- Advertisement -
Beranda blog Halaman 272

Berikut Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Tahun 2025

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang membutuhkan pada bulan Februari 2025.

Sebanyak enam jenis bansos yang disalurkan antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sembako, BPJS PBI JK, Santunan Yatim-Piatu, Program Indonesia Pintar (PIP), dan Bantuan Beras 10 kg. Penerima bansos ini merupakan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status penerimaan bansos Kemensos, bisa memeriksa secara online dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Kunjungi situs resmi https://cekbansos.kemensos.go.id/
  2. Pilih wilayah penerima manfaat (provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan)
  3. Masukkan nama sesuai KTP
  4. Masukkan kode captcha yang tertera
  5. Klik “Cari Data” untuk melihat informasi bansos yang diterima

Jika nama Anda terdaftar, maka informasi jenis bansos yang diterima akan muncul. Jika tidak terdaftar, akan tampil keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM.” Pembaruan data DTKS dilakukan setiap bulan, dan masyarakat dapat mendaftarkan diri atau melaporkan ketidaksesuaian data. (*)

Baru Direnovasi, Bale Seka 6 Pura Luhur Tanah Lot Ambruk Diterpa Angin Kencang

Seke nem di pura luhur Tanah Lot Ambruk akibat angin kencang yang bertiup pada Minggu (9/2/2025).
Seke nem di pura luhur Tanah Lot Ambruk akibat angin kencang yang bertiup pada Minggu (9/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Selain menyebabkan pohon tumbang di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan, Bali, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Minggu (9/2/2025) pagi, juga menyebabkan kerusakan di areal Pura Luhur tanah Lot, Desa Beraban Kecamatan Kediri.

Asisten Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengatakan, kerusakan terjadi di kawasan Utama Mandala pura Luhur Tanah Lot. Kerusakan terjadi pada bangunan bale saka 6 di Pura Luhur Tanah Lot yang sedang renovasi dan masuk tahap finishing. Selain itu, tedung dan beberapa atribut di pura juga rusak.

“Iya bangunan bale seka 6 yang ada di utama mandala pura ambruk, karena angin kencang yang disertai hujan pada Minggu sore,” ucapnya.

Toni menyebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak panitia dan pemangku terkait kejadian tersebut. Hingga saat ini pihaknya belum bisa menafsirkan total kerugian material akibat kejadian tersebut.

“Besok panitia renovasi dan pemangku akan melakukan rapat untuk membahas kerugian serta upaya apa yang akan dilakukan apakah akan menggelar Guru Piduka atau yang lainnya,” ucapnya. (ana)

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Titik di Tabanan

Pohon tumbang terjadi di Jembatan Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (9/2/2025).
Pohon tumbang terjadi di Jembatan Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (9/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Tabanan dan sekitarnya sejak Minggu (9/2/2025) pagi menyebabkan bencana pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Informasi yang dihimpun, pohon tumbang terjadi di Jembatan Sanggulan, Kecamatan Kediri. Meskipun tidak ada korban, namun kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas karena dahan pohon melintang dan menutup seluruh bagian jalan.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan beserta personel kepolisian Polres Tabanan serta masyarakat di sekitar lokasi telah melakukan pembersihan dahan pohon sehingga lalu lintas dapat kembali normal.

Kejadian pohon tumbang juga terjadi Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, sekitar pukul 14.30 WITA. Pohon jenis nyantuh tumbang dan menimpa rumah warga di jalan Rajawali Gang 3.

Akibat kejadian itu, rumah milik I Nyoman Sendra (59) mengalami kerusakan pada bagian genteng dan emperan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp1 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, pihaknya sejak Minggu pagi sudah menerima tujuh laporan bencana pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. “Ada tujuh pohon tumbang laporan yg masuk ke Posko induk BPBD hari ini. Saat ini kami masih melakukan penanganan,” ucapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat diminta untuk memangkas pohon yang berpotensi tumbang guna mencegah kejadian serupa nantinya. (ana) 

Cabup-Cawabup Badung, Adi-Cipta Ikuti Upacara Mejaya-Jaya

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung terpilih, I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta mengikuti prosesi Upacara Mejaya-jaya di Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Sabtu (8/2). (Doc)
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung terpilih, I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta mengikuti prosesi Upacara Mejaya-jaya di Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Sabtu (8/2). (Doc)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Badung terpilih, I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta (Adi-Cipta) mengikuti prosesi Upacara Mejaya-jaya, bertempat di Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung. Mereka mengikuti upacara didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Nyonya Yunita Alit Sucipta.

