- Advertisement -
Beranda blog Halaman 698

KPU Tabanan Telah Memverifikasi Administrasi 9 Parpol Peserta Pemilu 2024

TABANAN – Pantaubali.com – KPU Kabupaten Tabanan telah memverifikasi administrasi 9 Partai Politik (Parpol) dari 21 partai politik di Tabanan, Hal tersebut disampaikan, Komisioner KPU Tabanan Divisi Sosialisasi dan SDM Ni Putu Suryani.

“Dari 21 Partai Politik yang ada,9 Partai Politik telah melewati masa verifikasi administrasi. Jadi, 9 partai tidak lagi dilakukan verifikasi vaktual keanggotaanya”, jelasnya, kemarin,(Rabu,(23/11) di Kantor KPU Kabupaten Tabanan.

Dirinya mengatakan, sisa dari 9 Partai Politik telah melewati masa verifikasi administrasi berjumlah 8 Parpol hingga saat ini.Dari, 8 partai Politik tersebut diberikesempatan Verifikasi administrasi.Serta akan di tunggu hasilnya nanti berapa partai akan melakukan perbaikan.

“Begitu data turun barulah kami dapat melihat ada beberapa partai melakukan perbaikan dengan sebaran di beberapa Kecamatan tersebut bisa kami lihat di kabupaten Tabanan.Karena, masing-masing Kabupaten jumlahnya berbeda-beda besok baru mengetahui jumlahnya akan melakukan perbaikan”, paparnya.

Dirinya menyebutkan, KPU Kabupaten Tabanan tidak mengetahui berapa partai akan turun nantinya karena, KPU Kabupaten Tabanan belum mengetahui secara pasti.

“Bisa jadi, yang tidak melakukan perbaikan adalah partai secara administrasi telah melewati ambang batas 463.Bisa juga partai tidak melewati ambang batas 463 akan tetapi, sepertinya tidak memperbaikinya”, cetusnya.

Dirinya menambahkan, Pendaftaran Partai Politik sebagai peserta Pemilu ada di KPU RI jadi, ada perbedaan antara Pemilu 2019 dengan 2024. Di 2024 Partai Politik melakukan pendaftaran di KPU sesuai dengan ditingkatnya.Misal, di Kabupaten mendaftar di Kabupaten, Provinsi mendaftar di Provinsi sedangkan di pusat mendaftar di KPU RI.

“2024 semua pendaftaran di pusatkan di KPU RI sedangkan KPU di sebagai perpanjangan tangan KPU akan membantu tugas KPU RI melakukan kegiatan tersebut.Partai Politik tersebut nantinya lolos atau tidak adalah KPU RI”, tutupnya.

Semangat Melayani Masyarakat, Bupati Sanjaya Launching Program Semara Ratih

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan hadir dengan tulus melayani masyarakat dengan mewujudkan pembaharuan di seluruh aspek kehidupan, sesuai arahan Bupati Tabanan,I Komang Gede Sanjaya, Dimana, cara melihat, berfikir dan bertindak harus melebur dalam suasana kebatinan baru, yakni Tabanan Era Baru dan membangun dilandasi spirit kebanggaan menjadi Orang Tabanan.

“Hari ini, semangat pelayanan itu kita wujudkan dengan cara melaunching Program Semara Ratih, yaitu sebuah Program inovatif dalam melakukan pelayanan kependudukan di Kabupaten Tabanan, khususnya terkait Pencatatan Perkawinan,” ungkap Bupati Tabanan, Sanjaya dalam sambutannya saat melaunching program Semara Ratih di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu, (23/11).

Dimana, nama Semara Ratih itu dipergunakan karena mengandung filosofi, Sang Hyang Kama Jaya sebagai pasangan Sekar Ratih yang merupakan Dewa Dewi yang mempunyai cinta kasih, keinginan, kesetiaan, dan pengorbanan yang kuat. Turut hadir saat itu, Wakil Bupati Tabanan, Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggotanya, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, para Camat, Perbekel se-Kabupaten Tabanan, Ketua Gatriwara dan perwakilan Ketua PKK dan DWP Tabanan.

