- Advertisement -
Beranda blog Halaman 705

MUI Bali : Umat Muslim Siap Menjaga Kelancaran G20 Di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Nusa Dua, puncaknya 15 sampai 16 November 2022 sangat penting, tidak saja bagi Indonesia, tetapi juga kehidupan yang lebih baik di dunia dalam menghadapi berbagai persoalan. Karena hal tersebutlah, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Bali, menyiapkan umat muslim di Bali untuk turut serta menjaga keamanan, ketentraman dan kenyamanan selama pelaksanaan G20.

Demikian disampaikan Ketua MUI Bali Drs. H. Mahrusun Hadyono, M. PD.I. di Denpasar. “Dari Majelis Ulama Indonesia juga memberi dorongan pada umat dengan membuat surat ke MUI kabupaten/kota se-Bali untuk menyiapkan segala sesuatunya, agar G20 bisa lancar. Selain itu MUI Bali sudah membuat anjuran untuk masyarakat muslim berdoa pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan yang Maha Esa, dan mengharapkan G20 berjalan dengan lancar, aman dan sukses”

Diakui Haji Mahrusun, informasi tentang rencana adanya KTT G20 sudah beberapa lama didapatnya, dan sudah beberapa kali mengikuti sosialisasinya.

“Kita sebagai umat muslim, minimal dari MUI Provinsi Bali sangat mendukung kegiatan ini. MUI Bali ikut serta menyiapkan masyarakat. Di dalam beberapa pertemuan yang dihadiri MUI Bali, baik dengan ormas Islam maupun antara tokoh-tokoh agama, selalu disampaikan betapa pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan, apalagi menjelang pelaksanaan G20 dalam bulan November ini.”

Kemudian bersama-sama pemuka agama lainnya, seperti Hindu, Budha, Konghucu, Kristen dan Katolik turut menghadiri doa bersama yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Bali di Nusa Dua.

Terkait ditanya hubungan toleransi antar umat beragama, Pria asal Nganjuk, Jawa Timur mengatakan di Bali berlangsung dengan baik tanpa masalah yang mengganjal. Laporan dari MUI kabupaten dan kota di Bali, menyebutkan kerukunan antar umat beragama sangat baik.

Dan kondisi di Bali sudah berlangsung sejak lama.

“Ini selalu kita bina, karena, di dalam membina kerukunan umat beragama harus dilakukan secara aktif, kerukunan yang aktif. Artinya setelah rukun kita tidak diam, tapi setelah rukun kita terus mengadakan pembinaan. Walau sudah baik, sudah rukun, bukannya kita diam, tapi terus melakukan pembinaan pada generasi muda, termasuk pada wanita. Karena kerukunan itu, generasi muda perlu disiapkan, agar mereka bisa meneruskan, apa yang sudah selama ini dilakukan oleh orang-orang tua sebelumnya,” ujar Haji yang berprofesi sebagai dosen di perguruan tinggi. (Rilis)

Ini Kata Suami Korban Meninggal Setelah Menjalani Bedah Minor di Pupuan,

TABANAN – Pantaubali.com – Terkait adanya dugaan kelalain oknum tenaga medis melakukan operasi bedah minor mengakibatkan seorang warga menderita Lipoma (tumor jinak) meninggal dunia di Kecamatan Pupuan, Tabanan belum lama ini.

Kasus tersebut juga telah di rapatkan langsung oleh anggota DPRD Tabanan dengan mengundang, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tabanan.

Terkait masalah tersebut, Suami korban, I Komang Sudiarto, Banjar Padangan Kawan, Desa Padangan, Kemarin,(Rabu,(2/11) angkat bicara serta menjelaskan dengan singkat kronologis kejadiannya.

Mulai dari saat diberikan jadwal untuk datang ketempat praktek dokter tersebut pada Sabtu,Selanjutnya langsung menuju ke tempat praktek dokter tersebut.

Sekitar jam 3 berangkat dari rumah selanjutnya jam setengah 5 dipanggil langsung diajak ke dalam tempat praktek.

“Selang beberapa menit saya dipanggil oleh dokter disuruh masuk. Kemudian istri saya dikatakan sesak saat disana kondisi makin drop”, katanya.

Dirinya mengatakan, setelah itu diberikan dua obat berupa pil kecil-kecil untuk diminum.Kondisi saat itu semakin drop sampai mengeluarkan kencing.

