- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1024

Bupati Klungkung Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa dalam memberikan arahan kepada Pedagang Blok A Pasar Galiran dan Pedagang Blok A dan B Pasar Seni Semarapura bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya pada Minggu (15/12/2019)

turut hadir dalam acara tersebut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kepala UPT. Pasar Semarapura, I Komang Sugianta dan undangan terkait lainnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa menyatakan bahwa acara ini dilaksanakan terkait dengan sudah selesainya bangunan pasar blok A serta escalator yang sudah dapat digunakan di Pasar Seni Semarapura dan keluhan pedagang di pasar Galiran terkait harga jual barang diluar pasar berbeda dengan harga jual barang di dalam pasar.

Terkait keluhan Pedagang di Pasar Galiran, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam menangani keluhan tersebut.

Selain itu Bupati Suwirta juga  menyarankan pedagang di pasar Galiran agar dapat berinovasi dengan mulai menggunakan penjualan berbasis online dalam menjual barang dan ikut menjaga kebersihan pasar, menjaga penampilan serta ramah kepada pembeli.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Suwirta kepada Pedagang di Pasar Seni Semarapura, yakni agar pedagang di pasar seni Semarapura dapat menata barang dagangan, ikut merawat kebersihan pasar Seni Semarapura, menjaga penampilan dan ramah terhadap pembeli.

Bupati Suwirta juga berpesan kepada pedagang kain di Pasar Seni Semarapura agar dapat mengutamakan menjual kain khas Bali khususnya kain khas Klungkung.

Bupati Suwirta mengharapkan agar pedagang di pasar galiran maupun pedagang di pasar Seni Semarapura agar dapat selalu menjaga kebersamaan diantara sesama pedagang di pasar. (Humasklk/Cok).

Ditandai dengan Pemukulan Gong, Wabup Sanjaya Buka Festival Kesenian dan Budaya Desa Megati Tahun 2019

TABANAN – Pantaubali.com – Ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Bali, yakni Gong, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka secara resmi Festival Kesenian dan Budaya Desa Megati  Tahun 2019. Kegiatan tersebut digelar di Sesandan Garden, Br. Sesandan Kangin, Megati, Selemadeg Timur, Minggu (15/12).

Festival perdana yang diselenggarakan Desa Megati ini mengambil tema ‘Konservasi dan Regenerasi Adat dan Budaya’, yang bermakna menjaga dan melestarikan serta menurunkan seni, adat dan budaya ke generasi muda agar tetap ajeg dan lestari.

Sebagaimana layaknya festival yang telah digelar di Kabupaten Tabanan, acara ini juga bertujuan untuk menggali potensi seni, adat dan budaya yang ada di Desa Megati serta kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat Desa Megati, termasuk Warga Negara Asing dan sektor-sektor usaha yang ada di Desa Megati.

Sesuai data yang dihimpun, bahwa festival ini terselenggara berkat kerjasama Pemerintah Desa Megati dengan beberapa perusahaan swasta yang ada di Megati serta dengan seluruh elemen masyarakat Megati dan WNI. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 100 juta, sedangkan dana desa yang dialokasikan untuk acara ini adalah Rp. 83 juta lebih.

Atas terselenggaranya festival ini, Wabup Sanjaya selaku wakil dari Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dimana dikatakannya hal ini sangat sesuai dengan visi dan misi Pemkab Tabanan dalam membangun Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi, yang salah satunya melalui penguatan seni, adat dan budaya lokal.

Wabup Sanjaya menekankan bahwa seni, adat dan budaya lokal merupakan jati diri yang harus dikembangkan. Dalam melestarikan hal tersebut, Sanjaya menegaskan bahwa peran Desa Adat sangatlah penting, karena Desa Adat merupakan pondasi awal yang mampu mensinergikan seni, adat dan budaya dengan pariwisata.

Lanjut Sanjaya, sehingga dalam mengembangkan seni, adat dan budaya lokal yang dimiliki hampir disetiap Desa di Tabanan dan hampir mempunyai cirri khas dan keunikan tersendiri diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mensukseskan hal tersebut. Dan yang terpenting dikatakannya adalah para pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pengembangan itu, karena pemuda adalah masa depan bangsa.

