- Advertisement -
Beranda blog Halaman 411

Pelaku Pariwisata Sebut Tabanan Butuh Pemimpin Berjiwa Enterpreneurship

I Nyoman Mulyadi
I Nyoman Mulyadi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dunia pariwisata di Bali sedang melirik Tabanan sebagai wilayah alternatif dari Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) yang memiliki potensi yang sangat besar.

Namun sangat disayangkan, Tabanan terkesan melempem dan tertinggal dibanding beberapa wilayah di Bali yang justru tumbuh pesat.

Salah satu pelaku bisnis pariwisata di Bali IG Damara mengatakan, untuk mengelola potensi pariwisata yang besar maka Tabanan membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki jiwa leadership dan entrepreneur yang baik.

“Kalau tidak ingin Tabanan makin ketinggalan maka tidak ada cara lain. Ke depan, Tabanan harus dipimpin oleh orang yang memiliki kepemimpinan yang kuat, rela berkorban, dan memiliki jiwa entrepreneurship,” ujarnya.

Ia menyebut, pasca pandemi Covid-19 tren pariwisata mengalami perubahan baik dari segi pasar maupun daya tarik yang dicari wisatawan.

Seperti diketahui, pariwisata sangat berkembang pesat di wilayah Kecamatan Badung Selatan yakni daerah Kuta atau Seminyak. Namun saat ini juga mulai merambah ke wilayah Barat yakni Kabupaten Tabanan.

Disamping itu, Tabanan juga memiliki potensi wisata yang luar biasa dibandingkan wilayah lain. Namun, tanpa penataan yang tepat, dampak buruk akibat pesatnya perkembangan pariwisata seperti kemacetan bisa terjadi di Tabanan.

Pemerataan pariwisata yang direncanakan pemerintah juga memerlukan sistem yang matang untuk mengelola tantangan yang ada.

“Quality tourism di Tabanan bukan sesuatu yang tidak mungkin. Kita harus membahas tantangan seperti fenomena keributan yang dibuat wisatawan agar tidak terjadi di Tabanan,” tegas Damara.

Damara berharap pemerintah daerah Tabanan bisa melihat tren ini sejak awal dan mempersiapkan strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

“Kita bisa melihat bagaimana pola pengembangan pariwisata di Canggu berdampak pada kemacetan dan ketidaknyamanan. Jika Tabanan tidak mempersiapkan detail frame wilayah pariwisata, kondisi yang sama akan terjadi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Damara menilai bahwa peran pemimpin yang visioner sangat vital dalam pengembangan wilayah.

Ia menyebut I Nyoman Mulyadi sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Tabanan.

“Nyoman Mulyadi adalah seorang pebisnis yang mengikuti perkembangan pemerintah dan memiliki visi yang jelas untuk membangun Tabanan menjadi lebih maju dan hebat,” ujarnya.

Wilayah Pantai Nyanyi hingga Pantai Soka telah menjadi target pengembangan, sehingga diperlukan strategi yang matang untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Damara berharap kepemimpinan di Tabanan kedepannya bisa mengelola potensi pariwisata dengan baik dan mengabdi untuk daerah.

“Saya berharap demokrasi yang sudah dibangun ini dapat menghasilkan pemimpin yang tepat untuk Tabanan, yaitu sosok seperti I Nyoman Mulyadi yang fokus dan konsentrasinya adalah membangun Tabanan menjadi lebih maju,” tutup Damara. (ana)

Tingkatkan Partisipasi di Pilkada 2024, Pemkab Tabanan Beri Pendidikan Politik untuk Gen Z

Pemkab Tabanan Gelar Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan untuk Pemuda, Peringati Bulan Bung Karno VI, Jumat (21/6/2024).
Pemkab Tabanan Gelar Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan untuk Pemuda, Peringati Bulan Bung Karno VI, Jumat (21/6/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan pendidikan politik untuk generasi muda yang dirangkaikan dengan lomba Stand Up Comedy Tabanan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari peringatan bulan Bung Karno VI Tahun 2024.

Digelar di Gedung Kesenian, I Ketut Marya pada Jumat, (21/6/2024), kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam menggunakan hak pilih dalam Pilkada serentak 2024, serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan memberikan pemahaman akan bahaya penggunaan narkotika.

