 Nopember 2022 di ITDC, Nusa Dua, Badung sebagai langkah nyata mendukung Net Zero Emission di Tahun 2060.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan pembangunan Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru sedang dikembangkan untuk menjaga keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia yang meliputi, Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danau Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

Peresmian PLTS Terapung Waduk Muara Nusa Dua, Kabupaten Badung, PLTS Atap serta PLT Hybrid di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung sangat sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali guna mewujudkan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih melalui pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Bali Tahun 2020 – 2050; Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih; dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan PLTS Atap di Provinsi Bali.

Bali sebagai pulau yang wilayahnya kecil, namun menjadi destinasi wisata utama dunia harus memastikan ketersediaan energi yang cukup memadai dan berkelanjutan di masa mendatang.

“Itulah sebabnya, Saya meminta kepada Direktur Utama PT. PLN agar pembangkit tenaga listrik dibangun di Bali sepenuhnya, supaya Bali bisa memenuhi energi dari pembangkit yang ada di Pulau Dewata” katanya.

Pembangkit tenaga listrik yang dibangun tersebut harus berbahan energi baru terbarukan, minimum gas sebagai transisi energi. Bali akan segera meninggalkan energi berbasis fosil, sehingga suplai listrik dari Paiton yang berkapasitas 340 MW kedepannya akan difungsikan menjadi reserve sharing, apabila pembangkit energi listrik di Bali sudah mampu memenuhi kebutuhan listriknya.

“Bali membutuhkan kemandirian energi bertujuan untuk memberikan kepastian, sekaligus meyakinkan kepada wisatawan mancanegara bahwa Bali betul – betul mampu mengelola pariwisatanya dengan baik melalui ketersediaan energi yang memadai, ekosistem alam yang bersih, budaya yang kuat, serta ditambah dengan kualitas infrastruktur dan transportasi yang baik.

“Kalau hal tersebut sudah terpenuhi, Saya kira Bali akan naik kelas di mata dunia, termasuk citra pariwisata Bali ikut naik kelas,” jelas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut tepuk tangan.

Dalam peringatan Hari Transisi Energi pada tanggal 1 Nopember harus dijadikan momentum oleh kita semua dengan memiliki jiwa yang sadar bahwa energi fosil seperti tambang batu bara akan habis, karena tidak bisa dibudidayakan. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus sudah berfikir untuk mengalihkan energi fosil ke sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan menjalankan kebijakan secara serius dan konsisten oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta para pemangku kepentingan.

Energi bersih di Bali mendapatkan dukungan dari para peneliti Institut Teknologi Bandung pada tahun 2020 yang lalu dan langsung berinisiatif melakukan research tentang potensi energi baru terbarukan di Provinsi Bali dengan hasil penelitiannya sudah keluar menjadi naskah akademik serta Peta Potensi Energi Baru Terbarukan yang bersumber dari tenaga matahari, angin, air, dan gelombang.

Momentum Presidensi G20 yang membahas 3 isu utama, yaitu arsitektur kesehatan global, percepatan teknologi digital, dan transisi energi bersih.

Dirinya berharap dijadikan momentum untuk mendorong langkah kita untuk melakukan percepatan dalam penerapan energi bersih.

“Ini kebijakan yang sangat mulia agar negara kita menjadi semakin kuat, sebagaimana apa yang disampaikan oleh Bung Karno, Indonesia harus Berdaulat secara Politik, Berdikari dalam bidang Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya mengucapkan terimakasih kepada Direktur Utama PT. PLN, Darmawan Prasodjo yang telah membangun infrastruktur energi bersih di Provinsi Bali.

Direktur Utama PT. PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan saat ini pemanasan global dan permasalahan iklim lainnya telahmenjadi salah satu isu utama yang akan dibahas pada acara Presidensi G20, sehingga dibutuhkan upaya antisipasi dan penanganan oleh seluruh negara – negara di dunia.

Indonesia sebagai lokasi penyelenggara Presidensi G20 diharapkan dapat memimpin keberhasilan itu, yang diawali dari Bali. Berbagai upaya untuk menangani pemanasan global dan permasalahan iklim sudah dimulai dari Bali.