Pada kesempatan itu, Wabup Sanjaya pun mengucapkan terimakasih atas apresiasi dari WNA yang hadir saat itu. “Maaf Saya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, tapi terimakasih telah datang ke Negara Saya, Desa Saya ke Megati  dan terimakasih sudah datang ke Megati. Terimakasih banyak,” ucapnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Camat Seltim, dan Perbekel, Bendesa Adat dan Tokoh Masyarakat Megati, serta pihak swasta.@humastabanan.

Ratusan Pemancing Ikuti Lomba Mancing  di Dukuh Pulu Kelod, Mambang, Seltim

TABANAN – Pantaubali.com – Ratusan pemancing baik dewasa maupun anak-anak nampak sangat antusias mengikuti Lomba Mancing yang diadakan oleh masyarakat Banjar Dukuh Pulu Kelod, Desa Mambang, Seltim. Kegiatan yang memperebutkan hadiah berupa uang tunai tersebut dibuka Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, ditandai dengan pelepasan Ikan Lele, Minggu (15/14) pagi di Saluran Irigasi Subak Babakan Betenan, Mambang.

Tak hanya sekedar hiburan, kegiatan ini juga ditujukan dalam rangka penggalian dana untuk pembangunan Bale Banjar, serta mengajarkan masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya kebersihan dan upaya melestarikan lingkungan, khususnya aliran sungai yang merupakan sumber kehidupan, jelas Ketua Panitia I Nyoman Arya Darmaja.

Selaku Wakil Pemerintah, Wabup Sanjaya sangat  menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan lomba ini. Dikatakannya bahwa Pemerintah akan selalu dan sudah tentu sangat mendukung kegiatan positif yang digelar oleh masyarakat, apalagi dalam rangka penggalian dana untuk Bale Banjar dan menjaga serta melestarikan lingkungan sekitar.

Hal ini dijelaskannya sangat sejalan dengan visi misi Pemkab yakni menuju Tabanan yang sejahtera , aman dan berprestasi serta sesuai dengan visi misi Gubernur Bali dan Nawacita Presiden RI. Untuk itu, Sanjaya berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi generasi muda dan menumbuh kembangkan kecintaan terhadap kebersihan lingkungan terutama kebersihan sungai yang merupakan sumber kehidupan.

Untuk itu, Wabup Sanjaya menghimbau pada seluruh pihak yang hadir saat itu agar selalu peduli dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Karena menurutnya, maslah terbesar sekarang ini adalah sampah, terutama sampah plastik. “Jangan sampai kita membuang sampah sembarangan. Karena itu akan sangat mengganggu ekositem, disamping tidak enak untuk dilihat namun juga akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan kita,” ungkapnya.

WWabup Sanjaya saat itu juga menghimbau agar seluruh masyarakat, khususunya masyarakat Dukuh Pulu Kelod untuk selalu menjaga kekompakan yang telah terjalin. Sehingga apa yang diharapkan terkait pembangunan bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama. “Karena kekompakan dan rasa persatuan merupakan kunci kesuksesan,” imbuhnya.

Sebagai wujud dukungan, pada kesempatan tersebut Wabup Sanjaya memberikan punia yang diterima oleh Panitia Acara. Wabup Sanjaya beserta undangan yang hadir saat itu berkesempatan menyerahkan hadiah bagi pemenang Lomba Mancing. @humastabanan.

Peringati Hari Ibu ke-91, Pemkab Klungkung Gelar  Seminar Kesehatan Tulang dan Stunting

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019, Pemkab Klungkung menggelar Seminar Kesehatan Tulang dan Stunting bagi anggota organisasi kewanitaan di Kabupaten Klungkung. Seminar dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Sabtu (14/12/2019). Hadir Ketua TP. PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta bersama jajaran, Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, serta sejumlah OPD dan undangan terkait lainnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana selaku Ketua Panitia melaporkan, Seminar diadakan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-91 dan HUT Dharma Wanita ke-20 tahun 2019. Seminar dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama kaum perempuan akan pentingnya kesehatan baik dalam keluarga maupun masyarakat. Seminar sehari ini dilaksanakan dengan tujuan  untuk mengetahui lebih mendalam informasi tentang Stunting dan bahayanya bagi kesehatan, meningkatkan pemahaman ibu-ibu terkait dengan stunting dan kesehatan tulang serta mampu menangani masalah stunting dan kesehatan tulang dari segi gizi. “Pesertanya sebanyak 120 orang dari organisasi kewanitaan di Kabupaten Klungkung,” sebutnya.

