- Advertisement -
Beranda blog Halaman 703

Ini Kronologis Kebakaran Toko di Tabanan Kemarin

TABANAN – Pantaubali.com – Insiden Kebakaran menimpa salah satu Toko di Jalan Gajah Mada,Banjar Delod Rurung, Desa Dauh Peken, Tabanan, Minggu,(6/11) sekira jam 21.30 wita.Toko mengalami musibah tersebut bernama Toko Cakra, dengan pemilik bernama Alan Wijaya (34).

Adapun kronologis kejadian tersebut menurut, Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagio, dalam keterangan laporan tertulisnya menjelaskan, Pada, Minggu,(6/11) sekira pukul 21.35 wita salah satu saksi, yang sedang berjualan di pasar senggol sebelah barat tepatnya di depan toko Cakra, melihat ada asap api di lantai 2 toko Cakra yang keluar dari pentilasi jendela toko.

Kemudian bersama dengan saksi lainnya mendekati toko Cakra dan menggedor pintu toko dengan maksud memberitahukan kepada pemilik yang sedang berada di dalam toko.

Berselang waktu kurang lebih 5 menit pemilik toko Alan Wijaya beserta 6 orang keluarganya keluar melalui pintu depan dan belakang toko dan melihat toko sudah dalam keadaan terbakar.

“Melihat hal tersebut pemilik, dan warga berusaha melakukan pemadaman beberapa saat kemudian datang Pemadam kebakaran Pemkab Tabanan di Back Up oleh Damkar Badung dan AWC Polres Tabanan.

Selanjutnya api berhasil di padamkan 3 jam kemudian pada,Senin Pukul 01.00 wita oleh team gabungan Damkar.

“Adapun petugas unit Damkar di libatkan Sebanyak, 6 Damkar(4 Damkar Kab Tabanan 2 Unit Damkar Kab Badung) dan 1 Unit AWC Polres Tabanan”, sebutnya.

Menurut Dirinya Subagio, dalam laporan tertulisnya tersebut menyampaikan taksiran kerugian belum bisa di pastikan besaran jumlahnya.

Rektor UNR : Dipilih Sebagai Lokasi KTT G20, Bukti Bali Masih “Window of The World

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam perjalanan kepariwisataan Bali yang dimulai jauh sebelum masa kemerdekaan, telah memiliki banyak julukan. Salah satunya, menurut Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Bali, Ni Putu Tirka Widanti adalah, The Window of The World, jendela dunia.

Julukan ini muncul saat Bali menjadi lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) setahun ini, dan pada puncaknya akan berlangsung tanggal 15 sampai 16 November 2022 di Nusa Dua, Bali, dimana para pemimpin tertinggi dari 19 negara hadir, terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan sebuah lembaga Uni Eropa. Selain itu akan diundang juga sejumlah pemimpin dunia dan lembaga diluar G20, sehingga, pemberitaan tentang dunia bisa dilihat dari apa yang terjadi di pertemuan tersebut.

“Dengan diselenggarakan G20 ke-17 di Bali ini, menurut saya, sebagai stimulus dan pembuktian bagi Bali masih tetap menjadi “window of the world”. Sekaligus juga Bali masih dipercaya oleh dunia, karena masyarakat Bali dipercaya masih konsisten, Bali masih aman terhadap kunjungan dari wisatawan mancanegara”, jelas aktivis lingkungan di bidang bambu ini.

Sebagai masyarakat Bali dan pimpinan di Universitas Ngurah Rai Bali, tentunya sangat bersyukur dan menyambut baik dengan diselenggarakannya KTT G20 ke-17, di Indonesia, khususnya di Bali.

Tentu dipilihnya Bali sebagai tuan rumah pertemuan yang sangat penting bagi di dunia ini, menurut Putu Tirka, pastinya sudah melalui proses tertentu dan tahapan tahapan persiapan, negosiasi dan juga berbagai kebijakan yang telah juga diimplementasikan untuk mensukseskan acara ini.

“Nah saya juga sebagai masyarakat dan pimpinan Universitas Ngurah Rai mengucapkan selamat bagi pemerintah RI dan pemerintah Bali sudah berhasil dan mampu mengawal proses tersebut hingga diputuskan keberlangsungan G20 di Bali.”

