- Advertisement -
Beranda blog Halaman 696

Gubernur Bali Apresiasi Kehadiran Relawan Kemanusiaan Dalam Penanganan Bencana

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Upaya-upaya pengurangan risiko bencana memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, masyarakat/komunitas, dunia usaha, akademisi, media massa atau yang biasa kita sebut sebagai unsur pentahelix bencana.

Kehadiran relawan merupakan perwakilan dari unsur masyarakat/komunitas yang menjadi sumber daya sekaligus aset yang dimiliki bangsa karena relawan adalah salah satu garda terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat terdampak bencana. Demikian sambutan Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin saat membuka Festival Nasional Relawan Kesehatan dan Public Safety Center 119 di Harris Hotel & Convention, Denpasar, Senin (5/12)

“Sinergitas antara Pemerintah dengan relawan telah terjalin sejak lama dalam berbagai kesempatan terutama dalam menghadapi tanggap darurat bencana atau krisis kesehatan. Saya harap, sinergitas ini dapat terus terjalin dan dikembangkan melalui kegiatan nyata, demi mewujudkan ketangguhan dalam menghadapi bencana,” kata Rentin membacakan sambutan Gubernur.

Ia menambahkan, dalam menghadapi setiap risiko bencana yang ada, relawan kesehatan secara khusus dibutuhkan di setiap tahapan siklus manajemen bencana karena kompetensinya yang tidak dapat digantikan oleh profesional lainnya.

“Maka dari itu Saya menyambut baik keberadaan komunitas Relawan Kesehatan seperti KREKI karena memiliki komitmen yang sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Dalam Visi ini terkandung nilai mulia membawa krama Bali menuju kehidupan yang sehat dan aman termasuk aman dari ancaman bencana,” ujarnya

Bertepatan dengan Hari Relawan Internasional pada hari ini, Ia mengucapkan terima kasih kepada para relawan kemanusiaan di seluruh Indonesia yang telah bekerja secara sukarela dan ikhlas dalam upaya penanggulangan bencana. Ia berharap para relawan bisa selalu menjadi pelopor penanggulangan bencana yang tangguh di setiap daerah dan terus meningkatkan kompetensinya serta tetap menjunjung Panca Darma Relawan Penanggulangan Bencana yaitu Mandiri, Profesional, Solidaritas, Sinergi dan Akuntabel.

Kegiatan Festival Nasional Relawan Kesehatan dan Public Safety Center 119 mengangkat tema “Tingkatkan Solidaritas Melalui Kerelawanan” dan dimeriahkan dengan Kompetisi Poster (Penanganan Emergency Pra Hospital Inovasi dan Penanganan), Kompetisi CPR (Tatalaksana RJP – perorangan) dan Deklarasi komitmen untuk bergabung dalam tenaga cadangan kesehatan.

Wagub Cok Ace Hadiri Pencanangan Reformasi Birokrasi Tematik di Istana Wapres

 

JAKARTA – Pantaubali.com -Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri acara Pencanangan Reformasi Birokrasi Tematik yang dirangkai dengan Peresmian Mal Pelayanan Publik yang berlangsung di Istana Wakil Presiden RI Jalan Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022). Dalam kesempatan itu, peserta yang hadir juga menerima pengarahan dari Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin.

Wapres Ma’ruf Amin dalam arahannya memberi penekanan pada pentingnya keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang saat ini telah berjumlah 103 dan tersebar di kabupaten/kota. Menurutnya, keberadaan MPP menggambarkan komitmen semua pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Keberadaan 103 MPP ini tidak hanya menandakan keberhasilan pemenuhan target tahun 2022, tetapi juga menjadi bentuk konkret hasil kolaborasi antar sektor menuju integrasi penyelenggaraan pelayanan publik berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Secara khusus, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan lima point arahan kepada lembaga terkait untuk mengembangkan MPP agar kualitas layanan publik semakin meningkat. Pertama, Kementerian PANRB diminta segera merumuskan dan melaksanakan terobosan MPP yang lebih dinamis melalui platform digital. Kedua, Wapres mendorong Kementerian Investasi menyempurnakan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS).

Berikutnya, Wapres menekankan pentingnya pemberian tambahan anggaran bagi daerah yang kapasitas fiskalnya rendah. “Bappenas dan Kementerian Keuangan agar memberikan dukungan anggaran untuk peningkatan kualitas pelayanan publik bagi Pemerintah Daerah, khususnya bagi daerah yang kapasitas fiskalnya rendah,” jelas Wapres.

Arahan lainnya, para pemimpin daerah diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai layanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi satu kesatuan dalam MPP yang telah dibangun. “Para Gubernur, Bupati dan Sekda berkomitmen kuat dan bersama-sama mengintegrasikan berbagai jenis layanan OPD dalam satu penyelenggaraan MPP,” ungkap Wapres.