Seminar Kesehatan Tulang dan Stunting menghadirkan narasumber yang membidangi, yakni Dr. Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba, SpPD-KR, M.Kes, FINASIM dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Dr. Ni Made Adi Swapatni.

Bupati Suwirta dalam kesempatan itu menyampaikan seminar seperti ini perlu dilakukan sebagai langkah-langkah edukatif yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu karena akan lebih gampang menerima dan mempraktekannya di masyarakat. Bupati mengajak peserta seminar untuk menyimak semua materi yang disampaikan narasumber dan dipraktekan di rumah maupun dilingkungan sekitar. Selain itu, Bupati juga berharap Dinas Kesehatan Klungkung dapat melakukan langkah-langkah promotif, preventif dan kuratif dalam mengajak masyarakat Klungkung untuk hidup sehat.

Dihadapan peserta seminar, Bupati Suwirta berharap organisasi kewanitaan di Kabupaten Klungkung dapat berperan aktif melakukan kegiatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar organisasi dan memberi manfaat bagi masyarakat Klungkung. “ Organisasi kewanitaan di Kabupaten Klungkung telah menjalankan prinsip Gema Santi yakni saling bergandengan tangan dan saling tersenyum,” ujar Bupati Suwirta.

Diakhir sambutannya, Bupati Suwirta menugaskan Sekda Klungkung untuk menginventarisir jumlah Organisasi Kewanitaan yang ada di Kabupaten Klungkung agar dalam proses penganggaran, semua Organisasi Kewanitaan mendapatkan anggaran yang merata sesuai dengan jenis kegiatan yang diusulkan. (hmsklk/nom)

Belayu Kembangkan Potensi Seni, Adat dan Budaya Melalui Festival

TABANAN – Pantaubali.com – Shaba Yowana Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan menggelar festival yang bertajuk Festival Belayu II dengan tema ‘Sevanam’ yang mempunyai arti melayani. Festival ini digelar dari tanggal 13-15 Desember 2019.

Bahkan festival itu dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace bersama Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, di Wantilan Desa Adat Belayu, Desa Beringkit, Marga, pada Jumat, (13/12).

Festival yang dikemas dalam Festival Belayu II dengan tema Sevanam ini digagas atas dasar semangat pemuda atau generasi milenial saat ini, sehingga dapat memberikan ruang bagi pelaku seni untuk menampilkan kreatifitas seni dan juga potensi yang dimiliki.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, Anggota DPR RI I Made Urip, DPD RI AA Gede Agung, anggota DPR Provinsi I Ketut Purnaya, Ketua DPRD I Made Dirga, Eka Putra Nurcahyadi dan beberapa anggota DPRD Tabanan, Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, dan undangan lainnya.

I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan penggagas festival ini adalah yowana, sekaa teruna, masyarakat dan seluruh elemen desa. “Bukan saya yang menggagas acara ini melainkan yowana, sekaa teruna, masyarakat dan seluruh elemen Desa Belayu yang ingin meningkatkan dan mengembangkan potensi seni adat dan budaya yang dimiliki,” ucapnya.

Tentunya seiring dengan pembangunan fisik, sudah saatnya Belayu memiliki arah yang jelas. Melalui acara ini kita ingin betul betul bisa menunjukan konsep untuk pelestarian tradisi seni adat dan budaya. “Semoga Belayu mempunyai identitas jelas,” harapnya.

Sementara Wakil Gubernur Bali Cok Ace sebelum membuka acara secara resmi mengucapkan selamat atas terlaksanannya Festival Belayu yang ke -2 ini. Diakuinya kesan pertama masuk ke Desa Adat Belayu, Ia menyatakan sangat kagum. “Pertama kali saya memasuki Belayu sangat luar biasa, tiang merasa kagum pisan,” ujarnya karena melihat potensi Desa Adat Belayu.