Kata Tirka, semua menyadari bahwa sebagian besar perekonomian Bali bertumpu pada pariwisata di dunia global,

“Dan menyadari dunia pariwisata ini sangat “fragile” atau rentan terhadap kondisi dan situasi alam dan keamanan secara menyeluruh. Apalagi baru saja kita mengalami Pandemi COVID-19, dimana kita semua berupaya dan berusaha keras secara menyeluruh dan holistik keluar dari krisis multidimensi tersebut”, katanya.

Dengan diselenggarakan G20 ke-17 di Bali ini, menurut Putu Tirka sebagai stimulus bagi recovery Bali dalam segala bidang.

Putu Tirka menjelaskan civitas akademika UNR memiliki program “chit chat” dimana sebuah bincang santai dengan warga dari mancanegara.

“Program kami ini kita “launch” setiap bulan, menanyakan bagaimana kesan dan pesan mereka setelah berkunjung ke Bali. Dan itu adalah data yang sahih dan kami akan jadikan masukan kepada pemerintah daerah khususnya, sehingga Bali akan tetap jadi tujuan, lokal, nasional maupun global”, bebernya.

Kembali ke G20, sejak dicanangkan perhelatan tersebut civitas akademika UNR, melalui network yang dimiliki, berperan aktif menjemput bola. Turut menjabarkan tema G20″ recover together, recover stronger, termasuk juga pada kegiatan yudisium dan wisuda UNR.

Putu Tirka mengatakan, pihaknya sudah berpartisipasi aktif dalam beberapa kegiatan pra-KTT G20 yang telah berlangsung,

“Antara lain kami juga ikut dalam pertemuan development group meeting yang diadakan di Nusa Dua dalam bulan Agustus 2022. Juga dosen dan mahasiswa kami dalam pra-KTT Values Twenty yang diselenggarakan 2 hari dalam tanggal 20 dan 21 Oktober 2022, dimana mahasiswa kami ada 2 grup. Grup pertama menghadiri konferensi dalam 2 hari, dan satu grup kami, yaitu inkubator bisnis kami atau Inbis kami menyelenggarakan pameran produk produk bisnis mereka di pra-KTT Values Twenty. Jadi mereka sangat berperan mengikuti G20. Manfaatnya, ada edukasi nyata yang anak anak kami dapatkan secara interaktif”, paparnya.

Terkait kepemimpinan Presidensi Jokowi di G20, menurut Putu Tirka sangat patut diteladani.

“Sebagai leader beliau penuh kesederhanaan dan kepolosan, beliau sangat aktif dan arif juga. Bijaksana dan berani “take the risk” berani ambil resiko pada permasalahan dunia”, pungkasnya.(Rilis).

Bupati Tabanan Buka Secara Resmi Perayaan HUT Kota Tabanan ke-529

TABANAN – Pantaubali.com – Sorak sorai ribuan Masyarakat Tabanan dalam seremonial menyambut Pembukaan Perayaan HUT Ke-529 Kota Tabanan yang dibuka oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, sekaligus dirangkaikan dengan Pelepasan Kontingen Atlet Porprov Bali Kabupaten Tabanan Tahun 2022 dan Pencanangan Car Free Day serta Penyerahan Hadiah Utama Gebyar PBB di Kabupaten Tabanan, Minggu (6/11).

Kegiatan yang telah dimulai sejak pukul 7 pagi tersebut, dipusatkan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, dengan turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda, Sekda beserta para Asisten, Para Kepala Perangkat Daerah dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Kepala Kantor Kementerian dan Instansi Vertikal, Direktur BPD Bali, Para Camat, dan juga diramaikan oleh 2500 ASN di lingkungan Pemkab Tabanan bersama masyarakat.

Perayaan HUT Ke-529 Kota Tabanan di Tahun 2022, mengusung tema “Jayaning Singasana” yang memiliki makna, semangat bersama untuk mewujudkan puncak kejayaan Tabanan dalam menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Di mana, Tema yang dipilih ini mengacu pada semangat yang digemakan untuk bersama-sama membangun Tabanan dan di dalam momen HUT Kota Tabanan ini dapat memacu semangat dan kecintaan serta rasa bangga menjadi orang Tabanan.

Gelora semangat ini tentunya diramaikan dengan ragam suguhan acara yang dapat menyentuh masyarakat dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya pertunjukkan seni, budaya dan edukasi serta lomba-lomba yang akan dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan penuh di bulan November ini. Rasa gembira dan berbahagia, disampaikan oleh Bupati Tabanan, Sanjaya, mengingat acara ini merupakan momentum bagi masyarakat Tabanan untuk membangkitkan semangat kecintaan dan kebanggaan atas daerahnya.