Mengakhiri arahannya, ia minta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan Menteri Dalam Negeri bersama Sekretaris Eksekutif KPRBN menyelesaikan Desain MPP Digital sehingga dapat diadopsi di berbagai daerah. “Setelah diujicobakan di daerah terpilih, harapannya desain ini dapat segera direplikasi di daerah lain, sehingga target capaian MPP di semua kabupaten/kota tahun 2024 dapat dipastikan capaiannya,” ujarnya.

Berkenaan dengan Program RB Tematik, Wapres menyampaikan bahwa program ini perlu didorong untuk memperkuat peran birokrasi dalam mendukung agenda prioritas nasional. “Kementerian PANRB bersama dengan Kementerian dan Lembaga lain, serta seluruh Pemerintah Daerah, mutlak untuk mendukung pelaksanaan komitmen RB Tematik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa pencanangan Program RB Tematik merupakan upaya menjadikan birokrasi mampu menjawab dan menyelesaikan isu strategis di tengah masyarakat, yaitu isu kemiskinan, kemudahan investasi, digitalisasi pemerintahan, dan prioritas aktual Presiden. “RB saat ini secara umum berfokus pada perbaikan sistem dan manajemen internal guna menyelesaikan permasalahan birokrasi, ke depan akan ditambah dengan fokus isu-isu program pemerintah atau problem hilir,” ujarnya.

Deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat adalah salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Berencana Menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian  alam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan  terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat dilakukan bertujuan untuk mengetahui tersedianya sistem dan data base sumber daya desa adat, tersedianya data terpadu desa adat yang menyeluruh meliputi parahyangan, pawongan dan palemahan sekaligus memudahkan pengambilan kebijakan untuk pengembangan potensi desa adat serta langkah-langkah strategis untuk pembangunan desa adat ke depan dengan lokasi sasaran di 1.493 desa adat diseluruh Kabupaten/ Kota se-Bali.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, Ketut Wica mengatakan Bali Era Baru adalah suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru, yakni Bali yang kawista, Bali kang tata-titi tenteram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga (3) dimensi utama, yakni bisa menjaga keseimbangan alam, krama dan kebudayaan Bali, genuine Bali. Mampu memenuhi kebutuhan, harapan dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan, dan yang terpenting adalah memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang (management resiko).

 

Ditambahkan Ketut Wica, bahwa visi menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga (3) aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang terdiri dari Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi dan Jagat Kerthi.

Dalam deseminasi yang di laksanakan pada 5 Desember 2022 Di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat ini dijelaskan terkait bagaimana desa adat itu memiliki data keseluruhan agar saat membuat potogram akan mempermudah pemetaan apa yang harus dilakukan sekaligus mengetahui potensi apa yang ada di desa adat itu, sehingga dengan mengetahui potensi yang ada maka pimpinan kita dapat dengan mudah membuat program pembangunan di masing-masing desa adat itu. Sehingga potensi yang ada tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.

“Potensi desa wisata banyak maping yang sudah ditemukan, dan sudah dikeluarkan juga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Dengan adanya data yang jelas, tentu akan berfungsi untuk mempermudah menentukan desa-desa adat mana saja yang bisa terlebih dahulu memenuhi syarat dialokasikan sebagai desa wisata.  Dari 1493 desa semua memiliki peluang menjadi desa wisata berdasarkan

dari segi seni budaya dan kearifan lokal”, tegas Kabid Ketut Wica.

Koordinator Tim Analisa Hasil Sensus Putu Manik Prihatini sebagai salah satu narasumber menyampaikan hasil sensus berencana sumber daya Bali berbasis desa adat tahun 2022 adalah hasil analisis terkait dengan jumlah desa adat di Bali 1.493 desa adat yang tersebar di sembilan (9) Kabupaten/ Kota se-Bali. Sensus pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021, yang diawali dengan sosialisasi pelaksanaan sensus di 57 Kecamatan se-Bali.

 

Selain Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica dan Koordinator Tim Analisa Hasil Sensus Putu Manik Prihatini, hadir juga Prof. Ketut Darmaputra yang merupakan salah satu Tim dari Kelompok Ahli Pembangunan Informasi dan Teknologi Provinsi Bali. Kegiatan ini juga dihadiri oleh

Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, Tim IT Dinas Kominfos Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Perwakilan Bendesa Agung Provinsi Bali, Bendesa Madya  dan Bendesa Alit Provinsi Bali dan Kabupaten/ Kota se-Bali serta para Koordinator Tenaga Penyuluh Bahasa Bali tingkat Provinsi Bali.

IESF World Esport Championship Telah Resmi Digelar di Bali, PB ESI Incar Juara Umum

BADUNG – Pantaubali.com – Esports telah menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup bergengsi, di mana seorang gamer memiliki kesempatan untuk mengharumkan nama Indonesia melalui permainan yang ada di gawai. Terkait hal tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah piala dunia esports bertajuk IESF Bali 14 World Esports Championships.