Menurutnya ini momentum yang baik untuk menunjukkan jati diri dan potensi Belayu. Karena potensi Desa Adat Belayu sangat luar biasa. “Semoga festival Belayu ini menjadi lebih baik, dan segera melakukan evaluasi untuk kearah lebih baik lagi kedepannya,” ujar Cok Ace.

Wabup Sanjaya menambahkan pihaknya selaku perwakilan Pemkab Tabanan memberikan apresiasi terhadap Desa Adat Belayu khususnya saba yowana yang bisa membuat acara spektakuler dan berkelas.

Diakuinya dengan kehadiran masyarakat yang begitu banyak mencerminkan festival ini berjalan dengan sukses. “Banyak peserta yang hadir membuktikan acara sukses dan antusias penonton sangat baik untuk mensukseskan festival Belayu,” tambahnya.@humastabanan.

Wabup Sanjaya Hadiri Pujawali Pura Luhur Batu Lumbung dan Pura Besi Kalung, Penebel

TABANAN  – Pantaubali.com – Sebagai wujud cihna bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri uleman Pujawali di Pura Luhur Batu Lumbung dan Pujawali di Pura Besi Kalung, Penebel, Kamis (12/12).

Tiba sekitar pukul 19.00 Wita, Wabup Sanjaya yang didampingi oleh Tjokorda Anglurah Tabanan dan Camat Penebel  disambut oleh Bendesa Adat, Perbekel, Panitia Pujawali, Tokoh Masyarakat dan Adat serta ratusan masyarakat setempat yang pada saat itu kebetulan Ngayah.

Pada kesempatan tersebut Wabup Sanjaya mengapresiasi semangat persatuan, kebersamaan dan semangat gotong-royong masyarakat. Dikatakannya di era digital sekarang ini, masyarakat bisa lebih mudah dalam menjaga adat, tradisi serta budaya dengan berkembangnya teknologi.

Sebagai contoh di era saat ini dengan adanya berbagai aplikasi menyebabkan begitu cepatnya kita bisa menerima atau mengirim informasi, baik itu yang sifatnya positif ataupun negatif. Untuk itu, Wabup Sanjaya menekankan kepada masyarakat agar selalu bijak dalam mengolah ataupun menyebarkan informasi.

Karena menurutnya, melalui informasi yang salah akan bisa menghancurkan semangat persatuan, kebersamaan serta gotong-royong. Terlebih seni, tardisi, adat, budaya dan Agama bisa terancam karena salah memahami dan mengartikan atau mengirim informasi.

“Untuk itu, kita harus bijak menggunakan teknologi. Gunakan teknologi sebagai alat pemersatu, sebagai alat untuk lebih memupuk semangat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Terlebih untuk menjaga tradisi, adat dan budaya kita,” imbuhnya.

Sementara Bendesa Adat Senganan I Wayan Esiawanmengatakan atas nama masyarakat sangat mengapresiasi kehadiran Wabup Sanjaya di tengah-tengah masyarakat untuk turut serta melakukan persembahyangan.

Disamping sebagai apresiasi, menurutnya hal ini juga merupakan suatu motivasi bagi masyarakat untuk lebih semangat lagi dan lebih bersatu lagi dalam menjaga tradisi, adat dan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. @humastabanan.

Mrs. Universal Tahun 2019 Temui Bupati Suwirta

KLUNGKUNG – Pantaubali.com -Keberagaman budaya dan tradisi serta keindahan Pulau Bali menarik perhatian Mrs. Universal dan Ms. Universal Tahun 2019 untuk datang dan mempromosikan Bali secara langsung dan Kabupaten Klungkung ke mata Dunia. Christy Hinnant sebagai Mrs. Universal dan Navneeta Hinz sebagai Ms. Universal Tahun 2019 yang baru pertama kali ke Bali langsung berkunjung Klungkung. Kedatangan mereka disambut langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (12/12).

Kedatangan kedua putri kecantikan pertamakali ke Bali ini semata-mata untuk ikut mengenalkan kebudayaan dan keberagaman adat istiadat yang ada di Pulau Bali. Dimulai dari Kabupaten Klungkung dengan mengenalkan obyek wisata budaya peninggalan kerajaan Bali Kertagosa. Selain obyek wisata budaya, juga akan diperkenalkan keindahan Pulau Nusa Penida yang sedang menjadi primadona pariwisata Bali saat ini.