“Saya selaku Bupati dan atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, menyampaikan selamat pada Kota Tabanan yang kini sudah memasuki usia ke-529, semoga Kota Tabanan akan semakin lebih memacu diri untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya” Ujar Bupati Sanjaya. Tema Jayaning Singasana yang dipilih, telah sesuai dengan kaidah sejarah dan juga sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa Ibu Kota Tabanan ialah Singasana.

Di mana, Tema tersebut juga mencerminkan rasa optimis dari Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan harapan masyarakat untuk bersama-sama pulih lebih cepat dari keterpurukan Pandemi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pembukaan Rangkaian Perayaan HUT Kota ini ditandai dengan pelepasan balon dan pelepasan burung merpati oleh Bupati Sanjaya beserta jajarannya.

Dirangkaikan dengan pelepasan Atlet Porprov Kab. Tabanan yang akan berlaga pada ajang Porprov Pronvinsi Bali Tahun 2022 ini, Sanjaya juga menyampaikan apresiasinya. Bagi Sanjaya KONI Kabupaten Tabanan telah mempersiapkan secara maksimal sebagai bentuk Kado terindah dalam merayakan HUT Kota Tabanan. Pelepasan itu ditandai dengan penyerahan bendera kontingen kepada ketua KONI Kabupaten Tabanan, yang menadai bahwa atlet Tabanan dengan spirit bangga menjadi orang Tabanan telah siap berlaga dan mendulang prestasi dalam Porprov Bali Tahun 2022, di mana pelaksanaa Proprov Bali tahun ini pertama kalinya akan digelar secara gotong royong dengan mengambil venue menyebar di seluruh Kabupaten atau Kota Se-Bali.

Di Kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong-royong dan berkolaborasi dalam perayaan peringatan HUT Kota Ke-529 ini.

“Intinya adalah, bagaimana kita memeriahkan hari ulang tahun ini, konsepnya adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita, Hari Ulang Tahun ini adalah milik kita bersama, milik rakyat Tabanan seluruhnya”, cetusnya.

Seperti yang dijelaskan oleh I Gede Urip Gunawan, selaku Kepala Bapeddalitbang yang juga berperan sebagai Ketua Panitia, bahwa rangkaian kegiatan dimulai dari 30 Oktober – 29 November 2022, yang dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Taman Bung Karno dan Lapangan Alit Saputra. Di mana kegiatan dimulai dari persiapan, pembukaan, entertainment, budaya dan penggerak ekonomi.

“Tujuan pelaksanaan rangkaian acara ini ialah untuk memeriahkan HUT Kota Tabanan, Melestarikan Budaya serta memelihara dan meningkatkan kebanggaan dan cinta terhadap tanah kelahiran Tabanan, menjngkatkan kreatifitas generasi muda Tabanan, memupuk jiwa sportifitas melalui kegiatan perlombaan dan juga memberikan ruang rekreasi yang lebih semarak bagi masyarakat Tabanan” paparnya.

Gede Urip dalam laporannya pagi itu. Kegiatan diteruskan dengan bersepeda di seputaran area Car Free Day sembari mengunjungi belasan stand IKM dan UMKM kuliner oleh Bupati Sanjaya beserta jajaran.

Bandara Bali, Per Oktober Melayani 1.382.881 Orang Penumpang

BADUNG – Pantaubali.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai , Bali dalam catatan statistik lalu lintas angkutan udara periode Oktober 2022 telah melayani sebanyak 1.382.881 penumpang dan 9.284 pesawat udara.

Dari angka total statistik tersebut terdapat kenaikan jika dibandingkan periode bulan sebelumnya yakni catatan pada bulan September 2022 ada sebanyak 1.267.886 penumpang dan 8.575 pesawat udara yang mengangkut, sehingga pada bulan Oktober 2022 masing-masing naik 9% untuk penumpang dan 8% pesawat udara.

Khusus 3 rute tujuan favorit domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali yaitu posisi pertama Jakarta sebanyak 196.515 penumpang, Surabaya 46.346 Penumpang dan Ujung Pandang 20.532 Penumpang, sedangkan rute tujuan favorit internasional yakni Singapura 158.166 penumpang, Kualalumpur 91.610 penumpang dan Melbourne 71.046 penumpang.