Sanjaya juga mengatakan program inovasi ini merupakan adopsi dari program Desa yang bagus dari Desa Tegalmengkeb dan dengan program Ngantor di Desa, Bupati Sanjaya mengatakan bahwa menemukan banyak program-program di Desa yang patut diangkat menjadi program Kabupaten yang selaras dengan tradisi, adat, agama dan budaya. Program Semara Ratih ini juga dari jauh-jauh hari telah disosialisasikan oleh Bupati Sanjaya setiap kunjungannya terkait acara pencatatan perkawinan.

“Perlu juga diketahui, bahwa sebelum perkawinan dilaksanakan kedua mempelai terlebih dahulu melakukan konseling berkaitan dengan reproduksi, tradisi, adat dan budaya, ajaran keagamaan, keamanan dan sosialisasi dokumen kependudukan. Artinya, secara fisik dan mental kedua mempelai sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga, dengan harapan cinta kasih mereka langgeng, seperti Semara Ratih,” imbuh Sanjaya.

Sesuai penuturan Kadisdukcapil Tabanan IGA. Rai Dwipayana, maksud dari dilaksanakan program inovasi Semara Ratih terintegrasi Kabupaten Tabanan untuk menggelorakan semangat dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Dokumen Kependudukan, khususnya Akta Perkawinan, Kartu Keluarga dan KTP-El. Dengan tujuan mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan, meningkatkan kualitas perkawinan, dan terwujudnya konservasi lingkungan yang baik.

Dalam launching ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti konseling pra perkawinan kepada calon pengantin dari instansi terkait, sosialisasi kependudukan, reproduksi kesehatan, Agama, adat istiadat, budaya dan tradisi, serta keamanan dan ketertiban, juga konservasi lingkungan. Kemudian pelayanan dokumen kependudukan secara langsung kepada murid SMA dan SMK dalam rangka pendataan Pemilih Pemula Pemilu 2024, Pameran UMKM, Sosialisasi Program Semara Ratih kepada para Perbekel.

Eksekutif dan Legislatif Tabanan Sepakati Dua Ranperda Dibahas Sesuai dengan Mekanisme Berlaku

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri Rapat Paripurna tentang Pemandangan Umum Fraksi DPRD terhadap pidato pengantar terkait dua (2) Ranperda Eksekutif dan Pendapat Bupati Tabanan terhadap Pidato Pengantar terkait dua (2) Ranperda Inisiatif, Rabu, (23/11), di aula rapat kantor DPRD Kabupaten Tabanan.

Sidang saat itu, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga didampingi oleh para Wakil Ketua DPRD Tabanan. Turut hadir, Wakil Bupati Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, perwakilan Instansi Vertikal dan BUMD di lingkungan Pemkab Tabanan serta para awak media.

Terkait Pemandangan Umum Fraksi atas pidato pengantar Bupati yang disampaikan pada hari Selasa, tanggal 22 November 2022, bahwa semua Fraksi di DPRD sepakat membahas dalam rapat kerja sesuai dengan mekanisme yang berlaku dua Ranperda tersebut. Diantaranya, Ranperda tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Daerah, dan Ranperda tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Seperti yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan melalui I Nyoman Arnawa, mengatakan, menyetujui dibahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme di Dewan. Pihaknya juga menyinggung tentang permasalahan sampah yang hingga saat ini belum teratasi secara tuntas, juga memandang perlu adanya perbaikan gedung Kantor Dinas Lingkungan Hidup. “Maka untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan untuk meningkatkan kinerja agar  dibangun gedung/ Kantor baru yang penganggaran dan pelaksanaannya di Tahun 2023,” ujar Arnawa.