Mulai 2 Desember dan diakhiri pada 11 desember 2022 World Esports Championship ke – 14 yang diadakan di hotel Merusaka Nusa Dua Bali resmi dibuka dengan memperebutkan 6 nomor gim, antara lain: Tekken 7, Dota 2, Mobile Legend: Bang Bang, PUBG Mobile, eFootball 2022, dan CS:GO.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali resmi membuka kejuaraan dunia esport IESF Bali 14th World Esports Championship 2022 di Merusaka, Nusa Dua, Bali pada Jumat malam.

Menpora Zainudin Amali mengapresiasi hasil kerja keras Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) mampu menyelenggarakan ajang internasional yang dihadiri oleh 105 negara dan diikuti sedikitnya diikuti 600 atlet.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia Bambang Sunarwibowo dan President Federasi Esport Internasional (IESF) Vlad Marinescu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Marciano Norman, dan gubernur Bali Wayan Koster.

Sebagai tuan rumah tentu saja Indonesia memiliki optimisme yang tinggi untuk memboyong emas dan menargetkan juara umum.

Budi Gunawan Selaku Ketua Umum PB ESI dan Bambang Sunarwibowo selaku Wakil Ketua Umum PB ESI memberikan arahan bahwa Indonesia harus sukses sebagai penyelenggara dan sukses dalam prestasi. Dengan semangat dan komitmen tersebut, Indonesia akan berjuang dengan kemampuan terbaik agar bisa menjadi juara umum.

Sementara itu Ketua Bidang Pelatih dan Wasit PB ESI Christian Suryadi mengatakan bahwa baik dari nomor CS:GO, PUBG Mobile maupun Mobile Legends, Indonesia diketahui memiliki pemain kompeten yang bisa diandalkan.

World Esports Championship ke – 14 yang diadakan di hotel Merusaka Nusa Dua Bali berlangsung mulai 2 Desember dan diakhiri pada 11 desember 2022 dengan memperebutkan 6 nomor gim, antara lain: Tekken 7, Dota 2, Mobile Legend: Bang Bang, PUBG Mobile, eFootball 2022, dan CS:GO. Kejuaraan dunia kali ini sedikitnya diikuti 600 peserta yang memperebutkan nominal hadiah yang besar.

Seluruh partisipan yang terlibat dalam kompetisi esport skala internasional ini tidak hanya berupaya untuk menyabet gelar juara saja. Mereka juga berupaya memperebutkan total hadiah hingga 500 US Dollar atau sekitar Rp. 7,7 miliar.

Pada kesempatan berbeda, Budi Gunawan pernah mengungkapkan agar Esport bisa membantu pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka 1 tahun dan 5 tahun ke depan, PB ESI akan menjadi organisasi yang betul-betul dapat dibanggakan, menjadi organisasi cabang olahraga terbaik dari cabang olahraga lainnya. Serta yang terpenting yakni membantu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Selain itu, Ketua Umum PB ESI yang Juga Kepala BIN tersebut memberikan tantangan untuk para pengurus PB ESI agar dapat mengembangkan ekosistem esports di Indonesia, terutama dalam menciptakan games yang berdaya saing internasional, sehingga produk-produk esport dalam negeri ini dapat merajai pangsa pasar dalam negeri. Jangan seperti saat ini dikuasai oleh game-game dari luar negeri.

Sebelumnya, PB ESI juga sempat menggelar Rakornas PB Esports Indonesia yang diselenggarakan pada 4-6 Maret 2022. Dalam kesempatan tersebut, PB ESI juga memberikan sosialisasi desain besar program kerja, regulasi, hingga menyerap rekomendasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus memperingati HUT ke-2 PB Esports Indonesia.

Keinginan PB ESI untuk menjadikan esports sebagai pendongkrak ekonomi tentu saja bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan World Economic Forum (WEF), esports telah membawa industri game tumbuh kuat ke level berikutnya sejak covid-19 melanda. Bahkan, ekonomi bisa terus bergulir dengan salah satu penggeraknya adalah industri game.

Data lain menyebutkan, 90% populasi di Asia Tenggara adalah pemain esports. Hebatnya lagi, sebagian besar pemain berasal dari Indonesia. Angka ini tentu saja membuktikan bahwa setengah penduduk Indonesia adalah pemain game.

Berdasarkan statistik tersebut, tentu saja Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa semakin mengembangkan pertumbuhan ekonomi lewat industri game dan esports.

Meski diyakini bahwa perkembangan esport adalah sesuatu yang luar biasa, ternyata masih bermunculan stigma negatif terhadap dunia esports. Tentu saja untuk mengurangi stigma tersebut, diperlukan dukungan dari banyak pihak baik developer game, media, pemerintah dan berbagai stakeholder.