Melalui kepemimpinan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster, Bali telah melaksanakan program yang mendukung penanganan isu pemanasan global dan permasalahan iklim, yakni Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih.

“Kami PLN tidak mungkin menangani sendirian masalah ini, apabila negara – negara dunia tidak mengambil langkah – langkah yang tepat, diperkirakan pada tahun 2060 terjadi emisi karbon mencapai satu miliar ton emisi CO2, sehingga upaya yang harus dilakukan salah satunya melalui transisi energi baru terbarukan,” pungkas Direktur Utama PT. PLN.

Kasus Korupsi LPD Sedang Berproses, Bendesa Adat Serangan Tetap Menghormati Proses Hukumnya

DENPASAR – Pantaubali com – Pasca dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan 2015 yang telah masuk ke proses hukum.Aktifitas LPD sampai saat ini telah dibuka beberapa bulan lalu.Pembukaan LPD dilakukan agar perputaran uang masyarakat Desa Adat dapat tetap dilakukan, hal tersebut disampikan, Jro Bendesa, Desa Adat Serangan, I Made Sedana, Kemarin,(Senin,(31/10) di Desa Serangan, Denpasar.

“Dengan LPD sudah di buka beberapa bulan lalu. Setidaknya perputaran keuangan di desa adat khususnya kredit bisa diangsur oleh masyarakat itu sendiri”, jelasnya

Dirinya mengatakan, terkait dengan telah diproses secara hukum.Tentu tinggal menunggu proses dari hukum tersebut nantinya.

“Terkait LPD sedang dalam berproses hukum, marilah kita bersama- sama menghormati hukum yang ada agar tidak terjadi permasalahan kembali”, ujarnya.

Dari Prajuru Desa, menyarankan bahwa sebelum di bawa ke ranah hukum, masalah LPD agar bisa di selesaikan di desa adat karena, kita takut permasalahan ini di bawa ke hukum pidana.Dana LPD mungkin saja tidak bisa akan kembali dan tentu menjadi beban desa adat itu sendri,namun saran dan pertimbangan tersebut tidak di indahkan oleh beberapa oknum klian banjar dan melaporkan hal ini ke Kejati Bali dan berproses.

“Klo sudah berproses kita siap-siap menerima konsekuensi dan berharap kepada oknum klian yang melaporkan agar dapat mempertanggungjawabkan baik secara moral dan material terhadap kerugian Desa ini”, katanya.

“LPD ini sedang berproses janganlah kita mencari panggung, mencari nama, atau menjadi pahlawan kesiangan. Jika memang benar-benar masyarakat ingin membangun desa marilah kita bergabung dengan kami. Kami akan siap menerima siapapun masyarakat kami yang ingin membangun desa.Tentu dengan tujuan untuk anak cucu kita kami nantinya”, pungkasnya.

Calonarang Libatkan 108 Orang Watangan di Gedung Maria Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Acara Calonarang yang berisikan 108 watangan (orang yang mati suri) digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Minggu, (30/10) malam.

Calonarang bertujuan memecahkan Rekor MURI dengan menghadirkan 108 watangan, juga merupakan bagian dari acara peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

Pendiri Yayasan Mandala Suci, Nengah Atmaja, menyampaikan pementasan Calonarang kali ini mengambil berjudul Katundung Ratna Manggali. Soal persiapan sudah mapir rampung. Termasuk para sisia (murid) yang diberikan anugerah untuk menjadi watangan juga sudah siap.

Ia mengatakan, digelarnya pementasan Calonarang ini selain untuk meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menampilkan 108 watangan, juga ingin melestarikan Calonarang.

“Belum ada yang bisa dan yang berani menampilkan 108 watangan,” ujarnya.

Watangan yang akan dipersembahkan ini adalah sama dengan seda raga. Seda raga ini adalah melepaskan roh agar nyambung dengan yang disembah.

“Jadi badan ini syaratnya harus kaku, pucat, dan dingin layaknya bangke (mayat) yang diformalin,” ujarnya.