“Ibu tidak pernah mengalami alergi apalagi sering berobat tidak pernah alegi. Setelah meninggalnya di Puskesmas katanya alergi obat bius.Setiap berobat saya menemani tidak pernah ada alergi”, sebutnya.

Menurut Dirinya saat operasi dilakukan tidak pernah disuruh tanda tangan dan masalah cap jempol saya tidak pernah mengetahui.

“Saya tidak berani mengatakan apa,biarkan yang berwenang yang mengurus itu”, cetusnya

Terkait masalah uang sempat memang telah meminta kepada dokter sebesar Rp 200 juta sebagai tanggung jawab namun dokter tidak bisa memberikan tetapi dokter itu menyanggupi Rp 1 juta rupiah per bulan seumur hidup.

“Namun saat pertemuan keluarga Dia ingkar janji” sebutnya.

Sebelum oprasi tidak ada pemberitahuan dari dampak oprasi serta pengisian formulir juga tidak ada.Terkait cap jempol juga tidak mengetahui karena, disuruh menunggu di luar.

“Saya juga tidak pernah melihat surat itu”, katanya.

Sembari Dirinya menambahkan, biarkan yang berwenang mengurus.Dari pihak keluarga hal ini sudah selesai.

“Tidak ada berencana melapor Polisi karena, hanya ingin almarhum istri saya tenang dan tidak ribet lagi”, pungkasnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster Ajak Manajer Hotel Hidangkan Produk Lokal Bali Ke Delegasi Presiden G20

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster secara khusus mengumpulkan sekaligus memberikan arahan kepada 24 manajer hotel terkait akomodasi yang akan digunakan oleh Delegasi Presidensi G20, Selasa, (Anggara Umanis, Landep) 1 Nopember 2022 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Gubernur Bali, dalam arahannya Pertama, meminta 24 manajer hotel agar menggunakan produk lokal Bali untuk hidangan para.Delegasi Presidensi G20, seperti beras Bali, telur ayam Bali, sayur sayuran Bali, buah buahan Bali, garam Bali, dan produk lokal Bali lainnya.

Kedua, agar memakai daging sapi Bali yang sudah diolah, sehingga kualitas dagingnya empuk dengan cita rasa bagus atau tidak kalah dengan daging sapi impor, karena sudah teruji melalui penelitian. Ketiga, pihak hotel agar melaksanakan acara cocktail arak Bali atau minuman olahan arak Bali, seperti kopi arak dan diikuti oleh para Delegasi Presidensi G20. Keempat, selama berlangsungnya acara Presidensi G20, para manajer dan pegawai hotel agar selalu memakai busana adat Bali.

Arahan yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster sebagai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang.Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali guna membantu para petani, nelayan, dan perajin di Bali.

Selain itu, agar para petani, nelayan, dan perajin ikut merasakan pulihnya pariwisata pasca Pandemi Covid-19 serta merasakan adanya pertemuan Presidensi G20 yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya.

Bupati Tabanan Harapkan Pameran Bonsai Sebagai Ajang Mempopulerkan Kota Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Pameran Bonsai berskala Nasional serangkaian memperingati HUT Kota Tabanan ke-529 yang puncaknya pada 29 Nopember 2022, kembali digelar. Dengan tajuk Pelangi Bonsai Tabanan VI, pameran dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di area Taman Bung Karno Tabanan, Rabu, (2/11) malam.

Pameran bonsai ini mampu yang menyerap ratusan peserta, yakni sekitar 583 peserta ini terdiri dari 4 kelas (kelas prospek, pratama, madya dan kelas utama). Selain sebagai penyaluran hobi para penggemar bonsai, diharapkan juga kegiatan ini mampu membangkitkan perekonomian dan memperkenalkan Kota Tabanan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Dan sekaligus di momentum pameran dan kontes bonsai ini, kita perkenalkan Kota Tabanan. Tolong nanti Ketua Panitia dan jajaran dalam setiap ajang disini bisa disampaikan juga pesan saya selaku Pimpinan Daerah kepada para penggemar bonsai maupun juri yang datang dari luar daerah, sampaikan bahwa Tabanan memiliki sejarah yang panjang dan Tabanan ini sudah berumur 529 tahun saat ini,” kata Sanjaya dalm sambutannya saat itu.