Perlu diketahui bahwa bermain game dengan dunia esports adalah dua hal yang berbeda, kalau hanya bermain game sudah pasti akan mendapatkan stigma negatif utamanya dari orang tua. Tetapi esport tidak sekadar bermain game, esports juga telah menjadi sebuah industri di mana setiap jam yang dihabiskan oleh pro player sangatlah berharga, tidak hanya mengasah skil, tetapi juga analisa tentang kesalahan, kekurangan dan strategi ke depannya dengan melibatkan berbagai pihak seperti pelatih dan analis.

Esports sendiri telah mencakup 3 unsur dasar untuk kemudian bisa masuk ke dalam cabang olahraga, yakni unsur sportifitas, unsur kompetitif dan unsur prestasi.

Melalui IESF World Esport Championsip, diharapkan Indonesia bisa menunjukkan prestasi yang membanggakan, di sisi lain, perkembangan esports juga perlu didukung agar dapat berperan dalam perkembangan ekonomi.(Penulis adalah kontributor Persada Institute, Putu Raditya )

Dukung Kekompakan Komunitas Sepeda Motor, Bupati Tabanan Ikut Touring Keliling Kota

TABANAN – Pantaubali.com – Euforia perayaan Hari Jadi Kota Tabanan, Singasana yang ke 529 seperti tak hentinya semarak di tengah-tengah masyarakat. Kali ini, datang dari Club Motor Nocken Ass MC Tabanan yang juga merayakan Hari Jadinya yang ke 11. Tak tanggung-tanggung, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, juga turut ikut serta dalam perayaan, dengan berkonvoi bersama, beriringan menggunakan sepeda motor dari Rumah Jabatan Bupati Tabanan hingga titik kumpul puncak acara di Gedung Kesenian, I Ketut Maria Tabanan, Sabtu sore (3/12).

Di kesempatan itu pula nampak Sekda dan para OPD terkait di lingkungan Pemkab turut bersepeda motor beriringan bersama Bupati Sanjaya. Di perayaan HUT nya yang ke 11, komunitas Nocken Ass MC juga melakukan touring di seputaran Kota Tabanan dengan mengambil jalur Persiapan – Subamia – Tuak Ilang dan mengundang seluruh komunitas sepeda motor di Bali, untuk berkumpul di puncak acaranya di Gedung I Ketut Maria Tabanan.

Mengambil tema Get Up and Stand Up, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan yang mengedepankan kebersamaan dan kreatifitas di komunitas ini. Pihaknya menyatakan, kegiatan positif sangat dibutuhkan terlebih saat Tabanan mulai bangkit pasca Pandemi Covid-19. Tak hanya touring, ragam kegiatan juga dilaksanakan di lokasi seperti pameran tempat tattoo, pameran airbursh helm dan pameran sepeda motor.

Bupati Sanjaya juga menyempatkan meninjau mesin Pirolisis hasil kreatifitas anak muda yang di pamerkan saat itu, di mana, mesin-mesin ciptaan ini mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar / BBM. Tak hanya apresiasi, tentunya terobosan itu juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Sanjaya, terlebih dalam membantu mengatasi tumpukan sampah yang selama ini menjadi kendala di Bali.

Selain menyampaikan ucapan ulang Tahun untuk komunitas Nocken Ass MC, Bupati Sanjaya juga ungkapkan rasa kagumnya terhadap kekompakan yang solid dan terjalin antara anggota komunitas, tak hanya dari komunitas sepeda motor saja, tapi dari seluruh komunitas-komunitas lain yang menyelengarakan kegiatan di Gedung bersejarah I Ketut Maria dalam rangka mewarnai seni dan budaya di Tabanan.

“Kita bangga melihat bagaimana kerukunan komunitas motor datang ke Tabanan, saya selaku Bupati dan Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih dan selamat datang di Tabanan” Ujarnya saat itu.

“Kami di Pemerintah memiliki sebuah komitmen, apapun komunitas yang ada di Tabanan, kami di Pemkab selalu mensupport, kegiatan-kegiatan apapun yang dilakukan oleh anak-anak muda di generasi ini, kita sangat welcome, seperti hari ini” imbuhnya lagi.

Oleh sebab itu, Sanjaya berharap, keberadaan Gedung I Ketut Maria, Taman Bung Karno dan fasilitas umum lainnya di Tabanan bisa dimanfaatkan dengan maksimal, oleh ragam kegiatan positif yang membangun. Tak hanya itu, pihaknya juga berharap para komunitas dapat memanfaatkan acara Car Free Day di setiap hari minggu pagi sebagai wadah untuk berkumpul dan meramaikan kota Tabanan.

“Maka apa yang menjadi tema, Get Up and Stand Up, artinya mari kita bangkit bersama, mari kita berdiri tegak bersama sebagai orang Tabanan, banggalah menjadi orang Tabanan, tetap jaga persatuan dan kerukunan di antara kita” Ujar Sanjaya penuh semangat. Sembari mengucap Selamat ulang tahun, Sanjaya juga berharap, komunitas ini akan bisa bertumbuh dewasa, semakin bagus dan kreatif.