Upacara mejaya-jaya tersebut bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (8/2/2025) dipuput oleh Ida Pedanda Gede Rai Kemenuh dari Griya Tegeh Angantaka.

Sekda Badung Surya Suamba menyampaikan upacara mejaya-jaya ini merupakan rangkaian dari acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Acara ini bertujuan untuk memohon doa restu dan anugerah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain itu juga, membersihkan aura serta pengaruh negatif serta agar mendapat kesucian jasmani dan rohani untuk pemimpin Kabupaten Badung ke depan.

“Bertepatan dengan Hari Suci Saraswati ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sinar sucinya serta menuntun Bupati dan Wakil Bupati Badung terpilih, untuk bisa menyejahterakan serta membahagiakan masyarakat Kabupaten Badung dan memohon agar pikiran, perkataan serta perbuatan selalu disucikan,” ujarnya. (ana) 

RPH Gubug Belum Optimal, Perlu Perbaikan Akses Jalan dan Tambahan Dokter Hewan

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia.
Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Desa Gubug, Tabanan, yang baru saja selesai diperbaiki pada Oktober 2024, masih belum beroperasi secara optimal.

Padahal, renovasi RPH sapi itu telah dilakukan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat, mencakup perbaikan atap bangunan, lantai, serta area penitipan sapi sebelum pemotongan.

Permasalahan ini menjadi perhatian dalam rapat koordinasi Komisi III DPRD Tabanan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait optimalisasi peningkatan pendapatan daerah serta pemanfaatan aset daerah pada Selasa (4/2/2025).

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi RPH Gubug saat ini adalah akses jalan menuju lokasi penurunan sapi. Jalan yang masih berupa batu koral menyulitkan proses penurunan ternak.

“Kami akan mengusulkan perbaikan akses jalan dalam rapat berikutnya agar proses pengangkutan sapi lebih baik,” katanya, Minggu (9/2/2025).

Meski demikian, dari sisi infrastruktur lainnya, RPH ini sudah mengalami perbaikan signifikan pada 2024 pada ruang karantina dan tempat penjagalan. Namun, tantangan lain yang masih dihadapi adalah kurangnya dokter hewan serta alat laboratorium untuk pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dan sesudah pemotongan.

“Ruangan sudah tersedia, tinggal melengkapi peralatan untuk mengidentifikasi penyakit pada hewan sebelum dipotong,” tambahnya.

Subagia menambahkan, UPTD RPH Gubug ini memiliki kapasitas penampungan hingga 20 ekor sapi, dengan tenaga jagal berjumlah empat orang yang telah dilatih untuk menghasilkan daging yang aman, sehat, dan higienis. Kapasitas pemotongan saat ini mencapai tujuh ekor per hari, dengan rata-rata pemotongan mencapai 21 ekor per minggu.

Untuk memastikan keamanan konsumsi daging, dokter hewan di RPH ini melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum pemotongan) dan post mortem (setelah pemotongan). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa daging yang dihasilkan bebas dari penyakit dan layak dikonsumsi masyarakat.

Dari sisi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), retribusi RPH ini telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). “Realisasi pendapatan dari retribusi pemotongan hewan pada tahun 2024 mencapai Rp 23,4 juta, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 21,9 juta,” imbuhnya. (ana)

Pemprov Bali Imbau Instansi Vertikal, PTN/PTS hingga BUMN/Swasta Batasi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Setelah jajaran internal dan Pemerintah Kabupaten/Kota diintruksikan melakukan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, Pemerintah Provinsi Bali mengimbau Forkopimda, instansi vertikal, perguruan tinggi dan BUMN/Swasta melakukan hal yang sama.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Bali melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2025 Tentang Implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai tanggal 20 Januari 2025.