Acara ini pun disambut dengan antusias oleh 700 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari generasi Z yang menjadi target utama dalam sosialisasi.

Sebagai salah satu Narasumber, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menjelaskan, politik sebagai seni untuk membangun sebuah harapan.

Maka dari itu, pihaknya mengajak para siswa untuk sejak dini mulai aktif dalam berbagai kegiatan organisasi seperti organisasi OSIS di sekolah sebagai wadah menempa karakter dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan pendidikan politik tujuannya biar anak-anak kita minimal mewarisi semangat perjuangan para pahlawan kita, bukan hanya Bung Karno bahkan siapapun, banyak pahlawan-pahlawan kita yang dulu membela tanah air ini demi untuk memerdekakan Republik Indonesia,” ujarnya.

Melalui pendidikan politik ini, politisi asal Dauh Pala Tabanan tersebut, juga berharap dalam menyongsong Pilkada Serentak nanti di tanggal 27 November 2024 mendatang, anak-anak generasi muda dapat memahami dan juga menaruhkan perhatiannya pada dunia politik.

Khususnya bagaimana bersama-sama mensukseskan pemilu ini untuk datang ke TPS, jangan sampai ada golput tidak berpartisipasi, karena partisipasi itu menunjukan bagaimana nanti ikut berkontribusi membangun Tabanan Bali yang kita cintai.

“Jadi sekolah pendidikan tidak menjadi persoalan, tetapi hakikatnya sejauh mana anak-anak kita memiliki mental, memiliki nilai juang, spirit untuk membangun daerah ini, tanpa memiliki itu, saya sekarang ini sebagai generasi tua mengalami sebuah kekhawatiran sedikit bagaimana arah kebijakan anak-anak gen Z kedepan, karena sekarang ini tantangan kita, adalah teknologi,” imbuhnya.

Menurut Sanjaya, pendekatan di era gen Z ini metodologinya tidaklah sederhana. Cara mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani tentunya sangat memerlukan sumbangsih para pemuda-pemuda dan bersama-sama mewujudkan visi misi mulia tersebut.

“Boleh ilmu pengetahun setinggi-tingginya, boleh teknologi setinggi-tingginya, tapi generasi muda Tabanan tetap tegak berdiri diatas pijakan kaki kita sebagai orang Tabanan,” tegasnya. (ana)

Monumen Pahlawan Nasional Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai Diresmikan

Peresmian Monumen I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (21/6/2024)
Peresmian Monumen I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (21/6/2024)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Untuk mengenang jasa dan semangat perjuangan Pahlawan Nasional Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai Panglima I Kodam IX Udayana dibuatkan monumen yang berlokasi di tempat kelahirannya yakni Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung.

Monumen I Gusti Ngurah Rai ini diresmikan pada Jumat (21/6/2024) oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Perwakilan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Penglingsir Puri Carangsari, Puri Petang, Puri Ubud, Puri Karangasem dan Puri Kesiman, dan Perwakilan Pj. Gubernur Bali.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan, pembangunan monumen I Gusti Ngurah Rai dan perluasan lahan, lengkap dengan sarana, prasarana lainnya sudah dilaksanakan mulai tahun 2023 lalu.

Pengadaan lahan sekitar 2 hektare lebih dengan anggaran sebesar Rp18 miliar lebih dan anggaran perubahan APBD tahun 2023 sudah dibangun pembangunan fisik, sarana, prasarana dan pendukung lainnya dengan anggaran sebesar Rp24 miliar lebih.

“Pembangunan monumen revitalisasi dan perluasan serta penambahan infrastruktur lainnya ini kita lakukan tiada lain sebagai wujud bakti kita kepada pahlawan kita sebagai wujud warisan biologis dari I Gusti Ngurah Rai sehingga nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan nilai ideologi kebangsaan kita ini selalu kita jaga,” ujarnya.

Yang bisa diwariskan sekarang, kata Suiasa, adalah semangat dari I Gusti Ngurah Rai itu tidak pernah padam dan dimaknai bahwa Beliau itu akan hidup sepanjang zaman.