Begitupun juga Fraksi Partai Golkar, melalui pemandangan umumnya yang dibacakan oleh I Wayan Gindra menyatakan menyutujui untuk dibahas lebih lanjut. pihaknya menegaskan sangat perlu dilakukan pembentukan organisasi sesuai Ranperda tersebut, karena dirasakan memberikan banyak manfaat. Sedangkan Fraksi Nasional Demokrat melalui, I Gusti Ngurah Sanjaya, juga mengatakan sepakat. dimana, pihaknya sangat mengapresiasi dengan klasifikasi BPBD Tabanan ditingkatkan menjadi tipe A.

Sementara, Bupati Sanjaya dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada para dewan terhormat yang telah mengambil peran membantu Pemerintah Daerah meyiapkan regulasi untuk mendukung pelaksanaan Pemerintahan Daerah dengan menginisiasi kedua Ranperda tersebut. “Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dewan atas kedua Ranperda Inisiatif ini. Hal ini menunjukkan adanya keterbukaan dan sinergitas diantara kedua lembaga penyelenggara Pemerintahan Daerah,” ujarnya.

 

Bupati Sanjaya sangat berharap, kedua Ranperda ini dapat dibahas dengan sungguh-sungguh dengan Perangkat Daerah terkait dan melibatkan peran serta masyarakat, sehingga baik dari aspek teknis pembentukan maupun secara substansi dapat memenuhi azas pembentukan peraturan daerah. Khususnya, agar Peraturan Daerah yang dibentuk dapat diimplimentasikan atau dilaksanakan, berdaya guna dan berhasil guna untuk mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru Yang Aman, Unggul dan Madani

 

Hari Kedua Monitoring Implementasi Pergub No. 1 2020, Tim Pemprov Sambangi Pabrik Arak di Karangasem

KARANGASEM – Pantaubali.com – Setelah sebelumnya melakukan monitoring di Kabupaten Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Sertifikasi Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali melakukan monitoring implementasi Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, Selasa, 22 November 2022, bertempat di UD. Nikki Sake. Kunjungan ke pabrik yang berlokasi di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ini bertujuan untuk memastikan bahwa sinergi antara petani/perajin arak, koperasi dan pabrik arak telah berjalan dengan baik.

Dalam rombongan yang berjumlah tiga orang ini, tim sertifikasi dihadiri oleh Dr. Dewa Made Puspa, S.Kep.Ns., M.Si. dan A.A. Istri Mirah Darma Astuti, SE., M.AP. dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta I Made Pasek Kimiartha, S.T. dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali.

Dewa Puspa mengatakan, kedatangan tim sertifikasi ini untuk memastikan Pergub No. 1 Tahun 2020 berjalan sudah sebagaimana mestinya.

“Sudah dua tahun diimplementasikan, kami mau periksa apa kenyataan sudah sesuai sinergi petani/perajin arak, koperasi dan pabrik arak”, ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa tim sertifikasi ingin mendengar langsung tanggapan dari ketiga pihak keluh kesah maupun sisi positif dari diterbitkannya Pergub No. 1 Tahun 2020 dan sertifikasi BARAK (Balinese Arak). Label BARAK pada kemasan untuk membuat konsumen yakin bahwa yang mereka konsumsi adalah produk asli Bali”, ujarnya.

Pemilik UD. Nikki Sake I Nengah Pasek menanggapi positif datangnya tim sertifikasi yang berasal dari BRIDA dan Disperindag Provinsi Bali ini. Ia mengatakan rasa terima kasihnya, karena merek yang dijual oleh perusahaannya tersebut telah menerima sertifikasi BARAK (Balinese Arak) pada tahun 2020.

“Label BARAK ini nantinya baik, untuk mencegah klaim produk luar yang mengaku sebagai Arak Bali”, pungkasnya.

Dengan adanya sertifikasi BARAK ini, lanjutnya, ia mengatakan harapan agar konsumen mengetahui bahwa produk mana yang asli dari Bali.