Dalam aturan tersebut memuat larangan penggunaan air minum dalam kemasan plastik dan makanan/kue/jajan dalam kemasan/bungkus plastik, yang disertai dengan kewajiban membawa tumbler untuk kebutuhan minum baik di ruang kerja maupun pada kegiatan rapat/pertemuan/acara seremonial di seluruh perangkat daerah Pemprov Bali.

Setelah memastikan semua jajarannya taat dan patuh melalui sidak Sekda Bali ke seluruh Perangkat Daerah, Pemprov Bali selanjutnya membuat himbauan Pembatasan Penggunaan Plastik kepada Pemerintah Kab/Kota se-Bali melalui Surat Pj. Gubernur Bali Nomor B.24.500.9.14.2/484/PSLB3-PPKLH/DKLH tgl 30 Januari 2025.

“Semua Bupati/Walikota telah menindaklanjuti larangan ini bagi semua jajarannya melalui Instruksi/Surat Edaran masing-masing Bupati/Walikota,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam siaran persnya, Minggu (9/2/2024).

Ia menambahkan, setelah Pemerintah Kabupaten/Kota, inisiatif sekarang dilanjutkan dengan mengajak semua Instansi Vertikal/Lembaga di Provinsi Bali untuk bersama-sama mengambil tanggung jawab mewujudkan lingkungan alam bali yg bersih, sehat & berkelanjutan.

“Pj. Gubernur Bali telah menerbitkan SE B.00.600.4.15.1/7377/Setda tentang Pembatasan Penggunaan Plastik tanggal 8 Februari 2025 yg akan dikirim hari ini,” ujarnya lagi.

Sekda Dewa Made Indra menjelaskan bahwa lingkungan alam Bali cukup tercemar oleh sampah plastik. “Tempat pemrosesan akhir (TPA) semuanya overload (kepenuhan), wisatawan mengeluh persoalan sampah, mangrove banyak mati oleh cemaran plastik, biota laut rusak oleh cemaran plastik, dan permasalahan akibat sampah plastik lainnya,” jelasnya.

Ajakan untuk tidak lagi mengkonsumsi air minum kemasan plastik dan membatasi penggunaan plastik sekali pakai sangat penting untuk mereduksi persoalan-persoalan tersebut.

“Saya mengajak kita semua untuk membudayakan membawa tumbler untuk memenuhi kebutuhan minum saat kerja, rapat, pertemuan, seminar, acara-acara seremonial. Mari kita jadikan membawa tumbler sebagai lifestyle gaya hidup sehat & bagian dari budaya kerja di semua instansi/lembaga/organisasi,” ujarnya.

Sekda Bali juga meminta media cetak, elektronik, dan media sosial untuk berperan aktif mengawasi pelaksanaan kebijakan ini. “Silakan viralkan jika ada instansi yang masih mengabaikan ajakan ini,” pintanya, seraya berharap publikasi tersebut dapat mendorong perubahan perilaku. (rls) 

Tips Memilih Bahan Saat Membeli Tas Agar Awet dan Sesuai Kebutuhan

Tips memilih bahan saat membeli tas
Tips memilih bahan saat membeli tas

PANTAUBALI.COM – Memilih tas yang tepat tidak hanya bergantung pada model dan desain, tetapi juga pada bahan yang digunakan. Bahan tas menentukan daya tahan, kemudahan perawatan, dan kenyamanan saat digunakan.

Berikut beberapa tips memilih bahan tas yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Kenali Jenis Bahan Tas
Setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda. Beberapa bahan yang umum digunakan dalam pembuatan tas antara lain:

-Kulit Asli: Tahan lama, tampilan mewah, namun memerlukan perawatan khusus.
-Kulit Sintetis (PU/PVC): Lebih terjangkau, tampilan menyerupai kulit asli, namun kurang tahan lama.
-Kanvas: Kuat, ringan, dan cocok untuk tas kasual.
-Nylon & Poliester: Tahan air, ringan, dan mudah dibersihkan, cocok untuk aktivitas outdoor.
-Denim: Kesan stylish dan santai, namun bisa menyerap air.
-Suede: Tekstur lembut dan elegan, tetapi rentan terhadap noda.

2. Sesuaikan dengan Kebutuhan Penggunaan
Pemilihan bahan juga tergantung pada aktivitas yang akan Anda lakukan. Misalnya:

-Untuk tas kerja, bahan kulit asli atau sintetis memberikan kesan profesional.
-Untuk traveling, pilih tas berbahan nylon atau poliester yang tahan air dan ringan.
-Untuk keperluan sehari-hari, tas berbahan kanvas atau denim bisa menjadi pilihan yang nyaman dan awet.