“Ini wujud bhakti kita atas nama masyarakat Kabupaten Badung kepada jasa-jasanya yang berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Suiasa menambahkan, pembangunan Monumen I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat memperkuat Desa Carangsari sebagai Desa Wisata dan daya tarik pariwisata.

“Selain nilai ideologis yang kita bangun, selain nilai nasionalis, nilai patriotisme kita bangun di monumen ini ada juga dampak nilai ekonomisnya buat masyarakat. Sehingga akan ada nilai ideologis yang kuat, nasionalis kuat dan patriotisme kuat, ekonomis masyarakat Carangsari ini akan kuat jadi kebahagiaan masyarakat bisa tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana berharap, Monumen I Gusti Ngurah Rai bisa menjadi tempat bersejarah untuk menghidupkan kembali semangat kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai.

“Kami tetap mengharapkan bantuan dan dukungan dari semua pihak agar Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai ini dapat senantiasa terjaga dan menjadi icon dari Desa Carangsari dan dapat melanjutkan semangat Perjuangan dari Pahlawan I Gusti Ngurah Rai,” jelasnya. (ana)

Tampilkan Tari Kreasi Sandyagita Ngepehayuning Pramana, Gong Kebyar Wanita Tegal Cangkring Jembrana Sukses Pukau Ribuan Penonton

Penampilan Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Jembraba dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 pada Kamis (20/6/2024).
Penampilan Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Jembraba dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 pada Kamis (20/6/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tampil pada utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 pada Kamis (20/6/2024) malam.

Penampilan duta Kabupaten Jembrana pada PKB kali ini di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Denpasar, memukau di hadapan ribuan penonton.

Adapun materi yang dibawakan sejalan dengan tema PKB yakni Jana Kerthi Paramaguna Wikrama.

Pembina tabuh I Komang Tastra mengatakan, Sanggar Kumara Widya Swara membawakan pementasan yakni, tabuh kreasi kunang-kunang, tari makepung dan menjadi pamungkas Sandyagita Ngepehayuning Pramana.

Tastra menurutkan, Tabuh Kreasi ‘Kunang-Kunang’ mengibaratkan jika tidak mampu menjadi pesona rembulan malam, cukup laksana kunang-kunang yang sederhana dan bertabur kesahajaan.

“Begitu pula dengan tabiat kehidupan, karena memang tak semua bisa seindah rembulan dengan sinarnya menyinari jiwa setiap insan cukup seperti kunang-kunang dengan kelap-kelipnya di kelam malam dapat menelusupkan rasa bahagia dan seumbar senyuman,” ucapnya.

Untuk tarian Makepung, diciptakan oleh I Ketut Suwentra pada tahun 1984 yang diiringi alat musik jegog, namun dalam kesempatan ini diiringi gamelan gong kebyar dengan beberapa penyesuaian.

“Mekepung sendiri  adalah istilah dalam bahasa Bali yang artinya lomba balap kerbau, sebuah tradisi kaum petani di daerah Jembrana. Tari kreasi Makepung adalah sebuah garapan baru yang menggambarkan jalannya persiapan dan lomba kerbau makepung,” ungkapnya.

Selanjutnya pada penampilan pamungkas Sandyagita Ngepehayuning Pramana dimaknai upacara  sebagai dasar sradha bakti umat Hindu di Bali untuk memuja kebesaran Tuhan dalam segala manifestasinya.

Ditambahnya, memaknai sebuah upacara penyucian diri yang diyakini akan membentuk manusia unggul dan bermartabat (Jana Kertih).

“Kami coba ungkap dalam karya sandyagita dengan penataan unsur musical dan gerak untuk memicu imajinasi tentang kekhidmatan serta esensi upacara yadnya dalam membentuk manusia yang bermartabat menuju Bali santi lan jagaditha,” paparnya.

Sementara, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengaku bangga atas penampilan yang disungguhkan oleh Duta Kabupaten Jembrana khususnya Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring.

“Saya mengapresiasi penampilan Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo. Semoga ditahun depan bisa menampilkan gong kebyar yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara menyampaikan Kabupaten Jembrana mengirim duta gong kebyar wanita dari Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo.