Pria yang akrab dipanggil Pasek ini mengatakan, diterbitkannya Pergub No. 1 Tahun 2020 ini membuat pabrik menjadi lebih terbantu dalam mendapatkan bahan baku. Dalam mengimplementasikan Pergub No. 1 Tahun 2020 ini bahkan UD. Nikki Sake bekerja sama dengan beberapa koperasi, seperti Koperasi Tri Eka Bhuwana, Koperasi Sarjana Rateng, dan lain sebagainya.

“Kami memesan bahan baku di koperasi, melakukan standarisasi di pabrik, dan didistribusikan setelah pemasangan pita cukai”, imbuhnya. Pabrik yang berdiri sejak 2006 ini sudah mendistribusikan produknya dengan lebih mudah dan luas ke tempat-tempat pariwisata dan hiburan.

“Gebrakan Bapak Gubernur ini luar biasa sekali, karena bisa membuat Arak Bali masuk ke tempat-tempat bintang lima”, ucapnya yakin.

“Tumben ada gubernur gini, dulu gangguan banyak gak ada yang backup. Sekarang sudah dijamin lewat Pergub pula”, sambungnya.

Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Bali I Wayan Koster karena telah memperjuangkan Arak Bali menjadi lebih mendunia.

“Beliau mengatur semuanya, mengatur di hulu, tengah, dan hilir. Bahkan kemarin mengumpulkan GM (General Manager) seluruh Bali untuk meyakinkan hotel-hotel agar mau memasarkan Arak Bali”, imbuhnya.

“Saya berharap seluruh masyarakat di Bali bangga dengan produk sendiri. Jika Arak Bali bisa berjaya di Bali, maka saya yakin Arak Bali mampu mengangkat perekonomian di Bali”, tutupnya.

Dalam kunjungan ini, UD. Nikki Sake juga turut menghadirkan mitra koperasi dan petani/perajin untuk menunjukkan sinergi perusahaannya sesuai Pergub No. 1 Tahun 2020. Setidaknya sekitar lima koperasi dan tujuh petani/perajin hadir dalam pertemuan ini untuk menyampaikan pendapat maupun sarannya kepada tim sertifikasi.

I Wayan Sudartama, Bendahara Koperasi Produsen Putra Desa Wisata, mengatakan dampak positif dari adanya Pergub No. 1 Tahun 2020 membuat adanya tata kelola dari alur distribusi Arak Bali.

“Peran Koperasi setelah adanya Pergub No. 1 Tahun 2020 ini membuat ruang dan posisi untuk koperasi”, ujarnya.

Sudartama juga mengatakan harapannya agar petani arak dapat menjaga kualitas bahan baku Arak agar koperasi dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari petani arak. Selanjutnya, ia mengharapkan pabrik dapat semakin dapat memfasilitasi penjualan maupun distribusi sehingga koperasi tidak terkendala ketika bahan baku telah didapatkan.

I Wayan Darma, mengatakan adanya Pergub No. 1 Tahun 2020 sudah sangat bagus, namun berharap kedepannya bahwa penjualan dan distribusi dapat semakin diperluas.

“Bantu kami menjaga produksi dengan meluaskan pangsa pasar. Kami sangat ingin membantu petani dengan membeli bahan baku dengan lebih banyak”, ujar Ketua Koperasi Karya Nadi Utama itu.

Petani Arak I Putu Suarsana mengatakan kondisi petani sudah berubah ke arah positif setelah diterbitkannya Pergub No. 1 Tahun 2020.

“Kalau dulu tersendat-sendat. Sekarang untuk berproduksi lancar dan tetap ada.Kalau dulu pemasaran ketat sekali, dipersulit, sekarang sudah tidak ada”, sambungnya.

Dulu, lanjutnya, bahkan petani memasarkan produknya dengan one-by-one, sekarang ia mengakui Arak bisa dipasarkan melalui koperasi juga.

“Kami juga berharap petani dapat menjual Arak ke luar Bali juga. Semoga Bali bisa go-international melalui arak”, pungkasnya.