Bupati Suwirta menyambut baik kedatanganya di Kabupaten Klungkung, Bupati Suwrita berharap kedatangan mereka ini bisa mempromosikan secara langsung keindahan alam, tradisi dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Klungkung. Pihaknya juga memperkenalkan keindahan Pulau Nusa Penida yang sudah berkembang dengan pesat. “Saya berharap kedatangan putri-putri cantik ini sekaligus mempromosikannya diseluruh Dunia dan berkunjung di semua obyek wisata yang,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini.

Mrs. Universal, Christy Hinnant mengaku sangat terpesona akan keindahan alam Bali, keramahan masyrakatnya hingga kebudayaan yang masih kental hingga saat ini. “saya sangat bersemangat untuk mempromosikan Bali khusunya Kabupaten Klungkung ke kancah Dunia. Pengalaman baru sampai di Bali sangat indah sekali, orang-orangnya sangat bersahabat serta budayanya luar biasa “, Ujar Christy Hinnant

Pihaknya juga menambahkan kedatangan mereka untuk menyampaikan rencananya mempromosikan Bali dan Klungkung khusunya. Mereka juga akan menggelar pemilihan Putri Dunia Tahun 2020 dari Ms Universal di Bali serta direncanakan akan berlangsung di Kabupaten Klungkung dengan konsep dan perencanaan klasik Bali dengan mendatangkan peserta dari seluruh Dunia dan Bupati Suwirta diminta jadi juri. (Humasklk/yande)

Bupati Eka Resmikan 393 Titik Wifi Gratis dan 2 Wifi Corner di Tabanan   

TABANAN – Pantaubali.com –  Dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat serta dalam rangka persaingan modern, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Diskominfo terus melakukan terobosan, inovasi yang bersifat melayani secara digital yang salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan wifi gratis di 393 titik dan wifi corner.

Hal itu diungkapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada acara Peresmian Wifi Corner dan Wifi Gratis Di Kabupaten Tabanan yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Selasa (10/12) siang. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Eka didampingi Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila,Kadis Kominfo Provinsi Bali, Kadis Kominfo Tabanan I Putu Dian Setiawan dan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Ketut Ridia.

Turut hadir pada kesempatan tersebutPimpinanPerangkatDaerah KabupatenTabanan, General Manager PT Comment Plus (Icon Plus) Wilayah Bali, Majelis Madya dan Majelis Alit Desa Pekraman se Kabupaten Tabanan Serta seluruh rekan-rekan media dan, siswa-siswi SMP dan SMU atau sederajat se-Kabupaten Tabanan.

“Jadi kita bersyukur, kita terbanyak untuk Wifi di Bali. Ada sudah seratus persen terpasang dan terbanyak. Artinya karma baik tidak salah alamat, sepanjang kita berbuat baik pasti mendatangkan bonus yang besar,” ucap Bupati Eka.

Disamping itu Bupati Eka sangat mengapresi seluruh pihak terkait yang ikut mensukseskan pelaksanaan wifi gratis di 393 titik dan wifi corner ini. “Karena kita lagi go digital, Saya harapkan perencanaan ini  sukses bisa bermanfaat untuk semuanya dan kita harapkan juga server-server untuk bisa digabungkan jadi satu,” jelasnya.

Karena menurutnya dalam mewujudkan e-government semua server harus saling terkait. Kalau tidak, maka dijelaskannya sangat sulit mewujudkan hal tersebut. “Jadi mohon atensi semua pihak, OPD yang kiranya belum menyatukan servernya agar digabung, sehingga kita bisa mewujudkan e-government,” pungkasnya.

Bupati Eka juga menekankan agar seluruh pihak yang terkait tidak hanya menyambungkan servernya namun juga harus kompak serta bangun koordinasi dan komunikasi yang baik. “Karena apa, karena untuk mewujudkan sesuatu yang baik itu tidak bisa sendiri. Saya harapkan semua tetap kompak, tetap satu komando. Jangan bermimpi dan berkhayal, tunjukan kinerja yang baik,” tegasnya.