Untuk jumlah watangan 108 ini, menurutnya bermakna angka satu itu merujuk Tuhan yang Maha tunggal. Angka nol, juga merujuk Tuhan sunia atau kosong. Dan angka delapan artinya kehidupan tidak ada batasnya untuk mencari kebaikan.

“Jika dijumlahkan, angka 108 ini berjumlah 9. Sembilan ini adalah angka sakti Dewata Nawa Sanga,” terangnya.

Ketua KNPI Tabanan I Made Dwi Agung Sastrawan mengatakan, acara Calonarang merupakan bagian dari gelaran JongTa yang dilaksanakan selama dua hari mulai 29 hingga 30 Oktober 2022. Kegiatan ini menampilkan musik, berisi fun bike, diskusi hingga gelaran budaya Calonarang.

“Pada 2023, acara ini akan kami lanjutkan dengan kegiatan JongTaFes pada pertengahan tahun,” pungkasnya.

Menyoal Maraknya Pemberitaan Pemberangusan Baliho Babi Guling

DENPASAR – Pantaubali com – Bali sebagai tempat Presidensi G20, sudah sepatutnya menjadi tuan rumah yang menyajikan terbaik untuk para tamu penting itu. Mengingat, sebagai destinasi wisata dunia, maka pertemuan pemimpin anggota G20 itu akan menjadi ajang promosi gratis bagi pariwisata Bali yang mengusung tagline ‘pariwisata budaya’.

Sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Bali yang tertuang ke dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, maka sudah sepatutnya menampilkan yang terbaik. Seperti beatifikasi infrastruktur, hingga pembersihan spanduk maupun baliho yang tampak mengotori jalan. Khususnya di jalur yang bakal dilintasi para delegasi.

Pembersihan baliho itu juga sebagai bentuk tindak lanjut keputusan dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Apalagi per 11 November 2022 ini, akan dipasang 2.500 penjor untuk menyambut tamu penting itu.

Satpol PP Provinsi Bali bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota pun telah melakukan penertiban dengan menurunkan banner, baliho, maupun spanduk yang kadaluarsa, usang, hingga yang dipasang menghalangi keasrian taman jalan. Penertiban pun dilakukan dengan tanpa tebang pilih, dan tak mengenal hari libur. Spanduk kecil maupun besar, mulai dari pedagang hingga spanduk politik diturunkan.

Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi menegaskan, penertiban dan pembersihan baliho, banner, spanduk sesuai dengan keputusan Rakor G20. Dijelaskan, pembersihan yang dilakukan tidak hanya menyasar baliho babi guling saja. Akan tetapi semua baliho, banner, spanduk, dan iklan produk di seluruh jalur menuju lokasi acara G20 harus dibersihkan.

“Termasuk juga pembersihan spanduk menuju objek wisata/daerah tujuan wisata,” tegasnya, Minggu (30/10).

Terkait spanduk babi guling, lanjut dia, hanya sebagian kecil saja dari seluruh pembersihan yang dilakukan. Karena, seluruh spanduk yang tak ada kaitannya dengan G20 juga diturunkan.

“Yang diperbolehkan hanya spanduk untuk G20 saja. Yang viral itu tidak memuat secara utuh, dan tidak ada konfirmasi ke kami, sehingga kurang berimbang,” jelasnya.

Dewa Dharmadi juga menuturkan, pemilik warung telah menghubunginya untuk menanyakan keberadaan baliho itu.

“Baliho itu kita letakkan di belakang, dan sudah saya beritahu pemiliknya. Si pemilik menerima dan bahkan mengucapkan terima kasih karena balihonya tidak kita sita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dewa Dharmadi juga meminta kepada pedagang agar memanfaatkan digitalisasi dalam mempromosikan produknya.