“Persiapan sudah dilakukan latihan selama tiga bulan lebih. Kami sangat mengapresiasi, duta Jembrana tampil hebat dan layak tampil di PKB tahun 2024 ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bekerjasama sehingga pementasan ini dapat berjalan baik dan sukses,” pungkasnya. (rls)

Bungan Desa Ke-51, Bupati Tabanan Angkat Potensi Lebah Madu Sari di Desa Selabih

Bupati Tabanan panne lebah madu di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg, Kamis (20/6/2024).
Bupati Tabanan panne lebah madu di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg, Kamis (20/6/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melaksanakan program Bungan Desa ke-51 di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg, Kamis (20/6/2024).

Dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya menyoroti potensi ekonomi serta manfaat kesehatan dari industri Lebah Madu Sari.

Ia turut serta dalam proses panen madu bersama kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih dengan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Metode panen ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan produksi madu secara lokal, tetapi juga sebagai demonstrasi nyata dari komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung industri kecil dan menengah yang berbasis pada sumber daya alam.

Selain itu, juga dilakukan terapi lebah, yang telah lama dikenal sebagai pengobatan tradisional, juga dipromosikan dalam kunjungan ini sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan alami.

Menurut Sanjaya, madu lebah tidak hanya menjadi produk ekonomi yang bernilai tinggi, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam sektor kesehatan. Tidak hanya itu, Desa Selabih juga memiliki unggulan lainnnya yaitu Buah Sawo dan juga Kelapa.

“Kelompok lebah madu sari ini adalah suatu inovasi luar biasa yang dimiliki Desa Selabih. Saya ingin menyatakan dengan luas bahwa Desa Selabih saya jadikan Sentra Kampung Madu, Kampung Lebah di Seluruh Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Secara ekonomis, produksi madu lebah di Desa Selabih menunjukkan potensi yang menjanjikan. Harga jual per botol kecil madu dari kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih dibanderol mulai dari Rp300 rupiah, mencerminkan nilai tambah dari proses produksi yang dilakukan secara lokal dengan standar kualitas yang tinggi.

Bupati Sanjaya juga mendorong masyarakat setempat untuk memperhatikan kualitas tanaman dan bunga yang menjadi sumber pakan bagi lebah.

“Kualitas makanan bagi lebah memiliki dampak signifikan terhadap kualitas madu yang dihasilkan. Ini adalah hal yang penting bagi pengembangan industri madu yang berkelanjutan di Tabanan,” tambahnya.

Melanjutkan rutinitas berkantor di Desa, Sanjaya beserta rombongan juga lakukan kunjungan Meninjau rencana Pembangunan Tapal Batas Yeh Leh-Desa Selabih, Perbatasan Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Jembrana.

Setelah itu diteruskan menuju Rumah Keluarga Stunting Banjar Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, yang tercatat berjumlah tiga orang. Dan selanjutnya meninjau ragam pelayanan yang dihadirkan Pemerintah di Desa Selabih, seperti pelayanan Kesehatan, Perpustakaan, Perijinan, Pengurusan KTP hingga memberikan peluang bagi UMKM lokal.

“Kemarin saya bangun kampung buah, termasuk di Selbar ini, jadikan sentra Buah dan Lebah. Kita angkat namanya, sehingga namanya menjadi terkenal, sehingga orang-orang dari seluruh Indonesia akan datang ke desa Selabih, melihat dan merasakan cita rasanya madu lebah Selabih yang hebat ini, luar biasa, itu cita-cita kita,” sebutnya penuh semangat.

Perbekel Desa Selabih I Dewa Putu Supartha mengatakan Desa Selabih memiliki potensi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembentukan kelompok-kelompok, salah satunya kelompok madu sari, dengan keunggulannya berupa madu serta terapi lebah.

Di samping potensi lebah madu juga ada kelompok Pokdarwis, dengan nama Segara Gunung yang terinspirasi dari pegunungan dan laut.