Dengan didampingi oleh salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, penasehat PPBI Bali serta Ketua dan Pengurus PPBI cabang Tabanan, Bupati Sanjaya menyampaikan, bahwa Pemkab Tabanan menyepakati melalui Perda Nomor 7 tahun 2010, bahwa Ibu Kota Tabanan bernama Singasana sebagai penghormatan kepada Prabu Singasana yang memindahkan Ibu Kota Tabanan dari Desa Buahan ke Tabanan di areal Taman Bung Karno saat ini.

“Ini perlu disampaikan kepada seluruh masyarakat, baik di Tabanan, Bali maupun luar Bali, agar memahami sejarah panjang Kota Tabanan. Ini perlu disampaikan kepada khalayak umum, sehingga dapat dipahami sejarah Kota Tabanan yang kita peringati setiap tanggal 29 november karena perpindahan dulu dari Buahan kesini persis pada 29 Nopember, sekitar 529 tahun yang lalu,” Sanjaya menambahkan.

Selaku Kepala Daerah, Sanjaya juga sangat mengapresiasi serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak penyelenggara Pelangi Bonsai Tabanan VI yang bekerjasama dengan penggemar bonsai Bali maupun daerah luar Bali, yang menjadikan Tabanan sebagai ajang pameran bonsai berskala nasional. Dimana saat itu, Sanjaya juga menyampaikan sejarah singkat Tabanan dan tentang penamaan Kota Tabanan menjadi Taman Bung Karno.

Beberapa tahun yang lalu, nama Taman Bung Karno sudah digaungkan, karena mempunyai keyakinan bahwa suatu saat pasti ada Patung Bung Karno di taman ini. Terbukti saat ini, ada patung Bung Karno yang berdiri megah melengkapi tatanan Taman Bung Karno. Hal ini tidak terlepas dari proses dan cerita yang panjang dan penuh kerja keras dari semua pihak, termasuk membangun kembali Patung Wisnu Murti yang ada di persimpangan Kediri yang merupakan ikon Tabanan.

Untuk diketahui bersama, bahwa di area Taman Bung Karno terdapat banyak bangunan yang memiliki nilai historis tinggi. Mulai dari Gedung Kesenian I Ketut Maria, Gedung Garuda Wisnu Serasi yang memiliki tiga pintu yan mengandung makna masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, hingga berdiri megah Patung Gajah Mada, Patung Kebo Iwa dan Patung Bung Karno yang merupakan ikon pemersatu bangsa.

“Jadi, bagaimana kita memaknai sebuah perjalanan, jangan pernah lupa dengan sejarah masa lalu. Sekarang, mari kita bangun Tabanan ini, Bali ini dengan sebaik-baiknya. Dan ingat, cita-cita besar kita yang akan datang, apa yang mesti kita lakukan, apa yang mesti kita perbuat untuk kesejahteraan masyarakat Tabanan yang kita cintai ini. Semua ada cerita dan filosopinya dan tidak ada yang jatuh dari langit begitu saja,” ungkap Sanjaya.

Sosok Kebo Iwa merupakan pemersatu Bali dan Gajah Mada pemersatu nusantara di era kerajaan, serta Bung Karno merupakan pemersatu Republik Indonesia. Maka dari itu, dikatakan Sanjaya pameran bonsai kali ini sangat tepat digelar di Taman ikonik Taman Bung Karno Tabanan. Kedepan, Bupati Sanjaya juga sudah menyiapkan rencana, bahwa di Taman Bung Karno akan ada UPT Badan Pengelola yang menjaga Taman agar selalu terawat selama 24 jam.

“Tabanan memang Kota kecil, namun kedepan kita ingin Tabanan menjadi Kota yang indah, kota yang prestisius, kota yang memiliki nilai historis yang baik dan luar biasa. Begitupun juga bonsai, memiliki nilai historis yang luar biasa yang asal mulanya dari jepang dan bisa dihargai dengan fantastis. Saya kagum karena bonsai tidak akan pernah mati peminat. Seperti barang antik, semakin tua, semakin lama, semakin berbobot dan semakin mahal harganya,” tutup Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, I Wayan Suprananda selaku Panitia juga mengatakan, bahwa selain penyaluran hobi, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkenalkan Kota Tabanan kepada khalayak umum sesuai arahan Bupati. Pihaknya juga berharap, pameran bonsai nasional ini menjadi agenda rutin HUT Kota Tabanan yang terus bisa dilaksanakan, sehingga momen ini tidak hanya ditunggu oleh para penggemar, tetapi pameran ini menjadi hiburan baru bagi masyarakat Tabanan.