“Suksema, telah mewarnai kabupaten Tabanan dengan banyaknya kegiatan sosial dalam membantu pemerintah Tabanan. kami sangat bangga” tutupnya.

Partisipasi dan kehadiran jajaran Pemerintah Tabanan saat hadir dan mengikuti touring sore hari itu, mendapat sambutan yang sangat hangat dari para anggota komunitas. Seperti yang disampaikan oleh I Gst. Bagus Arya Candra Palasara selaku Ketua Panitia saat itu, bahwa perhatian langsung dari Bupati memberikan kepercayaan diri bagi anggota.

“Terima kasih banyak pada Pak Bupati yang telah hadir, kehadiran Bapak sangat memberikan rasa percaya diri bagi teman-teman di komunitas, bahwa kepedulian Bapak sangat besar terhadap komunitas yang ada di Tabanan, mudah-mudahan ke depannya kita bisa membuat hal-hal yang lebih baik dan berguna untuk Tabanan ke depannya” ungkap Arya. Acara diramaikan dengan pemberian doorprize dan pertunjukkan musik.

Pekerja Lebih Nyaman Bekerja Dilindungi Jaminan Sosial

DENPASAR – Pantaubali.com – Para pekerja melakukan aktifitas pekerjaannya tentu selain membutuhkan gaji yang mencukupi, kenyamanan dalam menjalani pekerjaan juga sangat dibutuhkan juga oleh para pekerja.

Para pekerja dalam suatu usaha tentu membutuhkan jaminan sosial tenaga kerja untuk masa depannya kelak.

Keinginan para pekerja tersebut rata-rata telah ditangkap BP Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dengan memberikan solusi sekaligus menjawab kebutuhan terhadap perlindungan pekerja.

Hal tersebut salah satunya telah dirasakan staf HRD di sebuah perusahaan film animasi di Bali, Vieda Pra Ramadhani, SS menyampaikan, tentu bekerja lebih tenang setelah memiliki dan menjadi peserta program BP Jamsostek secara mandiri.

Dirinya ikut Jamsostek sejak awal bekerja atau sekitar 5 tahun yang lalu.

“Tujuan ikut menjadi peserta Jamsostek tidak saja memberikan jaminan perlindungan saat bekerja, tetapi punya tabungan di masa pensiun termasuk untuk perlindungan masa depan keluarga saya, Pokoknya sangat bermanfaat. Kebetulan suamiku juga peserta BP Jamsostek, jadi tambah tenang,” katanya, belum lama ini di Denpasar.

Kemudian, Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, dalam upaya memberi ketenangan pada keluarga di rumah dan berujung pada masyarakat yang lebih produktif dan sejahtera.

Maka, Dirinya mengajak seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dirinya mengatakan, BPJamsostek merupakan institusi yang diberikan mandat oleh Undang-Undang untuk menyelenggarakan 5 program demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya, yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan yang terbaru Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Selanjutnya Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pusat Anggoro Eko Cahyo, kebijakan yang diterbitkan oleh Gubernur Koster melalui penerapan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepesertaan Jaminan Sosial diapresiasi Dirinya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Gubernur melalui dukungan Perda Nomor 10 Tahun 2019 dimana cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bali mencapai 41%. Ini membuktikan Pemprov Bali komit terhadap kepesertaan jaminan sosial,” paparnya.

Dirinya berharap, dukungan dari Pemprov Bali agar kepesertaan BP Jamsostek semakin meningkat dan semakin banyak masyarakat Bali dapat menikmati manfaatnya.

“Santunan yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi ahli waris. Untuk itu pentingnya keikutsertaan diri dalam program BP Jamsostek adalah hal dasar yang wajib dimiliki seluruh pekerja,” tuturnya.

Adapun BP Jamsostek sendiri merupakan, call name dari BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan), badan hukum publik dibentuk pemerintah untuk menyelenggarakan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia melalui Program Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Selesai HUT Kota Tabanan, Ketua DPRD Langsung Penuhi Uleman Warga

TABANAN – Pantaubali.com – Selesai mengikuti rangkaian acara semarak HUT ke-529 Kota Tabanan yang malam puncaknya pada 29 Nopember 2022, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos kembali tancap gas menghadiri uleman atau undangan masyarakat. Undangan neragam mulai dari acara Ngenteg Linggih hingga acara peresmian lapangan voli.

Pada Rabu, 30 November 2022 Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos menghadiri uleman Karya Ngenteg Linggih Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Pura Khayangan Puseh lan Bale Agung Desa Adat Amplas, Desa Wongaya Gede, Penebel. Dilanjutkan dengan Menghadiri Piodalan Ring Pura Luhur Mekori, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Saat uleman di Pura Luhur Mekori turut mendampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ajik Omardani serta tokoh masyarakat setempat.