“Dari data penumpang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali bisa dilihat kenaikan antara bulan September ke Oktober 2022 ada sebanyak 9 % disusul pesawat udara yang mengangkut juga mengalami kenaikan 8 %, hal ini turut dipengaruhi oleh reaktivasi rute penerbangan baik domestik maupun internasional”, papar, Handy Heryudhitiawan, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Adapun trafik harian terbanyak yang dilayani Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pada bulan Oktober 2022 yaitu terjadi pada tanggal 16 Oktober 2022 sebanyak 28.208 penumpang domestik dan 24.120 penumpang internasional di tanggal 4 Oktober 2022.

“Secara keseluruhan Januari hingga Oktober 2022, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali telah melayani sebanyak 9.568.853 penumpang dan 88.758 pesawat udara, Jika ditarik perbandingan dengan tahun 2021 sebelumnya penumpang terlayani 2.547.493 dan 26.466 pesawat udara artinya terdapat kenaikan di tahun 2022 secara persentase 276% penumpang dan 152% pesawat udara, sedangkan rata-rata selama 2 bulan terakhir di tahun 2022 yaitu September – Oktober 2022 mencapai 1.325.383 penumpang, untuk itu kami semakin optimis hingga akhir Desember 2022 mendatang kami dapat melayani lebih dari 11 Juta penumpang,” paparnya.

Seiring dengan capaian positif ini, kami senantiasa memastikan para pengguna jasa tetap mematuhi aturan penerbangan khususnya melengkapi dokumen vaksinasi sebelum berangkat dan kami turut menambah kenyamanan penumpang dengan menempatkan artwork di terminal internasional serta beautifikasi terminal yang sudah mencapai 100%.

“Saya juga menyampaikan pada bulan November 2022 ini, terdapat perhelatan KTT G20 di Pulau Bali sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 12 Tahun tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan KTT Presidensi G20 Indonesia 2022 di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai – Bali. Jam operasional Bandara akan beroperasi selama 24 jam dan pembatasan operasi penerbangan (limited operation) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali untuk penerbangan reguler mulai 13 sampai 17 November 2022.

“Untuk itu saya turut mengimbau kepada calon penumpang dapat memastikan kembali jam penerbangannya kepada maskapai yang akan digunakan”, pungkasnya.

Dosen FEB UI Ajak Generasi Muda Ambil Peran dalam Forum G20 dan Y20

DENPASAR – Pantaubali.com – Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty atau KTT G20 yang puncak acaranya diselenggarakan pada 15 dan 16 November 2022 nanti mengusung isu strategis berupa arsitektur kesehatan, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi berkelanjutan sebagai tiga agenda utama.

Adapun forum internasional ini diselenggarakan di Indonesia sebagai tuan rumah. Dikutip dari situs Kementerian Keuangan, G20 adalah sebuah forum utama kerjasama ekonomi yang beranggotakan 20 negara.

Sebagai negara anggota dan tuan rumah penyelenggara, tentunya Indonesia mendapatkan berbagai macam manfaat.

Salah satunya, Indonesia juga dapat mengadakan forum konsultasi resmi bagi pemuda dari semua negara anggota G20 untuk dapat saling berdialog. Forum ini diadakan dengan nama Y20, dengan Y berdiri untuk Youth atau masa muda.

Atas latar belakang tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr Dwini Handayani mengajak generasi milenial ikut serta menyukseskan Presidensi G20 Indonesia.

“Kaum muda dapat mensukseskan G20 dengan ikut mempelajari kiprah Indonesia di G20 serta ikut berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan dalma forum yang sudah disediakan” Kata Dwini

Generasi milenial bisa berperan dalam menginformasikan tujuan dan manfaat forum internasional G20 dan Y20 kepada masyarakat. Keterlibatan dan pemahaman masyarakat tentang Presidensi G20 Indonesia bisa mendukung kesuksesan penyelenggaraan forum internasional tersebut.

“Ikut serta menunjukkan dan membantu delegasi serta menunjukkan keramah tamahan masyarakat Indonesia sehingga Indonesia dapat dipandang sebagai negara yang kompak, ramah, cerdas serta siap menerima wisatawan, bisnis, investasi mancanegara” tambah Dwini.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy generasi muda saat ini adalah harus tahu dan kenal isu terkini yang ada di masyarakat karena generasi muda akan menentukan kemajuan Indonesia di masa depan.

“Generasi muda harus tahu dan berkontribusi akan manfaat presidensi G20, kemajuan suatu Bangsa yang menentukan adalah generasi mudanya” ucap Muhadjir.