Bendesa Adat Serangan Tepis Isu Tanah Untuk Pemukiman Dari BTID Telah Dikontrakan

DENPASAR – Pantaubali com – Sempat bergulir isu terkait bantuan dari BTID soal pemukiman bagi masyarakat di daerah Desa Adat Serangan, Denpasar.Serta ada juga isu bahwasanya tanah tersebut telah dikontrakan untuk Villa dan lain-lainnya.

Menangapi isu tersebut, Jero Bedesa, Desa Adat Serangan, I Made Sedana, angkat bicara, terkait masalah tersebut telah ada keputusan rapat Saba Desa, Prejuru hanya menjalankan apa yang menjadi keputusan Saba desa.

Baik itu, dikontrakan tanah tersebut ataupun pembagian setiap banjar yang diputuskan di berikan 15 are.Jadi itu, sudah ada panitianya yang terdiri dari, Kelian Adat, Kepala Lingkungan dan anggota Saba.

“Lucunya kok malah menyalahkan kami diprejuru dan bahkan kami di bilang otoriter. Mungkin saja apa yang menjadi keputusan Desa diduga tidak disampaikan ke masyarakat oleh oknum Kelihan Banjar. Jadinya masyarakat tidak tau dan paham tentang apa yang menjadi keputusan – keputusan rapat Desa”, paparnya belum lama ini dikediamannya, Desa Serangan, Denpasar

Dirinya menyampaikan, setiap rapat Laporan Pertanggungjawaban Keuangan ( LPJ ) Desa diadakan setiap tahun dalam Parum atau Rapat Sabha Desa, LPJ tersebut selalu diterima oleh Parum walaupun ada beberapa catatan yang harus dibenahi.

Selanjutnya Sedana menyampaikan, terkait masalah Dirinya menyampaikan, parkir bersistym IT atau fortal prajuru hanya menjalan keputusan farum dan ditandatangani oleh 6 kelian adat dan 7 kepala lingkungan.

“Dimana kami otoriter janganlah membalikkan fakta”, tutupnya.

Ekonom CORE Indonesia: Presidensi G20 Menjadi Peluang Besar Prospek Ekonomi Indonesia

DENPASAR – Pantaubali.com – Indonesia secara resmi memegang mandat sebagai Presidensi G20 2022 untuk pertama kalinya. Sejak penetapan tersebut, Indonesia langsung mempercepat persiapan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-21 yang akan dihelat di Nusa Dua Bali pada 15-16 November mendatang.

Menurut Hendri Saparini, S.E, M.Phil, yang merupakan Pendiri dan Ekonomom CORE Indonesia. Kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah atau Presidensi G20 merupakan sebuah peluang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia, bahkan dapat memberikan pengaruh positif pada sektor lainnya.

“Terdapat kesempatan Indonesia untuk mengenalkan tidak hanya ekonomi dan kemajuan Indonesia, tetapi juga pandangan Indonesia terhadap ketidakpastian ekonomi dunia dalam memasuki fase recovery atau pemulihan,” Kata Hendri.

Tidak hanya mendorong negara-negara G20 memiliki pemahaman yang sama dalam pemulihan ekonomi, Hendri menambahkan semestinya perhelatan ini dapat mendorong negara-negara maju untuk memberikan keleluasaan bagi setiap negara untuk memilih kebijakan yang terbaik, baik secara global ataupun untuk kepentingan dalam negeri.

“Sebagai contoh kesepakatan untuk memasuki ekonomi dunia yang lebih hijau, bukan berarti harus menyepakati kebijakan, roadmap atau pilihan teknologi. Sebab, setiap negara G20 memiliki perbedaan struktur ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain,” ungkap Hendri.

Maka dari itu, Kata Hendri, mendorong pemahaman negara-negara dalam KTT G20 merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Dirinya pun berharap penyelenggaraan yang telah dilakukan pemerinta dalam setahun terakhir berjalan lancar dan dapat menutup mandat sebagai Presidensi G20 dengan memberikan kesan yang positif sebagai tuan rumah pertemuan Pucak KTT G20 ke-21.

“Selain itu juga mampu mempromosikan potensi ekonomi untuk industri dan perdagangan di Indonesia, sehingga negara maju mau berinvestasi di Inonesia,” harapnya.

Hendri pun berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat sisi positif dari penyelenggaraan KTT G20 tersebut. Masyarakat bisa ikut menyumbangkan pemikiran dan dukungan, serta yang terpenting memberikan masukkan kepada pemerintah.