“Di zaman digital ini, promosi sebaiknya memanfaatkan media sosial. Jangkauan lebih luas dan gratis. Cukup dengan mengisi kuota data saja,” pungkasnya

Ketua DPRD Tabanan Ikuti Persembahyangan Bersama G-20 Di Pura Puser Tasik

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos mengkuti persembahyang bersama pada Rabu, (26/10) atau bertepatan dengan Rerainan Pagerwesi di Pura Puser Tasik Tabanan dalam rangka Shanti Puja Sahasra-ra Suara Genta Pinarah Pitu dan doa bersama dalam rangka kesuksesan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

Kegiatan ini dipusatkan di Penisula, Nusa Dua yang diikuti oleh 1.000 Pemangku/Pinandita se-Bali. Selain itu, kegiatan serupa juga digelar serentak di seluruh Pulau Dewata.

Selain persembahyangan bersama, peserta di Pura Puser Tasik, Tabanan dapat menyaksikan acara di Penisula, Nusa Dua melalui jaringan internet lewat aplikasi zoom meeting pada layar khusus yang telah disiapkan.

“Saya mengajak masyarakat, terutama warga Tabanan ikut menyukseskan gelaran KTT G-20. Ini akan menjadi kebangkitan Bali yang sangat terpuruk akibat Covid-19,” katanya seusai acara.

Tampak juga di Pura Puser Tasik, Tabanan Sekda Tabanan I Gede Susila, Ketua PHDI Tabanan, pimpinan OPD dan Muspida. Gelaran G-20 puncaknya akan berlangsung pada 15 hingga 16 November 2022.

“Dunia perlu melihat Bali pasca pandemi melalui KTT G-20. Bali masih sama, masih sangat menarik untuk dikunjungi,” ujar politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini.

Made Dirga berharap, masyarakat bisa mematuhi instruksi dari pemerintah agar KTT G-20 berjalan dengan aman dan lancar. Apalagi Gubernu Bali Wayan Koster telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan pelaksanaan presidensi G-20.

“Mari kita hormati sehingga acara ini sukses. Semoga Bali bisa segera pulih,” katanya.

Momen Sumpah Pemuda, Bupati Sanjaya Pimpin Pemasangan Patung Bung Karno

 

TABANAN – Pantaubali.com – Disaksikan secara langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di bawah terik matahari serta bertepatan dengan hari Peringatan Sumpah Pemuda, penempatan kembali patung Bung Karno pada tempat yang lebih layak di Taman Bung Karno telah dilaksanakan secara sukses oleh tim teknisi pematung Nyoman Nuarta yang datang secara langsung dari Bandung, pada Jumat, (28/10).

Prosesi ini juga dihadiri oleh pimpinan OPD terkait , bendesa adat Kota Tabanan serta organisasi masyarakat. Diwarnai dengan nuansa penuh sejarah dan suka cita dari masyarakat Tabanan yang tampak memenuhi sekitar lokasi, prosesi Pemasangan Patung Bung Karno dilaksanakan secara singkat dengan jangka waktu sekitar 30 menit.

“Hari ini merupakan sebuah sejarah maupun sebuah momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tabanan, maupun masyarakat Bali, bahkan masyarakat Indonesia. Dimana, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2022. Hari ini tim dari bapak Nyoman Nuarta khusus datang dari Bandung meletakan patung ini,” ujar Sanjaya.

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait atas dukungannya, sehingga pemasangan Patung Bung Karno ini berjalan dengan baik sesuai harapan bersama. Begitupun juga dengan penataan taman dan kawasan pendukung lainnya yang berada di area Taman Bung Karno, diharapkan selesai sesuai target.

Bupati Sanjaya juga tidak menyangka bahwa Patung Bung Karno ini akan dipasang pada tanggal 28 Oktober 2022 oleh tim Bapak Nyoman Nuarta. Padahal, target awal dipasang pada tanggal 29 November 2022 dan Sanjaya juga sangat bersyukur pemasangan patung telah berjalan dengan baik sesuai dengan filosofi dan estetika Taman Bung Karno.

 

“Astungkara ini bisa berjalan dengan baik, begitu juga dengan semua proses lainnya, penataan tamannya, penataan kolamnya, maupun penataan lain-lainnya. Hari ini baru pemasangan, finishingnya mudah-mudahan sampai bulan desember ini bisa terlaksana dengan baik,” imbuh Sanjaya.