Muhadjir berharap generasi muda Indonesia ikut berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan gagasan dalam forum yang sudah disediakan terutama di Y20 maupun G20 nanti.

Mengutip dari situs resmi Y20, forum ini merupakan bentuk diplomasi pemuda Indonesia yang ditunjuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menyelenggarakan Y20 Indonesia 2022.

Berdasarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk Indonesia tahun 2022 per 30 Juni sebanyak sebanyak 275 juta jiwa dengan penduduk usia produktif sebanyak 190 juta jiwa. Sehingga, sebanyak 69,30% dari usia produktif mendominasi jumlah keseluruhan penduduk.

Jumlah tersebut tentu menjadi bonus demografi yang membawa potensi pertumbuhan ekonomi ketika proporsi usia kerja lebih besar dibandingkan dengan proporsi bukan usia kerja. (Rilis)

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Membuka Lomba Merangkai Bunga Kasna

BADUNG – Pantaubali.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Minggu, (Redite Umanis, Ukir) 6 November 2022 membuka Lomba Merangkai Bunga Kasna bertempat di Discovery Shopping Mall Kartika Plaza Kuta. Lomba ini merupakan rangkaian dari Bali Jagadhita Culture Week III 2022 yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh Bank Indonesia sejak tahun 2020.

Akrab disapa Bunda Putri, Ketua Dekranasda Bali sangat peduli dengan pengembangan potensi Bunga Kasna di Bali. Ia mengaku senang karena Bank Indonesia dapat mengangkat sesuatu yang sudah lama terlintas olehnya yaitu mengembangkan potensi bunga kasna di Bali untuk mensejahterakan petani Kasna.

“Keinginan besarnya adalah kesejahteraan petani. Kan adanya disitu langka, hanya ada di Kabupaten Karangasem dan di hanya Dusun Temukus,” ungkap Bunda Putri.

Ia menginginkan agar potensi Bunga Kasna ini dapat dikelola dengan baik dari hulu hingga hilirnya.

“Bagaimana jika hilirnya kita garap beramai-ramai, ketika permintaan pasarnya menjadi tinggi di tengah kita jaga dengan institusi atau lembaga yang memang mengawal menjadi stabilizer sejenis koperasi sehingga petani aman,” ungkapnya di sela-sela meninjau pameran UMKM binaan BI.

Jika hulu, tengah dan hilirnya telah tertata dengan baik maka petani pasti akan sejahtera, jangan sampai terjadi tumpang tindih. Disamping itu Bunda Putri dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia sedang memperjuangkan agar Bunga Kasna dapat masuk dalam pararem awig-awig Desa Adat.

“Satu yang masih ibu perjuangkan adalah kasna masuk ke dalam perarem, masuk ke dalam awig-awig desa adat,” ungkap pendamping orang nomor satu Bali tersebut.

Ia berharap, dalam perarem atau awig-awig adat nantinya dapat mengatur bahwa masyarakat khususnya masyarakat Karangasem ketika membuat sarana upacara harus mengisi sepucuk bunga kasna yang berfungsi untuk mengesahkan upakara tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Gusti Agung Diah Utari yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa lomba merangkai bunga kasna yang merupakan bagian dari event Bali Jagadhita merupakan salah satu upaya Bank Indonesia untuk berkontribusi membuat UMKM Bali menjadi naik kelas.

“Jadi kita upayakan dengan melakukan promosi juga mendorong perluasan pasar baik domestik maupun global,” ungkapnya.

Bunda Putri berharap dengan adanya lomba merangkai bunga kasna ini, bunga kasna akan menjadi semakin digemari, semakin dilihat dan dilirik potensinya oleh masyarakat.

“Ketika masyarakat sudah memakai, pasarnya pasti akan meningkat sehingga petaninya pasti akan menggeliat,” jelas Bunda Putri.

Sembari Dirinya menambahkan, Diikuti oleh 25 orang peserta, lomba merangkai bunga kasna secara resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali ditandai dengan penyerahan rangkaian bunga kasna kepada perwakilan peserta lomba.

Persaudaraan Hindu Muslim Bali Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas KTT G20

DENPASAR – Pantaubali.com – Adanya kegiatan besar Group of Twenty (G20) adalah peluang besar bagi Bali untuk menjadi lebih baik terutama di bidang pariwisata. Demikian disampaikan Anak Agung Ngurah Agung, SE, Ketua Umum Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB) di Denpasar.