“Sebab, pada dasarnya pekerjaan rumah yang ditinggalkan dari pertemuan nanti jauh lebih penting agar Indonesia mendapatkan manfaat yang lebih besar dan jangka panjang untuk kemajuan yang lebih inlusif,” tutup Hendri.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun turut menyampaikan hal yang sama. Ia meyakini bahwa forum G20 yang dilaksakan nantinya dapat membawa harapan sekaligus navigasi ketika terjadi krisis.

“Kami percaya G20 bisa menjadi sinyal harapan yang sangat positif, khususnya ketika terjadi krisis. Kepercayaan itu berdasarkan kenyataan sejarah ketika G20 bisa mengatasi krisis keuangan global,” ungkap Sri Mulyani.

Dirinya juga mengatakan bahwa sebagai tuan rumah Indonesia akan terus berupaya terus menularkan semangat kerja sama, kolanorasi, dan consensus bersama yang bermanfaat.

“Hal ini kami lakukan guna mencari solusi untuk mengatasi isu global dalam konteks semangat multilateral,” pungkasnya.

Gubernur Bali Terima Kunjungan Liga Muslim Dunia : Tegaskan Pertemuan R20 Spirit Kehidupan Harmoni Untuk Masyarakat Dunia

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia), Muhammad bin Abdul Karim Al Issa di Jayasabha, Denpasar pada, Minggu, 30 Oktober 2022.

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia), Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengaku sangat kagum dengan Bali, keindahan Bali juga tercermin dalam keindahan ornamen seni ukir di Jayasabha yang sangat indah.

“Saya juga sangat bahagia diterima di kediaman Jayasabha. Saya merasakan suasana yang sangat damai bertemu dengan Gubernur Bali. Saya sudah mengunjungi berbagai tempat di dunia, tapi tidak menemukan rasa kedamaian seperti di Bali”, katanya.

Muhammad juga menyampaikan, pelaksanaan Pertemuan Religion 20 (R20) yaitu pertemuan pemimpin dan tokoh agama negara – negara R20 yang akan berlangsung di Bali pada tanggal 2 – 3 November 2022. Pada kesempatan ini, Muhammad meminta Gubernur Bali, Wayan Koster dapat hadir memberikan sambutan pada acara gala dinner, 2 November 2022.

Pertemuan R20 ini sangat luar biasa, karena dihadiri oleh pemimpin dan tokoh agama Islam di dunia serta pemimpin dan tokoh agama lainnya. Ini momentum sangat luar biasa dan bahagia, karena bisa dilaksanakan di Bali.

Disebutkan, Pertemuan R20 akan menginspirasi semua umat beragama di dunia, tidak saja pertemuan yang bersifat formalistik, normatif, tetapi agar hasil pertemuan ini bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata bagi masyarakat dunia.

Pada kesempatan itu, Gubernur Wayan Koster mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif Pertemuan R20 dalam rangka Pertemuan KTT G20.

“Ini merupakan pertemuan yang sangat penting, yang memiliki dimensi spiritual keagamaan, karena pemimpin umat beragama se-dunia bisa berkumpul di Bali, hal ini sangat relevan dengan materi Presidensi G20 yang akan membahas 3 tema, yaitu: pertama, arsitektur kesehatan global; kedua, percepatan teknologi digital; dan ketiga, transisi energi bersih”, paparnya.

Kata Gubernur Koster Materi Pertemuan Presidensi G20 ini terkait dengan kebijakan secara Sakala yang akan menjadi kesepakatan negara – negara G20. Negara – negara yang tergabung dalam G20, menguasai 85% kekuatan ekonomi dunia, yang dampaknya sangat besar dan berpengaruh terhadap negara-negara di dunia. Oleh karena itu, Pertemuan R20 yang membahas kerukunan, toleransi, persatuan dan kesatuan, kedamaian dan kemanusiaan memiliki makna dan pesan kuat secara Niskala.

“Pembangunan itu, hendaknya tidak hanya dimaknai membangun kehidupan aspek duniawi saja, tetapi juga membangun kehidupan spiritual dan kerohanian masyarakat dunia. Kalau Pertemuan Presidensi G20 membahas materi yang terkait dengan kepentingan dan kebutuhan yang bersifat duniawi, maka Pertemuan R20 membahas materi yang bersifat spiritual dan kerohanian. Sehingga pembangunan kehidupan masyarakat dunia menjadi lengkap secara Niskala – Sakala”, bebernya.