Sementara pada kesempatan yang sama Kadis Kominfo Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan melaporkanbahwa tujuan dibangunnya wifi corner dan free wifi di Kabupaten Tabanan adalah sebagai wujud pelayanan pemerintah kepada masyarakat (governemnet to citizen atau g to c) yang sesuai dengan konsep pengembangan e-government secara nasional atau saat ini dikenal dengan istilah SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

Lanjut Putu Dian Setiawan, pembangunan Wifi Corner dan Free Wifi di Kabupaten Tabanan merupakan salah satu fasilitas infrastruktur yang diperlukan oleh pemerintah daerah dalam perwujudan visi dan misi Tabanan Serasi.

“Sebagai Management keberlanjutan Tabanan Serasi, pembangunanWifi Corner dan Free Wifi di Kabupaten Tabanan nantinya diharapkan dapat berfungsi untuk peningkatan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya,  kesehatan dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global yang dimiliki,” imbuh Putu Dian Setiawan.

Dilaporkannya juga bahwa saat ini saat ini Pemkab Tabanan melalui Diskominfo telah membangun dua fasilitas wifi corner, yaitu satu di seputaran lapangan dangin carik dan satunya lagi di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Maria. Pembangunan wifi corner ini adalah berasal dari dana APBD dengan dana Rp. 40 juta dengan kapasitas bandwith sebesar 100 Mbps dedicated. “Dan pada masa yang akan datang, akan kita bangun juga di tempat lain secara bertahap,” tambahnya.

Mengenai pembangunan free wifi di seputaran wilayah Kabupaten Tabanan,  Putu Dian menjelaskan merupakan bantuan BKK dari Provinsi Bali tahun 2019. Pembangunan inidilaksanakan di 393 titik, dengan memakai jaringan Fiber Optik sepanjang kurang lebih 1600 Km dengan titik pemasangan antaralain; 349 titik di seluruh desa adat, 24 titik di wilayahobyekwisata, dan 20 titik di seluruh puskesmas di KabupatenTabanan.@humastabanan

Komisi IV DPRD Tabanan Tinjau Kesiapan RS Nyitdah

TABANAN – Pantaubali.com – RS Nyitdah kini sudah terakreditasi dalam melayani masyarakat. Dengan telah terakreditasi tersebut, maka RS UTD RS Nyitdah bisa melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Diharapkan kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan dapat segera ditindalanjuti sehingga bisa dilaksanakan mulai awal tahun 2020 mendatang. Hal tersebut terungkap saat kunjungan Komisi IV DPRD Tabanan ke UPTD RS Nyitdah, Selasa (10/12/2019).

Kunjungan komisi IV DPRD Tabanan ini dipimpin ketuanya I Made Suarta diterima Kepala Dinas Kesehatan dr. Nyoman Suratmika dan Kepala UPTD RS Nyitdah dr. Nyoman Wismabrata. Dewan sempat berkeliling ke ruangan dan bangunan yang ada di lokasi dengan luas 7 hektar tersebut.

Dewan berharap dengan telah terakreditasinya UPTD RS Nyitdah diharapkan pelayanan bisa lebih baik dan bisa dilakukan kerjasama dengan pihak BPJS kesehatan. Dengan demikian masyarakat akan mau berobat dan dirawat di RS Nyitdah. “Kami mendorong agar pelayanan RS Nyitdah segera optimal, apalagi sudah terakreditasi sehingga bisa kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tandas Suarta.

Dewan juga meminta agar pihak RS Nyitdah segera menindaklanjuti kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Selain itu juga membenahi pelayanan sehingga pasien merasa nyaman. Apalagi ada rencana bantuan dari BKK provinsi sebesar Rp 70 Milyar ditahun 2020 agar bisa digunakan untuk melengkapi sarana-prasarana yang kurang dari kondisi yang sudah ada saat ini.

Sementara itu, dr. Suratmika menjelaskan, dengan terakreditasinya UPTD RS Nyitdah maka proses kerja sama dengan BPJS sedang ditindaklanjuti. Dengan prediksi baru bisa kerja sama mulai 1 Januari 2020. Dikatakan , melihat kondisi UPTD RS Nyitdah saat ini dengan rencana jenis – jenis pelayanan yang sesuai dengan kemampuan Rumah Sakit yang dilihat dari jumlah tempat tidur, jenis dan kompetensi SDM, sarana, prasarana serta alat kesehatan yang tersedia saat ini sudah siap memberikan pelayana kepada masyarakat.