3. Perhatikan Kualitas Jahitan dan Lapisan Dalam
Selain bahan utama, kualitas jahitan dan lapisan dalam juga penting. Jahitan yang rapat dan kuat memastikan tas lebih tahan lama, sementara lapisan dalam yang berkualitas melindungi barang-barang di dalamnya.

4. Cek Ketahanan Terhadap Air
Jika sering beraktivitas di luar ruangan atau saat musim hujan, pilih bahan yang memiliki ketahanan terhadap air seperti nylon atau poliester. Tas berbahan kulit asli juga bisa tahan air, tetapi perlu dirawat dengan baik.

5. Pilih yang Mudah DiArawat
Setiap bahan memiliki cara perawatan yang berbeda. Kulit asli membutuhkan pelembab khusus, suede rentan terhadap noda, sementara kanvas dan nylon bisa dibersihkan dengan lap basah.

Dengan memahami jenis bahan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan, Anda bisa mendapatkan tas yang tidak hanya stylish tetapi juga tahan lama. Pilih dengan cermat agar tas yang Anda beli bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tetap terlihat menarik. (*)

Pengamen Badut Jadi Korban Pengeroyokan di Denpasar, Dua Pelaku Ditangkap

2 Pelaku pengeroyokan terhadap seorang pengamen badut diamankan.
2 Pelaku pengeroyokan terhadap seorang pengamen badut diamankan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Malang menimpa seorang pengamen badut bernama Febri Andika (25). Ia menjadi korban pengeroyokan di Jalan Waturenggong, Simpang Tukad Banyusari, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, pada Minggu (9/2/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa kejadian bermula saat Febri sedang berada di pertigaan traffic light Sudirman Waturenggong. Tiba-tiba, empat pria tak dikenal datang dari arah timur dengan sepeda motor.

“Salah satu dari pelaku langsung meneriakinya sambil mengacungkan jari tengah,” terang Sukadi, Minggu (9/2).

Korban pun menegur dan menanyakan apa maksud dari para pelaku. Bukannya meminta maaf, para pelaku lantas menghentikan kendaraan dan mendekatinya. Adu mulut pun terjadi, hingga akhirnya korban mendorong salah satu pelaku. Tak terima, keempat pria itu langsung menyerang Febri secara brutal.

Dalam aksi pengeroyokan itu, Febri dihujani pukulan bertubi-tubi. Akibatnya, ia mengalami luka cukup serius, termasuk mata kiri yang membengkak, luka robek di dahi, benjolan di kepala bagian belakang, serta cakaran di pipi kanan.

“Korban lantas melaporkan insiden ini ke Polsek Denpasar Barat,” tegasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim yang dipimpin oleh IPDA Made Wicaksana langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan mengarah pada dua pelaku yang akhirnya berhasil diamankan di tempat tinggal mereka. Kedua pria tersebut adalah RGL (38) dan HUB (20), yang diketahui merupakan kakak beradik. Sementara, pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Saat diinterogasi, mereka mengakui telah mengeroyok korban. Mereka juga mengungkap bahwa sebelum kejadian, mereka sempat mengonsumsi minuman keras.

“Keduanya mengaku memukul korban berulang kali dengan tangan kosong. Mereka juga mengatakan sempat menenggak minuman keras sebelum kejadian,” ungkap Sukadi, Minggu (9/2).

Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi. Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan tindakan kriminal yang dapat mengganggu ketertiban di Denpasar Barat. (*)

Ribuan Umat Hindu Ikuti Pengelukatan Banyu Pinaruh di Pantai Pasut dan Abian Kapas Tabanan

Pengelukatan massal Banyu Pinaruh di Pantai Pasut, Tabanan Minggu (9/2/2025).
Pengelukatan massal Banyu Pinaruh di Pantai Pasut, Tabanan Minggu (9/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sehari setelah peringatan hari suci Saraswati tepatnya Minggu (9/2/2025), umat Hindu di Bali melaksanakan ritual Banyu Pinaruh.