Sebelumnya, sesuai keterangan Kadis PUPR Dedi Darmasaputra, menurutnya pemasangan ini dilakukan lebih cepat dibandingkan rencana awal, karena ada permintaan khusus dari Bapak Bupati Tabanan. Adapun setelah dilakukannya pemasangan patung Bung Karno, pengerjaan proyek dilanjutkan dengan penataan Taman Bung Karno yang diperkirakan akan rampung sesuai rencana awal, yakni pada tanggal 16 Desember 2022.

Patung ini sendiri menghadap ke barat laut dengan jari menunjuk ke utara yang menunjuk pada arah gunung Batukau yang merupakan gunung yang disucikan bagi warga Tabanan. Penempatan patung ini sendiri berdiri pada pojok barat laut Taman Bung Karno yang merupakan area Catus Pata Kota Tabanan, serta berada di sisi jalan yang akan memungkinkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat sebagai tempat selfie/swafoto, sehingga diharapkan mampu menjadi ikon Tabanan yang baru.

Sebagai informasi, patung Bung Karno yang berbahan campuran logam tembaga dan kuningan tersebut merupakan karya I Nyoman Nuarta yang juga berasal dari Kabupaten Tabanan. Sebelumnya patung ini berada di bundaran Kediri sejak tahun 2014, yang kemudian dipindahkan setelah adanya permintaan dari masyarakat setempat. @prokopimtabanan,-

Akhirnya Korban Hanyut di Sungai Yeh Ho Dite

TABANAN – Pantaubali com – Upaya pencarian orang hilang diduga hanyut di Sungai Yeh Ho Banjar Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Rabu,(26/10) sekira pukul 18.00 wita dengan korban bernama I Ketut Suada (49) asal Banjar Dinas Langan, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan,Tabanan.

Pada, Jumat,(28/10) telah dilaksanakan kegiatan pencarian dilakukan Personil Polsek Kerambitan dengan upaya, pada Pukul 08.00 wita telah dilaksanakan apel Gabungan pencarian orang hilang yang diduga hanyut pada saat mandi di Sungai Yeh Ho. Banjar Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan dipimpin langsung Kapolsek Kerambitan, AKP Ni Luh Komang Sri Subakti.

Dalam keterangan laporan tertulisnya, Kapolsek Kerambitan, AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, Jumat,(28/10), menyampaikan, Pkl 08.00 wita di bantu warga masyarakat Banjar Langan Desa Belumbang telah melakukan pencarian mengelilingi pinggiran sungai Yeh Ho secara tradisional dengan menggunakan sarana gambelan Gong.

Selanjutnya pada Pkl 09.00 wita Team Basarnas dan Unit Samapta Polres Tabanan bersama Sat Pol Air melaksanakan penyisiran di kedalaman sekitar TKP di bawah jalan beton penghubung Dari Banjar Belumbang Kaja menuju, Banjar Mambang Celuk, Desa Mambang, Seltim.

Kemudian pada Pukul 09.30. wita Team melanjutkan penyisiran di pinggiran sepanjang aliran sungai Yeh Ho dan menggunakan Kano di bawah Beji Mapasina.

Lanjut pada Pukul 11.30. wita giat pencarian di hentikan sementara untuk istirahat makan siang. Pukul 12.45 wita dilaksanakan APP sebelum kegiatan pencarian gelombang kedua.

Kemudian Dirinya menyampaikan, Pada Pukul 13.00 wita dilaksanakan penyisiran kembali dari TKP awal oleh Tim Gabungan Dit Samapta Polda Bali, Basarnas Provinsi Bali, Sat Samapta Polres Tabanan, Sat Polair Polres Tabanan dan Polsek Kerambitan.

Akhirnya pada Pukul 15.15 wita korban I Ketut Suada ditemukan muncul ke permukaan air sebelah utara Beji Mapasina kurang lebih 100 meter dari TKP awal.Selanjutnya pada Pkl 16.00 wita korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Tabanan untuk pemeriksaan lebih lanjut”, papar Sri Subakti.