Setelah dari Belimbing Pupuan, menghadiri Uleman Ngaben Massal di Banjar Samsam Dua, Ds Samsam, Kerambitan.

“Saya pribadi salut dengan semangat masyarakat melaksanakan kegiatan sosial maupun kegiatan yadnya. Tetap jaga kekompakan danjalin komunikasi dengan tokoh atau pimpinan di daerah,” ujar Made Dirga.

Selain menghadiri uleman, politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara, Tabanan ini juga memberikan punia pada penyelenggara karya berupa uang tunai. Adanya bantuan tersebut diharapkan mampu memotivasi warga sehingga tetap kompak dalam membuat kegiatan.

“Kami sebagai pimpinan di daerah turut mendukung segela bentuk kegiatan masyarakat. Apalagi kondisi serba keterbatasan seperti saat ini, akan kami upayakan membantu semaksimalnya,” ujar Made Dirga. (Rls)

Ipung Tanggapi Pernyataan Penasehat Hukum FS Tersangka Kejahatan Seksual Asal Jepang

DENPASAR – Pantaubali.com – Menangapi pernyataan penasihat hukum Pelajar SMA asal Jepang berinisial, FS tersangka kejahatan seksual terhadap adik kelasnya sendiri yang sempat memberi tanggapan terkait, perbuatan tersebut dilakukan atas hubungan suka sama suka dan tidak ada paksaan.

Penasihat hukum FS juga menyampaikan, bahwa pihak keluarga kliennya berencana untuk meminta maaf atas peristiwa pencabulan yang terjadi antara sang anak dengan korban dikarenakan memang tidak direncanakan.

Salah satu Aktivis anak dan perempuan, Siti Sapurah atau lebih akrab disapa Ipung menyayangkan apa yang elah dikatakan kuasa hukum terdakwa tersebut.

Dirinya menyampaikan, Pertama ingin mengcounter istilah suka sama suka.

Menurut Dirinya, dalam kasus seksual terhadap anak serta dalam Undang-Undang Nombor 17 tahun 2016 perubahan ke 2 dari Undang-Undang Nombor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Selanjutnya, pada Undang-Undang Nombor 17 tahun 2016 berangkat dari Perpu Nombor 1 tahun 2016 penetapan pengganti Undang-udang khusus mengatur tentang apa terdapat atau diatur dalam Pasal 81 dan 82.

Pasal 81 tentang persetubuhan anak di bawah umur Pasal 82 tentang pencabulan terhadap anak dibawah umur yang tergolong kasus kejahatan sexual.

Dirinya mencontohkan, kasus seksual terhadap anak tahun 2016 yang dicetuskan oleh Bapak Presiden Jokowi telah menyatakan, perbuatan kejahatan yang luar biasa dan harus diselesaikan dengan cara luar biasa.

Artinya dalam kasus-kasus kejahatan sexual terhadap anak tidak dikenal dengan istilah mengenal suka sama suka.

Jadi, telah jelas dikatakan bahwasanya, pada Pasal 81, barang siapa mengajak atau siapa mempunyai inisiatif mengajak membiarkan orang untuk mengajak perbuatan persetubuhan dengan tipu muslihat, dengan bujuk rayu telah diatur juga.Meskipun ancamannya dalam kaitan dengan hal tersebut tidak ada.

“Saya ingin counter pertama ini”, cetusnya kemarin,(Sabtu,(3/12) di Denpasar.

Dirinya menyampaikan, pelaku sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama ke pada adik kelasnya dimana pelaku sempat bersekolah sebelumnya.

Hal tersebut akhirnya mengakibatkan Dirinya di keluarkan dari sekolah sebelumnya.Sayangnya pihak korban tidak melakukan laporan ke pihak ke polisian, mungkin korban telah melakukan perdamaian dengan korban saat itu.

Selanjutnya pelaku pindah sekolah dimana akhirnya pelaku melakukan hal yang sama.Akan tetapi, kali ini keluarga korban tidak mau berdamai dan lebih memilih melanjutkan kasus telah dilakukan oleh pelaku ke pihak berwajib.

Menurut Dirinya, seharusnya dipasang oleh Polisi, Penyidik maupun Jaksa dalam kasus tersebut yaitu, Pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat 5 karena, korbannya lebih dari satu orang.Dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun atau maximal 20 tahun.

“Jadi, tidak ada bahasa pembenar untuk berdamai atau melakukan dipersi.Dipersi dalam hal ini boleh dilakukan jika anak pelaku masih di bawah umur.Serta jika ancaman pidananya di bawah atau sama dengan 7 tahun”, paparnya.

Dirinya menyebutkan, kenapa pelaku harus ditahan terkait kasus tersebut. UU Nombor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana anak menyatakan dengan jelas jika anak pelaku di atas 14 tahun plus satu hari sampai 18 tahun harus dilakukan penahanan atau boleh dilakukan penahanan badan.