“Saat ini di Selabih juga mencoba mengelola taman terbuka hijau Pantai selabih yang letak dan lokasinya sangat strategis dan kita juga punya berbagai kelompok seperti nelayan, kelompok ternak babi dan ternak sapi” imbuh Putu Supartha. (rls)

Kapolres AKBP Teguh Priyo Wasono Hadiri Pisah Sambut Kajari Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Badung, dilaksanakan di Aula Satya Adhi Wicaksana Kejaksaan Negeri Badung, Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto nomor 5 Mengwitani, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Rabu (19/6/2024).

Selaku pejabat lama Dr. Suseno, S.H, M.H. memberikan sambutan dalam acara dimutasi ke Jampidsus Kejaksaan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga menjelaskan kepada Kajari baru selama ini Kejari Badung sudah saling mengenal dan komunikasi koordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten Badung sudah berjalan dengan baik.

“Selama tugas di Kajari Badung mohon maaf atas segala kekurangan yang tidak berkenan, dan terima kasih kami juga sampaikan kepada Pemda Badung dan segenap jajaran selama ini sudah sangat dibantu,” ucapnya.

Sementara itu, Kajari baru Sutrisno Margi Utomo, S.H, M.H mengawali sambutannya dengan memperkenalkan diri dan histori menjadi Jaksa sampai masuk ke Kajari Badung serta riwayat penugasan selama di Kajari.

“Mohon dukungan dari semua pihak dan mudah- mudahan kami dapat diterima dengan baik sebagai Kajari Badung serta dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk lebih baik,” Ungkapnya

Sementara itu, Bupati Badung yang diwakili oleh Wakil Bupati Drs. I Wayan Suiasa, SH menerangkan, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kajari yang lama Dr Suseno, SH, MH atas dedikasinya yang secara kualitatif sangat baik dan objektif serta dinamis, profesional, dengan menjunjung komunikasi, koordinasi dan sinergritas yang sudah berjalan dengan baik.

“Semoga ke depan tetap komunikasi ini tetap berjalan. Selamat datang dan selamat bertugas di Kajari Kabupaten Badung kepada Bapak Kajari yang baru Bapak Sutrisno Margi Utomo,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono, SIK, turut menghadiri kegiatan tersebut, dan juga memberikan selamat atas serah terima jabatannya.

Tampak pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Ketua II DPRD Badung Drs. I Made Sunarta, MM, Msi, mewakili Ketua DPRD Kab. Badung, Pejabat yang mewakili Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Dandim 1611/Badung KOLONEL Arh. Teguh Waluyo, S.I.P, Kapolresta Denpasar KOMBESPOL Wisnu Prabowo, S.I.K, M.M, Kapolres Bandara Ngurah Rai AKBP I Ketut Widiarta, S.H., S.I.K., M.Si.

Kepala BNN Kab. Badung AKBP Anak Agung Gde Mudita, S.H, Kalapas Kelas II A Denpasar RM Kristyo Nugroho, Kalapas perempuan kelas IIA Denpasar Ni Luh Putu Andiyani, R.R., Pimpinan OPD Kab. Badung, beserta tamu undangan lainya. (jas)

Wakili Badung pada Parade Gong Kebyar Wanita PKB Ke-46, Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya Tampil Memukau

Penampilan parade Gong Kebyar Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46, di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Bali, Rabu (19/6/2024).
Penampilan parade Gong Kebyar Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46, di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Bali, Rabu (19/6/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya, Banjar Pekandelan Legian Tengah, Desa Adat Legian, Badung, tampilkan Gong Kebyar Wanita saat parade Gong Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46, di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Bali, Rabu (19/6/2024).

Dengan menampilkan materi yang dipentaskan pada Parade Gong Kebyar Wanita tahun 2024 yang sesuai dengan tema PKB yaitu Jana Kerthi Parama Guna Wikrama.

Pembina Tabuh Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya I Made Murna mengatakan, sebagai Duta Kabupaten Badung, dalam kategori gong kebyar wanita, membawakan materi pementasan yakni, tabuh kreasi Puser Ing Segara, tari Banda Yowana, dan sandyagita Beber Bidak.

“Tabuh Puser Ing Segara, sebagai implementasi sebuah ide gagasan ke dalam bentuk-bentuk pola garap secara maksimal yang diambil dari Tabuh Kreasi Pralaya, Dlod Brawah, dan Ombak Ing Segara,” terangnya.