Adapun kegiatan pencarian melibatkan, Kasi Ops Basarnas Provinsi Bali, Made Eka Setiawan beseta 5 org dan 3 orang potensi SAR, Kasat Pol Air Polres Tabanan, AKP I Wayan Putra Yadnya SH beserta 6 orang anggota, SAR Dit Samapta Polda Bali sebanyak 8 orang dipimpin AKP Moh Eddyk Haryanto, Kasi BPBD Tabanan I Putu Trisna Widyatmika dengan 4 orang Anggota, Kasat Samapta Polres Tabanan AKP Gst Kade Alit Murdiasa beserta 4 orang anggota, Personil Polsek Kerambitan 7 orang, Kasi Trantib Kec. Kerambitan I Wayan Ariasa bersama 2 orang Staf, Perbekel Desa Belumbang Drh. I Ketut Diana Puta dibantu warga masyarakat Banjar Langan Desa Belumbang.

Warga Belumbang Terseret Arus Sungai Yeh Ho Masih Dalam Pencarian

TABANAN – Pantaubali com -Seorang warga Banjar Dinas Langan, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan dikabarkan hilang terseret arus Sungai Yeh Ho, Tabanan, Rabu (26/10). Ketika itu, korban atas nama I Ketut Suada (49) berenang bersama beberapa orang lainnya, namun hingga kini belum juga kembali. Di lokasi ditemukan motor dan pakaiannya, sehingga diduga kuat Suada terseret arus.

“Basarnas Bali terima laporannya pada pagi tadi, Jumat, 28 Oktober 2022 pukul 06.00 Wita dari BPBD Tabanan,” terang Gede Darmada, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Segera setelah mendapatkan laporan, diberangkatkan 5 personil Basarnas Bali menuju lokasi. Warga setempat sudah berupaya mencari di seputaran lokasi namun tidak membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di lokasi korban terseret hingga sejauh 1,5 kilo meter ke arah selatan. Unsur SAR yang terlibat operasi SAR diantaranya Basarnas Bali, BPBD Tabanan, Polair Polres Tabanan, Polsek Kerambitan, SAR DOG Bali, Bhuana Bali Rescue, Sat Samapta Polres Tabanan, Samapta Polda Bali, PMI Tabanan, Tagana, Bhuana Bali Rescue, RAPI Tabanan dan masyarakat setempat. Hingga pukul 13.00 Wita korban belum berhasil ditemukan.

Ketua DPRD Tabanan Ajak Masyarakat Refreshing Dengan Ikut Lomba Mancing

 

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos ikut merasakan keseruan lomba mancing yang digelar oleh Komunitas Mancing Graha Candra Asri (Semata GCA) di Desa Meliling, Kerambitan pada Minggu (23/10/2022). Selain itu, Made Dirga juga membuka lomba mancing ini serta memberikan bantuan dua kuintal ikan lele.

“Masyarakat perlu refresing lah. Lomba mancing kan biaya murah dan terjangkau oleh semua lapisan,” ujarnya seusai acara.

Saat itu tampak perwakilan dari anggota DPR RI I Made Urip serta perwakilan anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Purnaya serta Perbekel Meliling. Saat merasakan keseruan lomba mancing, beberapa kali umpan Made Dirga disambar oleh ikan, dengan cekatan politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini menarik kail hingga mendapatkan ikan.

“Meski terlihat sederhana, lomba mancing itu seru dan menghibur,” katanya.

Dirga berpesan pada masyarakat, meski kondisi belum normal karena pandemi Covid-19 apalagi ada isu resesi ekonomi pada 2023 ia berharap masyarakat bisa tetap menjaga kesehatan fisik dan mental. Apalagi adanya gelaran acara internasional G-20 semoga bisa membawa dampak pada ekonomi Bali.

“Dengan makan ikan kan jadi sehat, ikut lomba mancing jadi terhibur. Agar masyarakat kita sehat fisik dan mentalnya,” ujarnya.

Ketua panitia acara Andy Mahendra mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meperingati hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober. Selain itu, juga untuk menjaga kerukunan dan kekompakan anggota komunitas.

“Kami juga berpesan agar peserta dan masyarakat mulai menjaga dan mencintai sungai,” pungkasnya.