Menutup kunjungan, Sub Koordinator Intermediasi, Difusi, dan Komersialisasi Kekayaan Intelektual pada BRIDA Provinsi Bali Dewa Puspa mengatakan bahwa pabrik UD. Nikki Sake sudah mengimplementasikan Pergub Nomor 1 Tahun 2020 dengan baik dalam mengikuti tata kelola minuman fermentasi destilasi Arak Bali.

“Produk-produk dari UD. Nikki Sake masih berhak untuk mencantumkan label BARAK pada setiap produknya”, tutupnya.

Pastikan Pembangunan Berlangsung Baik, Bupati Sanjaya Tinjau Pengerjaan Taman Alit Saputra

TABANAN – Pantaubali.com – Di sela-sela kegiatannya usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, melakukan peninjauan proyek pemasangan patung dan ornament lainnya di kawasan Taman Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Tabanan, Selasa, (22/11).

Dalam tinjauan itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Kadis PUPR, dan Kabag Prokopim Tabanan. Pemerintah Kabupaten Tabanan dibawah pimpinan Bupati Sanjaya, berupaya untuk melakukan penataan ruang dalam mempercantik tampilan kota yang dimulai dari penataan taman di area Kota Tabanan.

Pastikan proyek pembangunan taman berlangsung dengan baik, Bupati Sanjaya langsung melakukan perbincangan dengan Kepala Dinas PUPR Tabanan dan para pekerja pembuat Taman di lokasi. Sanjaya mengapresiasi dari segi proses pengerjaan namun beberapa saran juga disampaikan Sanjaya agar penataan taman terlihat menarik, mulai dari peletakan patung, hiasan taman dan juga keselamatan pengunjung.

Mulai dari detail kecil menjadi perhatian orang nomor satu di Tabanan itu agar peletakan patung dan pengerjaan lainnya sempurna. Mulai dari peletakan patung, penanaman pohon besar maupun kecil dan hiasan lainnya dikatakan harus sesuai dan menjamin keselamatan.

“Disamping terlihat menarik dan indah, keamanan taman bagi pengunjung juga harus dipikirkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pinta Bupati Sanjaya.

Bahkan, Sanjaya mengingatkan bahwa, keselamatan pengunjung adalah hal yang paling utama, sehingga pemerintah mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.

“Kita semua harus jaga-jaga, mana pohon yang berpotensi membahayakan dan tidak untuk di taman di taman. Kita harus memberikan kenyamanan kepada seluruh komponen masyarakat nantinya, jangan sampai kalau ada masyarakat yang tertimpa bahaya gara-gara taman ini,” tegas Sanjaya.

Agar mendapatkan hasil yang sempurna, Bupati Sanjaya menghimbau jajaran agar mengajak seluruh pihak terkait dalam penyempurnaan taman ini. Bahkan, Sanjaya juga menghimbau agar mengajak tenaga profesional dalam kegiatan, sehingga semuanya bisa berjalan baik dan lancar dari segi penampilan dan estetika. Selain memberikan keamanan dan kenyamanan, diharapkan juga mampu menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Pemkab Tabanan Apresiasi Dukungan Pemprov Bali dalam Peringatan ke-76 Puputan Margarana

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan yang diwakili Wakil Bupati, I Made Edi Wirawan, SE, didampingi Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, menghadiri sekaligus mengikuti pelaksanaan Upacara Peringatan ke-76 Puputan Margarana, yang dilangsungkan di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Kemarin (Minggu, (20/11).

Peringatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ini, tepatnya pada 20 Nopember, dipimpin langsung Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace. Turut juga dihadiri pimpinan DPRD Bali, jajaran Forkopimda Bali juga Tabanan, para Veteran dan keluarga pejuang, para Siswa dan komponen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa sejarah bangsa Indonesia mencatat, bahwa Puputan Margarana merupakan peristiwa heroik dari pasukan Ciung Wanara bersama rakyat yang dipimpin oleh Letkol. I Gusti Ngurah Rai. Untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kembali daerah kedaulatan kita sampai tetes darah penghabisan.