Biasa mereka melakukan ritual ini di sumber mata air atau pantai dengan cara keramas atau membersihkan badan. Prosesi ini bertujuan untuk membersihkan diri dari kegelapan pikiran yang melekat pada tubuh manusia.

Ratusan hingga ribuan masyarakat memadati pesisir pantai di Bali sudah menjadi pemandangan yang biasa saat Banyu Pinaruh. Seperti yang terjadi di Pantai Pasut, Kecamatan Kerambitan dan Pantai Abian Kapas Kecamatan Selemadeg Timur. Di dua lokasi tersebut digelar pengelukatan masal Banyu Pinaruh yang dipuput oleh sulinggih.

Kadek Diah (17), seorang warga Tabanan yang mengikuti Banyu Pinaruh massal di Pantai Pasut mengatakan, dirinya bersama dua orang temannya mulai mengikuti upacara sejak pukul 06.30 WITA.

Remaja yang masih duduk di bangku SMA itu juga mengaku baru pertama kali mengikuti prosesi Pengelukatan Banyu Pinaruh massal. “Ini baru pertama kali saya ikut. Biasanya hanya melakukan Banyu Pinaruh di rumah,” ujarnya.

Ia pun berharap ritual massal yang diselenggarakan oleh panitia bersama Griya Agung Lingga Geni, PSN Korlap Kerambitan, dan yayasan GDWS ini bisa rutin digelar setiap Banyu Pinaruh yang diperingati setiap enam bulan sekali.

Sementara itu, Penglukatan Banyu Pinaruh massal di Pantai Abian Kapas yang di selenggarakan oleh Yayasan Bhakti Yoga Dharma. Bahkan, Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma bersama Camat Selemadeg Timur dan anggota DPRD Tabanan turut hadir dalam prosesi.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar menjaga keselamatan selama beraktivitas di pinggir pantai terutama saat gelombang pantai sedang tinggi.

“Dalam pengamanan pelaksanaan kegiatan Penglukatan Banyupinaruh kami siagakan 19 orang personel yakni dari Polsek Seltim 17 orang dan Personil Polairud Polres Tabanan 2 orang serta dibantu pecalang adat Beraban dan panitia pengamaman,” kata AKBP Chandra Citra. (ana) 

Seniman Huruf Unjuk Kreativitas dalam Perlombaan Baligrafi

Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar Lomba Baligrafi yang berlangsung di Loby Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Kamis (6/2/2025). 
Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar Lomba Baligrafi yang berlangsung di Loby Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Kamis (6/2/2025). 

PANTAUBALI.COM, BADUNG –  Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar Lomba Baligrafi yang berlangsung di Loby Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Kamis (6/2/2025).

Perlombaan diikuti oleh delapan peserta berusia 18 hingga 25 tahun yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung. Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga juri berpengalaman, yakni Kepala Sekolah SMP 2 Kuta Utara, Ida Bagus Nyoman Segarayoga, Seniman asal Desa Blahkiuh, Ida Bagus Lawa Bergawa, serta Penyuluh Bahasa Bali, Ida Bagus Adi Santika.

Ida Bagus Nyoman Segarayoga menjelaskan, Baligrafi merupakan bentuk seni visual yang menggabungkan aksara Bali dengan unsur estetika. Dalam perlombaan ini, peserta ditantang untuk menciptakan karya seni bertemakan alam, sesuai dengan tema besar Bulan Bahasa Bali tahun ini, yaitu Jagat Kerthi Jagra Hita Samasta, yang bermakna menjaga keharmonisan dengan alam.

“Setiap peserta diberikan waktu 90 menit untuk menyelesaikan karyanya, dengan beberapa aspek utama, seperti kesesuaian dengan tema, gagasan, komposisi bentuk dan warna, serta kreativitas. Selain itu, keaslian karya juga menjadi poin penting dalam penilaian, sehingga peserta dilarang meniru atau menjiplak karya lain,” ujarnya.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Lomba Baligrafi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mengekspresikan seni dan nilai spiritualitas melalui aksara Bali. Selain mengasah keterampilan dalam menulis indah, kegiatan ini juga berperan dalam melestarikan warisan budaya Bali.

“Dengan kreativitas dan ketekunan, para peserta diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya makna,” tutupnya. (jas)