Sementara itu, Tari Banda Yowana diciptakan oleh I Nyoman Suarsa dan I Ketut Gede Asnawa pada tahun 1987. Mengisahkan sekelompok pemuda atau remaja yang terikat dalam suatu wadah organisasi dengan mengekspresikan jiwa seninya lewat gerak yang rampak dan dinamis, dengan menonjolkan estetika pakem Tari Bali yang sangat kuat.

“Dalam wadah ini para remaja saling mengisi diri dan selalu mengedepankan asas kebersamaan,” bebernya.

Serta, untuk sandyagita ‘Beber Bidak, dalam proses penciptaannya, penata adalah seorang prajurit melodi yang dipenuhi dengan inspirasi dari karya I Wayan Lotring, seperti Tabuh Jagul, Tabuh Kompyang.

Yang paling popular yaitu Tabuh Layar Samas yang terinspirasi dari layar-layar perahu yang memenuhi pantai Kuta, dengan latar senja Matahari terbenam, menciptakan pemandangan mempesona yang menginspirasi sang maestro.

“ini merupakan hari yang sangat spesial, karena bisa menuntaskan tugas dengan maksimal. Tentu ini didukung dengan persiapan yang juga cukup lama, serta kami mengapresiasi adik-adik ini, semoga di tahun depan bisa menampilkan gong kebyar yang lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan, kabupaten Badung mengirim duta gong kebyar wanita dari Sanggar Tari Wredhi Kumara Jaya, dengan menampilkan tiga materi yang sangat bagus.

“Persiapan sudah dilakukan selama satu tahun. Kami sangat mengapresiasi, duta Badung tampil hebat dan layak tampil di PKB tahun 2024 ini serta salut dengan penampilan mereka,” ucapnya. (jas)

Cegah Stunting, Pemkab Badung Serahkan 150 Paket Olahan Ikan Kepada Warga Desa Jagapati

Penyerahan paket ikan kepada masyarakat Desa Jagapati, yang dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kamis (20/6/2024).
Penyerahan paket ikan kepada masyarakat Desa Jagapati, yang dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kamis (20/6/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Program penyerahan paket olahan ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Badung kali ini menyasar masyarakat Desa Jagapati, yang dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kamis (20/6/2024).

Sebanyak 150 paket olahan paket ikan terdiri dari olahan ikan lele dan ikan nila yang diserahkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung kepada balita, anak-anak serta ibu hamil di desa tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana menjelaskan, program penyerahan paket ikan kali ini memasuki tahap ke lima dari total sepuluh lokasi khusu yang menjadi target sasaran kegiatan di Kabupaten Badung tahun 2024.

“Program ini bertujuan untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat untuk mencegah stunting yang ditargetkan kepada ibu hamil, balita, dan calon pengantin,” terangnya.

Selanjutnya, Dipilihnya ikan lele dan nila ini karena kaya akan protein yang diperlukan bagi tumbuh kembang anak. Dan juga ikan lele dan nila merupakan hasil budidaya kelompok-kelompok ikan yang ada di Kabupaten Badung, yang dikoordinir oleh kelompok pemasar Tunjung Putih di Desa Kekeran.

“ Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Badung baru 38,64 Kg persen per tahun, artinya masing-masing orang baru mengonsumsi ikan sebanyak 38 Kg per orang per tahunnya. Sementara di negara Jepang sudah 120 Kg per orang per tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung yang diwakili oleh Wakil Ketua Pokja III Ni Made Suati menyampaikan, program ini sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kecerdasan dan derajat kesehatan masyarakat.

“Ikan itu sangat baik bagi kesehatan, saya mengajak seluruh masyarakat Badung mulai dari anak-anak hingga dewasa untuk membiasakan makan ikan. Melalui pemberian satu paket olahan ikan bagi masyarakat potensi stunting, ibu hamil dan balita diharapkan tingkat konsumsi ikan semakin meningkat,“ pungkasnya. (jas)

Pemilik Tempat Pengopolosan Gas Elpiji di Abiansemal Ditetapkan Tersangka 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ditreskrimsus Polda Bali menetapkan pemilik tempat pengoplosan Gas Elpiji berinisial IWR (61) atas kasus pengoplosan gas bersubsidi di Banjar Pande, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Rabu (19/6/2024).