“Artinya penjaralah konsekuensi hukumannya”, ucapnya.

Ipung mengatakan, selanjutnya ada bahasa penanguhan penahanan dalam kaitan dengan hal tersebut, siapa nantinya akan menjamin jika pelaku tidak akan mengulangi apa telah dilakukan sebelumnya.Jadi, ada dua kalimat perlu dicatat dalam kaitan dengan hal tersebut dari pelaku seperti, “Saya sudah pernah memperawani anak Indonesia”.Selanjutnya bahasa dari pelaku juga hanya ingin melakukan atau menjalin pertemanan yang sama-sama menguntungkan.

“Artinya dalam hal ini hubungan sexual bagi Dirinya telah biasa, karena, pelaku ini setiap hari dirinya membekali dirinya satu kotak kondom.Artinya, telah dipersiapkan sebelumnya”, ujarnya.

Selanjutnya Dirinya mengatakan, menangapi agar kegiatan sekolah pelaku tidak terputus.Dalam sistem peradilan anak juga telah di atur, walaupun anak menjalani tahanan ada caranya agar anak tersebut dapat melanjutkan kegiatan aktifitas belajarnya.

“Lapaslah memiliki tugas tersebut.Jadi, jangan lagi kuasa hukum memaksakan diri menabrak UU”, sebutnya.

Dirinya dalam kaitan dengan hal tersebut hanya ingin menyampaikan kepada penegak hukum dengan mengatakan, kita orang Indonesia yang memiliki UU perlindungan anak serta memiliki sistem peradilan anak.Setidaknya dapat menghargai UU telah dimiliki di negara Indonesia saat ini.

“Jika kita sendiri tidak menghormatinya, jangan harap warga negara asing akan menghormati sistem peradilan telah kita miliki saat ini”, tutupnya.

Wagub Cok Ace terima Delegasi dari Provinsi Bataan Filipina

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima kunjungan dari Delegasi Provinsi Bataan Filipina, terkait pertukaran informasi pembangunan pariwisata Provinsi Bali yang ingin diadopsi oleh Provinsi Bataan, bertempat di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (12/11).

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Rombongan Delegasi Bataan Maria Angela S.Garcia menyampaikan bahwa semula Provinsi Bataan hanya terdiri dari 2 Distrik namun sejak populasi yang kian meningkat maka dikembangkan menjadi 3 distrik. Terkait potensi Bataan sendiri, ia mengatakan bahwa Bataan memiliki pemandangan alam yang indah seperti Bali, untuk itu pihaknya ingin belajar dari Bali, bagaimana mengembangkan industri pariwisata dengan baik mengingat Bali sangat terkenal di mancanegara, untuk itu pihaknya ingin mengadopsi cara-cara pembangunan pariwisata di Bali. Baik dari segi pendekatan kepada masyarakat, investor serta pengelolaan lainnya.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace mengapresiasi dan berterimakasih jika ada Provinsi yang ingin belajar dari Bali. Menurut Wagub Cok Ace, belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi. Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu terjadi pandemi Covid-19, ekonomi Bali sangat terpuruk. Untuk itu, dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali, salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industri kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata. Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal.

Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta Pandemi COVID-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu dominasi sektor Pariwisata. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata serta pengembangan infrastruktur pendukung. Semua ini dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antar wilayah. Selama ini ketimpangan antar wilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan. Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana Prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

 

Dijelaskan Wagub Cok Ace, Taksu adalah kekuatan intrinsik yang tidak tampak (niskala), tetapi menentukan keberhasilan segala yang tampak (sakala). Taksu memastikan setiap potensi dapat berkembang optimal, jika dan hanya jika, ia dikembangkan dalam ruang yang tepat. Oleh karena itu, seluruh program pembangunan Bali harus dimulai dengan menggali taksu setiap wilayah, dan Padma Bhuwana menyediakan konsepsi untuk itu. Bagaimana membangun wilayah Timur, Selatan, Barat, Utara, dan Tengah, haruslah disesuaikan dengan taksu menurut spirit kedewataan yang menguasainya.

 

Sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, maka konsepsi Padma Bhuwana relevan dijadikan kerangka pendekatan untuk pemetaan kewilayahan baik secara sakala maupun niskala. Secara sakala bahwa prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Berdasarkan pemetaan inilah, maka pembangunan dan pemberdayaan potensi harus menyasar seluruh elemen Sad Kerthi, yakni jiwa masyarakatnya (Atma Kertih), kualitas SDM-nya (Jana Kertih), tata ruang wilayahnya (Jagat Kertih), dan seluruh elemen alam serta lingkungan biotik yang berada di dalamnya (Samudera, Wana, dan Danu Kertih). Jadi, konsepsi Padma Bhuwana menyediakan landasan teoritis maupun praksis untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

 