Disamping itu, peringatan ini juga dikatakan Wagub Cok Ace bukan hanya sebagai ucapan rasa syukur, tetapi juga sebagai eksistensi sebagai jati diri bangsa bermartabat yang dilahirkan oleh para pejuang. Perjuangan dan pengorbanan tanpa pamrih para pejuang ini, dikatakannya patut dijadikan contoh dan tauladan oleh semua komponen masyarakat pada era sekarang ini.

Sejalan dengan itu, maka sangat tepat tema yang diangkat dalam peringatan kali ini adalah Mengimplementasikan Nilai Nilai Puputan Margarana menuju Bali Unggul. Hal itu dikatakan dapat diwujudkan melalui kebersamaan seluruh komponen masyarakat mewujudkan kesejahteraan sosial dalam kontek budaya Bali yang adi luhung, melalui konsep Tri Hita Karana dan konsep Menyama Braya.

Dimana nilai-nila tersebut sangat sejalan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara dan falsafah NKRI.

“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus memupuk dan meningkatkan rasa solidaritas, dijiwai dengan semangat Puputan Margarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali dengan visi misi dan program Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” imbuh Cok Ace.

Dikesempatan itu, tepatnya usai upacara peringatan ke-76 Puputan Margarana, Wagub Cok Ace, didampingi Wabup Edi beserta undangan lainnya melakukan ziarah dan tabur bunga di makam para pahlawan. Diawali dengan persembahyangan dan tabur bunga di monumen TPB Margarana, dilanjutkan tabur bunga pada makam Letkol. I Gusti Ngurah Rai, Kapten Debes dan makan pejuang lainnya.(Rls)

Personil Koramil 1619-08 Penebel Gotong Royong Perabatan Jalan di Sangketan

TABANAN – Pantaubali.com – Danramil 1619-08/Penebel Kapten Inf I Nyoman Arya Kepakisan bersama jajarannya melaksanakan pendampingan kegiatan gotong royong perabatan jalan rusak bersama warga masyarakat setempat di Jalan Kabupaten menuju Pura Luhur Muncaksari Desa Sangketan, Sabtu, (19/11). Perabatan jalan rusak ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi warga yang melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Muncaksari.

Kegiatan pendampingan oleh Forkopimcam Penebel yang dipimpin Camat Penebel I Made Surya Dharma tersebut hadir Danramil 1619-08/Penebel, Kepala Desa Sangketan, Kawil se Desa Sangketan, serta masyarakat desa sangketan sekitar 75 orang.

Danramil 1619-08/Penebel Kapten Inf I Nyoman Arya Kepakisan mengatakan bahwa Pemerintah desa sangketan didampingi Forkopimcam penebel beserta jajaran melaksanakan gotongroyong perabatan jalan untuk memberikan kenyamanan kepada warga yang ingin melaksanakan persembahyangan ke Pura Luhur Muncaksari. Karena jalan menuju Pura Luhur Muncaksari ini mengalami rusak yang dapat mengganggu pengguna jalan. Sehingga perlu diadakan perabatan untuk mengurangi kerusakan jalan tersebut.

“Kami bersama forkopimcam Penebel melaksanakan pendampingan dalam kegiatan gotongroyong perabatan jalan rusak menuju Pura Luhur Muncaksari bersama warga masyarakat desa sangketan. Karena kondisi jalan rusak ini dapat mengganggu aktifitas warga yang lewat menuju Pura Luhur Muncaksari,” kata Kapten Arya Kepakisan.

Danramil juga mengatakan, apalagi saat ini musim hujan turun sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Sehingga dikawatirkan jalan rusak ini licin saat musim hujan dan dapat mengganggu kelancaran pengguna jalan yang menuju Pura Luhur Muncaksari.