Gubernur Koster mengharapkan, Pertemuan R20 ini akan menjadi momentum mengarahkan Tatanan Dunia Era Baru, pasca Pandemi COVID-19.

“Menurut kearifan lokal Bali, munculnya Gering Agung Pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua negara di dunia, selama lebih dari 2 tahun, merupakan siklus alam, akan hadirnya suatu zaman baru dengan membawa perubahan besar yang berisi spirit baru, pengalaman baru, pengetahuan baru, wawasan baru, dan peluang baru sebagai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Peradaban Dunia Era Baru. Tatanan Kehidupan Dunia Era Baru,
ditandai dengan kehidupan yang harmoni terhadap Alam; menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, persaudaraan, keadilan, dan rasa kebersamaan dalam pergaulan masyarakat Dunia.

Gubernur Bali, Wayan Koster, sangat mengharapkan Pertemuan R20 di Bali akan memancarkan spirit kehidupan harmoni terhadap alam, kedamaian, dan kemanusiaan untuk masyarakat dunia.

“Harmony, Peace, and Humanity from Bali to The World, inilah persembahan spirit mulia dan luhur dari Bali-Indonesia untuk Dunia,” ujar Gubernur Bali.

Oleh karena itu, spirit kehidupan yang harmoni terhadap alam, kedamaian, serta nilai – nilai kemanusiaan, toleransi, kerukunan, persatuan – kesatuan hendaknya dirumuskan dalam Pertemuan R20 agar menjadi suatu arah menuju Tatanan Dunia Era Baru, spirit muncul dari Bali-Indonesia untuk masyarakat dunia. Sembari Dirinya menambahkan, Sehingga, ke-depan kehidupan masyarakat dunia menjadi harmoni terhadap alam, penuh kedamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan mengedepankan toleransi, kerukunan, persatuan – kesatuan, yang menjadi ekosistem dalam berbagai bidang kehidupan.

Warga Pupuan Meniggal Setalah Operasi Bedah Minor, Dewan Tabanan Panggil Diskes dan IDI Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – DPRD Kabupaten Tabanan khususnya Komisi I dan Komisi IV mengelar rapat terkait dugaan kelalaian oknum tenaga medis melakukan operasi bedah minor yang akhirnya mengakibatkan seorang warga menderita lipoma (tumor jinak) dibagian kepala meninggal dunia di Kecamatan Pupuan, Tabanan belum lama ini.

Dalam rapat membahas hal tersebut DPRD Tabanan mengundang Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi I DPRD Tabanan, I Gede Purnawan, pasien yang berusia sekitar 40 tahun meninggal dunia setelah melakukan operasi bedah minor.

Menurut suami korban pasien sempat menceritakan, pasien datang ke praktek pribadi oknum dokter tersebut dengan keluhan adanya benjolan pada kepala.

Selanjutnya dilakukan pembedahan, kemudian pasien mengalami kejang-kejanh sehingga harus dirujuk ke Puskesmas Pupuan I dengan menggunakan mobil Ambulan.Yang akhirnya pasien tersebut tidak dapat tertolong lagi akhirnya, meninggal dunia.

“Apakah sebelumnya pasien telah diberikan semacam surat persetujuan untuk melakukan pembedahan tersebut atau belum”, cetusnya.

Selanjutnya Dirinya menanyakan kembali terkait dengan setelah pasien meninggal, sang suami sempat meminta pertanggungjawaban kepada dokter dengan nominal konpensasi sebesar Rp 200 Juta.Akan tetapi, kata sang suami korban tidak disanggupi oleh oknum dokter tersebut dan ditawarkan santunan sebesar Rp 1 Juta seumur hidup kepada keluarga pasien.Sembari Dirinya menambahkan, sejak peristiwa tersebut masyarakat khususnya di Desa Padangan merasa resah.

Selanjutnya, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana mengatakan, rapat digelar guna mengetahui secara pasti kronologi dari adanya seorang warga meninggal dunia di Kecamatan Pupuan setelah mendapat penanganan medis oleh salah seorang oknum dokter.

“Kami (Anggota Dewan Tabanan) ingin mengetahui kronologis dari masalah tersebut apakah telah sesuai SOP atau belum”, katanya.

Untuk selanjutnya, dapat juga turun langsung ke ketengah masyarakat guna memberikan penjelasan agar isunya tidak menjadi liar.