Selain itu, saat ini Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali menerbitkan beberapa peraturan daerah untuk mengatur beberapa hal yang ada kaitannya dalam menjaga Bali. Salah satunya peraturan terkait penggunaan plastik sekali pakai, dimana di Bali saat ini khususnya di tempat perbelanjaan, objek wisata dan tempat lainnya tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai. Hal ini untuk mengurangi sampah plastik di Bali. Selain itu juga dikeluarkan aturan terkait penggunaan produk lokal untuk industri pariwisata, dimana hotel dan restoran yang ada di Bali harus menggunakan produk lokal petani Bali dalam menghidangkan makanan. Hal ini digunakan untuk menjaga para petani Bali agar tetap bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Sehingga pembangunan Bali dapat berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut pada delegasi yang berjumlah 9 orang tersebut sangat antusias dalam melakukan dialog dengan Wagub Cok Ace yang didampingi oleh PHRI Bali.

Ketua Dekranasda Menutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 9 Sekaligus Membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 10 tahun 2022

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster berkesempatan menutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 9 sekaligus membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 10 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Denpasar pada Kamis (1/12/2022).

Seperti biasa, untuk memeriahkan acara tersebut, dilakukan perhelatan Fashion Show oleh Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Bali serta oleh Pelayanan Pimpinan Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini menyampaikan rasa bangganya karena perkembangan para desainer Bali terutama yang berpameran di IKM Bali Bangkit semakin pesat. Hal ini menurutnya bukan karena dirinya sebagai Ketua Dekranasda dan pemerintah semata, namun karena semangat para IKM yang terus bangkit dan berjuang mempromosikan warisan kebudayaan kita. “Sejak Pak Gubernur memberikan ruang gratis di Art Center untuk Pameran IKM Bali Bangkit, dan saya mengawasi kualitas produk dengan ketat. Maka berangsur-angsur kualitas produk IKM kita semakin pulih bahkan berkembang dari yang sempat mengalami degradasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tentang apresiasi dunia kepada tenun endek Bali yang sempat digunakan oleh para Presiden dunia pada acara Gala Dinner G20 di GWK Bali. Menurutnya dunia sudah semakin melirik endek setelah rumah mode Perancis Christian Dior pada awalnya. “Bahkan nanti saya akan mengajak empat desainer kita yang perkembangannya bagus untuk melakukan Fashion Show di Paris langsung serta diterima langsung oleh Christian Dior. Jadi ini Langkah kita bersama memperkenalkan endek,” imbuhnya seraya mengatakan bahwa para pengrajin harus bekerja ekstra keras, karena selain harus memenuhi pasar lokal terlebih dahulu juga harus memenuhi pasar internasional.

Disamping itu, Bunda Putri juga turut mengajak masyarakat Bali untuk lebih bangga menggunakan produk lokal warisan leluhur Bali karena menurutnya jika bukan masyarakat Bali yang melestarikan lalu akan siapa lagi. “Mari bangga memakai produk nak Bali, bangga memakai produk kekayaan nusantara, bangga memakai produk warisan leluhur kita. Karena dengan cara begitu kita sudah melakukan tugas utama yaitu pelestarian,” ungkapnya. Terlebih dengan adanya edaran dan peraturan Gubernur Bali yang mendukung sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah pemakaian kain tradisional hingga mencapai 160 persen.

Namun IKM dan UMKM juga berpotensi menggerus kelestarian produk lokal warisan leluhur Bali, terlebih jika berperilaku keluar dari koridornya. Karenanya menurut Bunda Putri harus ada catatan dan garis bawah yang tegas terkait apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. “Mari bersama-sama Dekranasda kita saling mengawasi, saling mengedukasi sehingga apa yang menjadi tujuan luhur dari leluhur kita mewariskan sesuatu yang mulia untuk anak bangsa dapat tetap kita jaga,” ungkapnya.

Kedepannya Bunda Putri berharap BPD Bali dan Balimall dapat selalu bersinergi dengan Dekranasda Bali bersama-sama menguatkan IKM dan UMKM Bali untuk melestarikan warisan leluhur masyarakat Bali sebagai upaya menjaga NKRI. “Kita jaga dari Bali. Kita tidak mungkin dapat menjaga seluruh kekayaan nasional Indonesia tapi harus dijaga dari daerahnya masing-masing sehingga NKRI menjadi kebanggaan kita dan dunia akan melihat kita dengan warisan yang adi luhung,” ungkap Ketua Dekranasda Bali.

Bunda Putri berpesan agar produk lokal Bali seperti Tenun Bali agar di buat di Bali, dijual di Bali, dipakai oleh masyarakat Bali. “Itu skup kecilnya. Skup yang lebih besarnya tenun lah songket di Bali, di jual oleh saudara-saudara kita di seluruh Indonesia dan digunakan oleh seluruh dunia. Dengan begitu baru pengrajin kita sejahtera,” ungkap Bunda Putri.