“Dengan adanya kegiatan perabatan jalan ini diharapkan bagi pengguna jalan menuju Pura Luhur Muncaksari merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Jenazah WNA Amerika Terpeleset di Lereng Gunung Agung Dievakuasi

KARANGASEM – Pantaubali.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi jenasah seorang WNA asal Amerika Serikat yang terpeleset saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Karangasem, Jumat,(18/11).

Korban bersama rombongan naik dari Pos Pendakian Pengubengan Besakih pada Kamis sekitar pukul 23.00 Wita. Nahas ketika dalam perjalanan korban terpeleset hingga mengalami cedera di bagian kepala, kaki dan pinggang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnaa Bali) menerima laporan kejadian pada pukul 09.25 Wita dan segera menggerakkan 7 personil dari Pos SAR Karangasem. Dari informasi yang diterima, diketahui korban atas nama Kevin (51) beserta pendaki lainnya berada di ketinggian kurang lebih 2700 mdpl.

Setelah terjatuh korban mendapatkan penanganan awal karena kebetulan salah satu wisman yang ikut pendakian adalah tenaga medis, namun sayang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 Wita nyawanya tak terselamatkan.

“Pukul 12.30 Wita kami dapat informasi korban sudah ditandu dalam keadaan tidak sadarkan diri dan beberapa jam kemudian tim di lapangan melaporkan bahwa korban sudah meninggal dunia,” jelas, Gede Darmada dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pencarian SRU 1 yang merupakan pemandu lokal bergerak lebih awal menuju lokasi korban, disusul SRU 2 dan SRU terakhir bergerak pada pukul 10.50 Wita. Pada pukul 16.05 Wita SRU 3 bertemu dengan SRU 1 dan 2, yang membawa korban turun di ketinggian 2350 mdpl.

Selanjutnya jenasahnya dievakuasi menuju Posko Pengubengan. Tim SAR gabungan serta jenasah korban baru tiba di tujuan keesokan harinya, Sabtu,(19/11) pukul 00.15 Wita, kemudian jenasah dibawa ke Puskesmas Rendang dengan Menggunakan Ambulance RSUD Kabupaten Karangasem.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Basarnaa Bali (Pos SAR Karangasem), Polsek Rendang, Babinkamtibmas Desa Besakih, Babinsa Desa besakih, BPBD Karangasem, Koramil Rendang, RSUD Karangasem, Puskesmas Rendang,PMI Karangasem, Pemandu Gunung Agung Basecamp, rekan korban dan masyarakat setempat.

Antusias, Yoga Bersama Serangkaian HUT ke-529 Kota Tabanan Diikuti Ribuan Peserta

TABANAN – Pantaubali.com – Menjelang perayaan HUT Kota Tabanan ke-529, “Jayaning Singasana”, berbagai kegiatan dilakukan untuk menyemarakkan perayaan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan ASN. Salah satunya, melalui kegiatan Yoga Bersama yang dilangsungkan di kawasan Taman Bung Karno, Tabanan, Jumat, (18/11).

Kegiatan yang dimulai jam 07.00 wita sampai selesai ini, mampu menarik antusias ribuan Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan, serta komunitas dan masyarakat setempat. Dimana, Yoga bersama ini juga turut dihadiri oleh para Asisten, para Kepala OPD dan Kepala Bagian, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.

Disamping untuk menyemarakkan puncak HUT Kota pada 29 Nopember mendatang, Bupati Tabanan yang dalam hal ini diwakili Asisten I AA. Ngurah Agung Satria Tenaya di sela-sela kegiatan, mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik dalam meningkatkan kedisiplinan dan kebersamaan, khususnya ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Sesuai penuturan salah satu instruktur Yoga, Bagus Krisna dari Redaya Yoga Nusantara, mengatakan, bahwa hari ini merupakan hari yang bahagia bagi dirinya. Dimana, bisa turut berpartisipasi dalam semarak HUT Kota sebagai instruktur yoga. Ia berharap, kegiatan ini menjadi awal kegiatan yoga di HUT Kota untuk tahun-tahun berikutnya.