Kemudian dokter berinisial S menjelaskan kronologis dari kejadian tersebut menurut Dirinya, telah melakukan tindakan medis sesuai dengan prosedur telah berlaku. Namun memang pasien saat sebelum dilakukan operasi pasien tidakjujur.Khususnya terkait riwayat kesehatan pasien itu sendiri

Misal, drinya mencontohkan saat pasien ditanya apakah memiliki riwayat sesak, pasien menyampaikan tidak ada.Adakah memiliki alergi obat pasien menyebutkan tidak ada.

“Membuat Informed Consent selanjutnya melakukan tindakan”, sebutnya.

Saat dilakukan tindakan nafas pasien mulai berat dan sesak. Selanjutnya langsung menekan torehan yang rencana akan diangkat serta memangil suaminya di luar. Selanjutnya mengambil obat injeksi dan oksigen sembari menelpon ambulan agar datang.

Kesadaran pasien saat itu mulai menurun selanjutnya berikan RJP. Kemudian di dalam mobil ambulan juga dilakukan tindakan berupa memompa pasien.

Saat di Puskesmas pasien langsung ditangani dengan memberi infus, oksigen, memberikan RJP sertta diberi suntikan anaphilactic.Akan tetapi, kurang lebih jam 6 pasien tidak dapat tertolong lagi akhirnya meninggal dunia.

Menangapi andanya peganti rugi Rp 1 Juta per bulan untuk keluarga pasien Dirinya menceritakan kronologisnya juga bahwasanya suami pasien sempat datang ke rumahnya dan meminta pertanggungjawaban dengan meminta kompensasi Rp 200 Juta.

“Misalnya saya kasi bapak Rp 1 Juta per bulan bagaimana?’ aja tetapi pada saat itu tidak ada kesepakatan apapun.Saya minta agar fokus terlebih dahulu menangani (upakara) pasien terlebih dahulu dan bicarakan nanti saja.Sagai bentuk empati kepada pasien, saya juga memberikan uang duka sebesar Rp 5 Juta kepada keluarga pasien”, paparnya.

Masih dalam waktu dan kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Susila menyampakan, rapat langsung dilakukan dengan IDI Tabanan guna membahas mengenai regulasi dan SOP yang dilakukan.Untuk SIP (Surat Izin Praktek) dari segi kewenangan beliau berwenang serta melakukan tindakan telah sesuai SOP.

Menurut Dirinya, terkait masalah tersebut memang syok anaphilatic dapat terjadi kepada pasien.

Siswa SMPN 2 Sempat Kerauhan, Sekolah Akan Mengelar Pecaruan Manca Sata

TABANAN – Pantaubali.com – Kejadian kerauhan sempat dialami delapan siswa sejak tiga pekan lalu di SMPN 2 Tabanan.Yang akhirnya membuat proses belajar mengajar dilakukan secara daring sejak, Jumat (28/10) hingga Senin (31/10).

Setelah sempat melakukan proses belajar secara daring akhirnya pertemuan tatap muka kembali digelar, Selasa,(1/11) (Kemarin).

“Kejadian tersebut (Kerauhan) memang terkadang menjelang rahinan saja terjadi.Karena hal tersebut lah akhirnya pembelajaran tatap muka diubah menjadi pembelajaran jarak jauh.Mulai dari hari Jumat (28 Oktober) sampai Sabtu (31 Oktober) dan Senin (31 Oktober) lagi sekali”, jelas, Kepala SMPN 2 Tabanan I Gusti Ayu Nyoman Kamayani, Kemarin,(Selasa,(1/11) saat ditemui di ruang kerjanya di Tabanan.

Dalam upaya menetralisir lingkungan sekolah secara Niskala maka, menurut dirinya pada, Senin 31 Oktober 2022 upacara pecaruan alit telah digelar.Selain itu, pelaksanaan upakara pecaruan Manca Sata pas saat rahinan Tilem, rencananya akan digelar pada 23 November 2022 mendatang.

“Kami telah menggelar usaha sekala dan niskala baik pecaruan alit maupun nantinya juga akan menggelar pecaruan Manca Sata Rahine Tilem akan dipuput oleh Ida Pedanda Griya Taman Sari.Yang rencana pecaruan tidak boleh dilakukan saat matahari terbit saat itu”, ujarnya.