Karena itu, Tokoh Puri Gerenceng Denpasar ini, meminta agar semua komponen masyarakat di Bali, juga di Indonesia saling bantu membantu dan bahu membahu untuk keamanan Bali.

“Ayo kita secara sukarela menjaga lingkungan bersama”, jelasnya.

Upaya menjaga lingkungan yang sangat heterogen di Bali, salah satunya dengan semua orang sudah harus terdaftar di kantor administrasi seperti banjar atau desa.

“Kami sarankan selalu agar semua pendatang di Bali harus lapor ke aparat desa. Dan bagi masyarakat yang mengetahui adanya pendatang yang belum melapor hendaknya bisa membantu proses pelaporan bila sudah ada di Bali 2×24 jam”, ujarnya.

Menurut, Agung Ngurah Agung, bila ada kesempatan menyampaikan sekapur sirih dalam berbagai pertemuan, pasti akan disampaikannya perlunya ada ketertiban administrasi, memiliki KTP Bali bila sudah menetap di Bali, atau sudah punya tanda lapor diri, tujuannya untuk bersama-sama bisa memantau dan menjaga keamanan dan kenyamanan serta kedamaian masyarakat.

“Bila hal tersebut sudah tercapai, pastilah akan diikuti kesejahteran masyarakat”, katanya.

Anak Agung Ngurah Agung mengatakan kesempatan bisa bertemu dengan masyarakat muslim dan masyarakat Hindu, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu karena PHMB selalu diundang pada kegiatan mereka, untuk kegiatan Maulid Nabi, perayaannya bisa ada rentang 2 bulanan dan diusahakan selalu datang.

“Seperti acara Maulid Nabi, saya selaku ketua PHMB selalu hadir. Saya bisa satu hari, jalan kedua tempat. Biasanya saya atur, datang ke tempat A kami tidak ikut Tausiahnya, tapi di tempat B kami ikut Tausiahnya”, cetusnya.

Menurutnya, Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB) didirikan oleh Romo Kyai Gus Dur tahun 2000-an, dibentuk di kramat Pemecutan.

“Pada waktu itu, Romo Kyai Gus Dur kebetulan kesana, beliau mendengar orang sembahyang untuk orang Bali, begitu juga orang muslim, ada zikir. Dia dengar doa. Lalu Gus Dur bikin Persaudaraan Hindu Muslim Bali ini, Lalu pada perkembangannya, ada Kristen, Katolik, Budha dan Kong Hu Cu”, pungkasnya.

Perayaan Tumpek Landep, Bupati Tabanan Berikan Kuis Kepada Para Peserta Sembahyang

TABANAN – Pantaubali.com – Hal yang menarik terjadi saat pelaksanaan perayaan Tumpek Landep kali ini, tak hanya melakukan persembahyangan secara khusyuk, dalam upacara yang dipimpin oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, ini juga diwarnai dengan suasana yang penuh semangat dan sukacita. Persembahyangan berlangsung di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan dan dimulai sejak pagi, Sabtu, Saniscara Kliwon, Landep (5/11).

Perayaan Rahina Tumpek Landep sebagai langkah tindak lanjut dari instruksi Gubernur Bali Nomor 12 Tahun 2022, dengan pelaksanaan Upacara Jana Kerthi dan atau Atma Kerthi sebagai pelaksanaan tata-titi kehidupan masyarakat Bali bedasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era baru. Nampak turut mengikuti persembahyangan, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten, Forkopimda, Para Kepala Bagian beserta OPD Terkait di lingkungan Setda dan seluruh Camat di Tabanan.

Secara filosofis, tumpek landep memiliki makna yang sangat baik jika diimplementasikan dalam pelaksanaan tata-titi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Seperti pada kata akhirannya landep yang berarti “lancip” yang mengacu pada lancipnya tonggak pemikiran manusia. Esensi dari filosofi tersebut, seperti disampaikan Bupati Tabanan, Sanjaya, menjadi momen bagi kita sebagai manusia untuk selalu instrospeksi diri, mulat sarira, serta menajamkan kembali pikiran kita, untuk meraih tujuan yang lebih baik dalam kehidupan.

Jatuh di setiap 210 hari, Tumpek Landep adalah momen pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, ida Sang Hyang Pasupati. Di mana kita memohon kepada Sang Hyang Pasupati agat pikiran kita menjadi baik, sesuai dengan norma-norma agama.