Adapun, dalam pengungkapan diamankan 40 buah tabung Gas 12 kg berisi Gas, tujuh buah tabung Gas 12 kg kosong, 107 buah tabung Gas 3 kg bersubsidi berisi, 174 buah tabung Gas 3 kg kosong.

Kemudian 15 buah pipa besi dengan panjang diperkirakan 15 cm, satu unit mobil merk Suzuki carry bernomor polisi DK 8204 FE warna hitam, paku ukuran 10 cm, 21 bungkus plastik bening bekas pembungkus es batu serta 16 buah karet seal.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Bali AKBP Renefli Dian Candra menerangkan, pengungkapan kasus ini berawal dari Ditreskrimsus Polda Bali menemukan pengoplosan/pemindahan isi dari Gas Elpiji bersubsidi 3 Kg kedalam tabung Gas Elpiji non subsidi ukuran 12 Kg, yang pelaku lakukan di belakang rumah pelaku.

Kemudian, ia tertangkap tangan melakukannya sebanyak 15 tabung Gas Elpiji ukuran dua belas Kg sedang dalam proses pengisian dari Gas Elpiji Subsidi 3 Kg.

“Tersangka IWR menyiapkan tabung kosong Gas Elpiji non subsidi 12 kg. Kemudian digunakan alat berupa pipa besi dengan panjang sekitar 15 cm untuk dimasukkan ke dalam valfe tabung kosong Gas Elpiji 12 kg,” paparnya.

Untuk mengisi sebuah tabung Gas Elpiji 12 Kg dibutuhkan empat buah tabung Gas Elpiji subsidi ukuran tiga kg dan selanjutnya dijual ke konsumen dengan harga Rp200 ribu per tabung.

“Tersangka mengaku melakukan hal ini karena faktor ekonomi, dan untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat atau berlebih dari Gas LPG subsidi tiga kg yang harusnya diberikan pemerintah untuk masyarakat,” terangnya.

Akibat dari tindakannya tersebut, pelaku dikenakan Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang no 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

“Saat ini tersangka IWR telah ditahan di Rutan Polda Bali, dan terancam hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda paling paling tinggi Rp 60 miliar,” ujarnya. (jas)

 

 

 

Diduga Alami Gangguan Jiwa, WNA Amerika Nekat Lukai Diri di Vila

Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Seorang pria Warga Negara Amerika didapati melukai dirinya sendiri di rumah Dadong Villa alamat Banjar Penestanan Kaja Desa Sayan Ubud, Kabupaten Gianyar, Selasa (18/6/2024).

Pria tersebut berinisial AZK (48) yang diduga mengalami gangguan mental (stres) sehingga melukai dirinya sendiri menggunakan pisau dapur.

Ia ditemukan beberapa luka terbuka dengan kondisi berlumuran darah di atas kasur tempat tidurnya.

Dari hasil pemeriksaan, didapatkan luka terbuka di bagian leher sebelah kanan dengan panjang sekitar 8 cm dengan kedalaman 1,5 cm, luka pada kedua tangan dengan panjang 2 cm dengan kedalaman 1 cm, dan luka pada kedua paha dengan panjang panjang 2 cm dengan kedalaman 1.

Namun, kondisi korban dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi.

Kabid Humas Polda Bali Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, peristiwa ini diketahui sekitar pukul 08.00 WITA oleh saksi berinisial MIN bersama konsulat Amerika berinisial JSC dan staf atas nama DH tiba di TKP rumah dadong Villa.

“Mereka terkejut meliha korban sudah dalam keadaan lemas dengan kondisi tubuh dan tempat tidurnya berlumuran darah,” ujarnya.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Kemudian sekitar pukul 09.25 WITA, korban dibawa ke Klinik BIMC jalan raya Sangginggan wilayah Banjar Lungsiakan Desa Kedewatan Ubud dengan menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

“Beruntungnya korban masih dalam keadaan sadar, sehingga kemungkinan besar masih bisa diselamatkan,” pungkas Jansen. (jas)