Dalam proses belajar pasca adanya kerahuan tersebut Dirinya menyebutkan, dalam proses belajar diusahakan membuat para siswa bahagia dan merasa nyaman misal dengan sesekali memperdengarkan lagu dan musik yang siswa sukai.

“Kami berusaha menbuat para siswa nyaman dan senang agar tidak pikiran mereka kemana-mana.Misal, dengan memperdengarkan musik, melalui pengeras suara di masing-masing kelas”, katanya.

Sembari Dirinya menambahkan, total jumlah siswa dan siswi di SMPN 2 Tabanan sebanyak 952 orang dengan jumlah Kelas, 26 ruangan.

Awali Perayaan HUT Kota ke-529, Bupati Tabanan Serap Aspirasi Masyarakat di Pasar Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Menjelang perayaan HUT Kota Tabanan ke-529 yang puncaknya akan digelar pada 29 Nopember 2022 mendatang, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Wakil Bupati, Sekda, para Asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, melakukan berbagai terobosan untuk mempercantik wajah kota serta serap langsung aspirasi masyarakat melalui aksi blusukan yang dilakukannya di Pasar Tabanan, Selasa, (1/11).

Hal tersebut sekaligus membuka rangkaian perayaan HUT Kota Tabanan yang ke-529 tahun ini. Tak hanya itu, kegiatan juga diwarnai dengan beragam aksi yang mengusung tema kebersamaan guna mempercantik kota untuk menyiapkan diri dalam perayaan puncak HUT Kota nantinya. Seperti pengecatan patung dan pembersihan jalan di sepanjang Kota Tabanan oleh ratusan ASN di Lingkungan Pemkab, Parade Penjor, serta pemasangan lampu dan bendera di sepanjang Kota.

Dalam aksinya tersebut, Bupati Sanjaya mengajak jajaran dan ratusan ASN melakukan penataan dan pembenahan guna mempercantik Kota Tabanan. Seperti terpantau di Jalan Gajah Mada Tabanan, Bupati Sanjaya bersama jajaran turun langsung melakukan pengecatan Patung Gajah dan trotoar pembatas jalan. Nampak juga para ASN dengan suka cita melakukan aksi kebersihan serta memasang lampu hias dan bendera di sepanjang jalan.

“Jadi, urusan kebersihan ini bukan urusan hanya satu Kepala OPD tetapi bagaimana kita memberikan edukasi, contoh kepada masyarakat, bagaimana kita juga ikut ikut membersihkan kota ini. Kita mempercantik wajah kota dengan mengecat trotoar, pasang bendera, ngecat patung, dan banyak yang bisa kita lakukan nanti, sekaligus nanti bersih pasar dan semua OPD terlibat,” ujar Sanjaya usai melakukan pengecatan Patung dan trotoar.

Dengan melibatkan seluruh jajaran dan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan, Sanjaya berkeinginan agar HUT Kota Tahun ini dirayakan dengan suka cita dan riang gembira oleh seluruh elemen masyarkat Tabanan. Begitu juga dalam suasana pandemi menuju endemi ini, sektor perekonomian juga diharapkan mampu bangkit melalui tindakan kecil dan sederhana dari seluruh jajaran dan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

“Kita juga blusukan masuk ke Pasar, kita beli daluman, beli jajan pasar, dan beli apalah. Begini banyaknya pegawai datang rame-rame datang ke pasar juga untuk meningkatkan perekonomian di pasar, sehingga pedagang-pedagang merasa happy dengan kedatangan kita disini. Nah ini bagaimana mendekatkan hati kita, jajaran dan ASN kita dengan masyarakat, yaitu dengan beraktivitas santai seperti ini,” imbuh Sanjaya.

Selain itu, Selaku Kepala Daerah, Sanjaya sangat berharap agar semarak perayaan HUT Kota yang puncaknya pada 29 Nopember 2022 mendatang, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat Tabanan. Dimana warna patung dan trotoar pembatas jalan yang sudah kusam, kini kembali terang berkat pengecatan, begitupun dengan pemasangan lampu hias dan ornament lainnya memberikan kesan yang meriah di seputaran kota.

Senada dengan Bupati Sanjaya, I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta selaku Bendesa Adat Kota Tabanan, mengakui sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mewakili seluruh masyarakat, Ia mengucapkan terimakasih atas perhatian Bupati Tabanan beserta jajaran khususnya dalam mempercantik berbagai sudut wajah kota.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, sehingga kota menjadi lebih cantik dan bersih. Bersama-sama kita bisa membangun Tabanan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.