“Di Hari tumpek landep ini, setiap 6 bulan sekali kita instrospeksi diri, apa yang telah kita lakukan 6 bulan lalu sampai sekarang, benarkah kita sudah melaksanakan hal-hal yang sesuai dengan ajaran agama hindu atau norma agama dan norma negara” Sanjaya menyampaikan.

Pihaknya juga menegaskan, dalam Tumpek Landep ini, selain berdoa dan instrospeksi, sudah sepatutnya juga menjadi momen bagi kita berterima kasih kepada barang-barang pusaka yang dimiliki. Sebab benda-benda tersebut menjadi alat / pendukung aktifitas kita dan bermanfaat untuk melindungi diri kita ataupun untuk kemajuan masyarakat dan bangsa jika dilihat pada era kekinian. Sanjaya juga berpesan agar kearifan lokal dari Tumpek Landep ini tiak hilang dimakan zaman dan tergerus dengan kemajuan teknologi. Sehingga memahami betul apa itu esensi, makna dan filosofi Tumpek sendiri itu menjadi penting.

“Karena dalam Visi Misi Nangun Sat Kerthi, bagaimana kita menjaga sebuah keseimbangan dan keharmonisan ala mini, baik itu manusianya, kramanya, baik itu tata laksana budayanya maupun alam lingkungannya, harus dijaga kesuciannya secara sekala dan niskala. Tumpek Landep adalah bagian dari implementasi visi misi kita” paparnya.

Kearifan lokal, pelestarian adat dan budaya yang metaksu, juga ditegaskannya, menjadi bagian dari daya tari Bali bagi para pengunjung di luar Bali. Oleh sebab itu budaya Bali yang adiluhung tidak boleh kita tinggalkan.

Hal yang menarik yakni usai persembahyangan dan di tengah-tengah sambutannya, Bupati Sanjaya melemparkan pertanyaan berbentuk kuis kepada para peserta sembahyang terkait upacara yakni menyebutkan, apa saja 30 wuku, 5 panca wara dan 7 sapta wara dan bagi peserta yang berhasil menyebutkan dengan lengkap, langsung diberikannya hadiah. Tentu saja kuis tersebut disambut antusiasme yang tinggi oleh para peserta dan merekahkan senyum suka cita di pagi hari itu.

Tak lupa Sanjaya juga terus menerus mengingatkan agar ajaran yang sangat sederhana dari para leluhur, namun memiliki implementasi yang luar biasa tersebut untuk selalu dilestarikan. Terutama dalam menegakkan ajaran Tri Hita Karana, menjaga harmonis manusia dan Ida Sang Hyang Widi Wasa, manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam dan lingkungannya, harus kita jaga lingkungan juga, baik dari hulu, tengah maupun hilir.

“ingat ada 6 tumpek yang wajib kita puja, Tumpek Landep sebagai esensi jana kerthi dan atma kerthi, bagaimana kita melancipkan dan mengharmoniskan pikiran kita sehingga menjadi bagus dan suci dalam menjalankan kaidah-kaidah yang baik, terlepas dari kegelapan, kebodohan dan kesengsaraan”, imbuhnya.

Puluhan Anggota Polres Tabanan Sembahyang di Rahinan Tumpek Landep

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka memperingati hari Tumpek Landep yang merupakan salah satu dari hari yang diperingati sebagai hari rahinan jagat. Anggota Polres Tabanan, Sabtu,(5/11) pukul 07.00 wita melaksanakan persembahyangan bersama bagi anggota yang beragama Hindu.

Persembahyangan dilaksanakan di Pura Kerta Bhuana Polres Tabanan. Pelaksanaan kegiatan upacara dipimpin Jero mangku Made Wirata.

“Persembahyangan ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan srada dan Bhakti dari personil Polres Tabanan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dan bersyukur atas karunia Nya sampai dengan saat ini kita masih diberikan kesehatan, sehingga bisa melaksanakan tugas tugas negara sebagai anggota Polri di Polres Tabanan”, ujar, Kabag SDM Polres Tabanan, Kompol Ni Ketut Seni Paniyantini,

Kabag SDM juga menjelaskan bahwa, selain dalam rangka hari Tumpek Landep yang merupakan rahinan jagat bagi umat Hindu Persembahyangan juga dimaksudkan untuk mendoakan keamanan dan kesuksesan pelaksanaan KTT G20 di Nusa dua.