“Padahal cuaca agak mendung sedikit, tetapi semangat dari yoga masal dengan seribu ASN dan juga ada masyarakat umumnya, ini sangat luar biasa. Semoga ini menjadi titik awal untuk tahun-tahun berikutnya Tabanan menggelar yoga terus setiap hari jadinya. Selamat Ulang Tahun Kota Tabanan ke-529, Jayaning Singasana,” ucapnya.

Selain untuk kesehatan, Yoga juga mempunyai banyak manfaat, seperti dapat sebagai peningkat fungsi kerja hormonal pada tubuh, sebagai peningkat sirkulasi darah ke semua sel tubuh dan otak, sebagai pembentuk postur tubuh yang lebih tegap, dan juga otot yagn lebih lentur dan kuat, peningkat kapasitas paru-paru ketika bernafas, membuang racun dari dalam tubuh, peningkat kesadaran pada lingkungan, dan lainnnya.(Rls)

Bupati Sanjaya Turun Langsung Motivasi Penari dan Penabuh Tari Jayaning Singasana AUM saat Latihan

TABANAN – Pantaubali.com – Gamelan merupakan salah satu unsur utama yang tidak dapat dipisahkan dalam kesenian tari. Agar gerakan tari terlihat lebih hidup dan metaksu dalam puncak HUT ke-529 Kota Tabanan 29 Nopember mendatang, diperlukan iringan gamelan yang sesuai sebagai pendukung.

Memastikan hal tersebut, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menginginkan seluruh instrumen tampil apik dan maksimal. Bersama jajaran, Bupati Sanjaya melihat latihan iringan gamelan tari oleh penabuh dan penari di rumah seniman asal Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, Rabu, (16/11).

“Kita dalam rangka HUT Kota ke-529 ini, kita juga ingin menciptakan sebuah karya dan sangat penting. Setiap event, setiap pemimpin sangat perlu membuat suatu legacy atau warisan apalagi dalam HUT yang bersejarah ke-529 ini,” ucap Sanjaya dalam kunjungannya tersebut sekaligus menujukkan kepuasannya atas penampilan seka tabuh dan penari dalam latihan.

Menurut Sanjaya, bahwa setiap pemerintahan baik dulu maupun sekarang pasti ingin membuat suatu legacy atau warisan. Dimana dijelaskan, bahwa dulu juga ada maskot tarian yakni Bungan Sandat Serasi yang tariannya sangat lembut sekali seperti seorang perempuan cantik, juga mendapat petunjuk dari sulinggih agar pembangunan Tabanan mengambil filosofi bungan Sandat.

Begitupun sekarang, dengan Adanya Tarian Jayaning Singasana AUM, merupakan kebalikan dari Tari Bungan Sandat Serasi. Dimana, Tarian Jayaning Singasana AUM bersifat maskulin, seperti laki-laki yang gagah tegas dan berkarakter yang ditarikan oleh 7 orang penari dan waktu tarian juga selama 7 menit.

“Makna dari Tarian Jayaning Singasana AUM ini adalah bagaimana pemerintahan yang sekarang ini memaknai dan membangun Tabanan ini dengan sungguh-sungguh. Jayaning ini artinya jaya atau kemenangan, Singasana artinya Linggih atau tempat duduk juga kekuasaan, bagaimana kita memiliki kekuasaan yang positif untuk meraih kejayaan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” imbuh Sanjaya.

Disamping itu, dari segi atribut, tarian ini juga mengambil filosofi tridatu, yaitu merah melambangkan pencipta, putih melambangkan pemelihara dan hitam sebagai pelebur. Menghadirkan nuansa dan filosofi kehidupan untuk bagaimana agar menciptakan sesuatu yang lebih baik lagi, begitupun dengan membangun Tabanan harus dilandasi dengan ide-ide dan gagasan yang sangat luar biasa. (Rls)