“Persembahyangan bersama ini juga merupakan bagian dari Pembinaan Mental spiritual bagi anggota Polres Tabanan, untuk selalu berbuat kebajikan dalam bertugas sebagai Pengayom, Pelindung, dan Pelayan masyarakat”, tutupnya.

Komunitas KITA Petani Indonesia Dukung Dan Berharap KTT G20 Memberi Solusi Dunia Pertanian

DENPASAR – Pantaubali.com – Perhelatan pertemuan Group of Twenty (G20) yang mengambil tema “Recover Together, Recover Stronger” berlangsung di Indonesia, dan puncaknya pada pertengahan November 2022 dimana semua pemimpin tertinggi anggotanya akan hadir di nusa Dua, Bali.

Tema ini diangkat oleh Indonesia, menimbang dunia yang masih dalam tekanan akibat pandemi COVID-19, memerlukan suatu upaya bersama dan inklusif, dalam mencari jalan keluar atau solusi pemulihan dunia.

G20 sendiri adalah forum internasional yang fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan. G20 merepresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia, dengan komposisi anggotanya mencakup 80% PDB dunia, 75% ekspor global, dan 60% populasi global.

Menurut Ketua Komunitas Inovasi Teknologi Agro (KITA) Petani Indonesia, Ir.Nyoman Baskara, M.M pertemuan tersebut juga harus serius membicarakan ancaman krisis pangan.

Menurut koordinator Agro Learning Centre (ALC) ini, sampai kapan pun, kalau tidak “care” betul dengan dunia pertanian, krisis pangan akan semakin dekat di depan mata, “Karena itu soal pertanian harus dibicarakan di pertemuan G20.”

Maka ketika ada event internasional di depan kita, berdimensi lingkungan dan ekonomi, mutlak memberikan suatu privilege membahas tentang sektor pertanian ini.

Baskara mengatakan keberpihakan harus mulai dari patokan dasar yang disampaikan Food Agriculture Organisation (FAO), yang menyarankan adanya keberpihakan pada dunia pertanian, “Bentuk riilnya, rekomendasi FAO itu 10% dari anggaran APBN sebuah negara.”

Untuk apa anggaran sebesar itu. “Ada banyak agenda untuk menghasilkan pertanian yang berkualitas. Mulai dari research para ahli, baik sebagai profesional maupun di kampus. Dengan research yang intensif dimungkinkan akan muncul, produk-produk temuan yang akan bisa diimplementasikan untuk menghasilkan benih yang unggul, pertumbuhan bibit yang makin bagus, hasil produksi yang berkualitas dan secara kuantitas bagus.

Dan kata Baskara, yang sangat penting adalah teknologi teknologi yang dihasilkan dari pertanian ini akan mampu menjawab masalah climate change, yang tidak bisa dipecahkan bila tidak ada teknologinya, “Teknologi tidak bisa muncul tiba tiba dari langit, dia harus melalui suatu research yang berulang-ulang. Dan itu harus dibiayai oleh negara, minimal 10% dari APBN.”

Ketika bicara pendidikan, bisa menetapkan 20% mengapa tidak di bidang pangan, kata Baskara, “No food no life. No farmer no future. Sektor yang membuat hidup atau mati pastilah sektor pertanian.”

Bila ancaman krisis pangan dibicarakan secara serius, harus ada sanksinya bagi negara yang tidak melaksanakan. “Karena kecendrungan hasil dari MOU berakhir di seremonial dan bukan berakhir pada kesejahteraan.”

KITA (Komunitas Inovasi Teknologi Agro) Petani Indonesia adalah sebuah komunitas petani yang tidak membatasi keanggotaannya pada para petani, namun juga melibatkan akademisi, profesional, perbankanpemerintah dan generasi muda. Bertujuan agar ada komunikasi intens di dunia pertanian untuk menemukan solusi makro maupun mikro, sehingga produk pertanian menjadi berkualitas, petani bisa mengoptimalkan produk pertanian dan para pedagang komuditas pertanian bisa me dapat keuntungan yang lebih baik.

“KITA menyambut baik pertemuan KTT G20 dan mendukung agar sukses serta berharap ada keputusan yang mendukung perkembangan sektor pertanian , untuk itu kita wajib selain mendukung suksesnya Presisemsi G20 Indonesia juga mengawal agar isu dunia pertanian mendapatkan solusi terbaik sejingga krisis pangan bisa tertangani dengan lebih cepat dan tepat”, tutupnya.(Rilis)