“Dengan ditargetkan pendapatan RSt Nyitdah Rp 10Mmiliar pada tahun anggaran induk tahun 2020 kemungkian dapat dipenuhi dengan prediksi kunjungan untuk mencapai pendapatan yang ditargetkan,” katanya. Dijelaskan, untuk memenuhi target tersebut, pihaknya mempredikasi jumlah kunjungan pasien terus meningkat. Untuk layanan UGD diperkirakan 75 pasien setipa hari atau setahun setara 21.600 pasien.

Sementara untuk kunjungan seluruh jenis poliklinik sebanyak 425 pasien perhari atau setara dengan 122.400 pasien setahun .”Asumsi itu bisa didapat juga dengan prediksi pasien rawat inap mencapai 80 persen dengan kewajibanan menambah 100 bed,” jelasnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, perlu dukungan SDM, sarana, prasarana, dan Alkes serta penunjang lainnya. Untuk itu pihaknya mengusulkan pembangunan beberapa sarana-prasarana pendukung seperti gedung loundry dengan kelengkapannya, serta penyiapkan sistem pelayanan, farmasi dan penambahan tenaga dengan nilai total Rp 4, 430 Miliar lebih. “Perlu penambahan sarana-parasarana pendukung segera. Itu yang kami ajukan,” katanya lagi.

Terkait sepinya pasien dibandingkan sebelumnya, Suratmika didampingi dr. Wismabrata menjelaskan kalau hal itu terjadi karena belum ada kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, pasien tidak mau datang atau dirawat di RS Nyitdah dan masih memilih ke BRSU Tabanan. Sementara saat ini yang ditanggung baru sekitar 30 persen dari total biaya yang harus dikeluarkan pasien. “Dengan nanti sudah ada kerjasama dengan BPJS Kesehatan, dipastikan kunjungan akan meningkat,” pungkasnya.

Renegosiasi Pengelolaan Air Panas Penatahan, Bakeuda Tabanan Mohon Rekomendasi

TABANAN – Pantaubali.com – Selama ini Pendapatan daerah yang di peroleh dari penyewaan aset Pemkab Tabanan berupa lahan sumber air panas Penatahan di Desa Penatahan,Kecamatan Penebel, Tabanan belum Optimal, lantaran pengelola hanya di kenakan kntribusi awall. Namun kini pihak pengelola akan di kenakan kontribusi tetap per tahun. Atas kondisi tersebut,Pemkab Tabanan memohon rekomendasi kepada DPRD Tabanan.

Hal tersebut di sampaikan dalam rapat kerja komisi III DPRD Tabanan dengan Kepala Badan Keuangan Daerah ( Bakeuda ) Tabanan dengan mengajak PT Sentratirta Nugraha Sejati dalam agenda pembahasan persetujuan DPRD Terhadap perubahan kedua atas perjanjian antara pemerintah dengan PT Sentratirta Nugraha Sejati dan sekaligus perpanjangan kontrak atau penggunaan usaha objek wisata air panasnPenatahan, Selasa 10/12, di ruang rapat DPRad Tabanan.

Kepala Bakeuda Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti menjelaskan, sebelumnya pengelola objek wisata air panas Penatahan, dalam hal ini PT Sentratirta Nugraha Sejati, menandatangani surat perjanjian penyewaan lahan aset Pemkab Tabanan dengan Status bangun guna serah.Sehingga setelah waktu sewa berakhir bangunan wajib di serahkan ke Pemerintah dalam kondisi baik.

Kerjasama itupun di awali pada tahun 1990 dengan jangka waktu 10 tahun. Kemudian tahun 1994 di lakukan perubahan dan perpanjangan kerjasama hingga 20 tahun. “ jafi tanggal 27 Januari 1990 sampai 27 Januari 2010 itu besaran kontribusinya Rp 94,200 juta di bayar di awal.Kemudian di lakukan perubahan dan perpanjangan kerjasama tahun 1994 hingga 27 Januari 2030 dengan kontribusi Rp 109 juta lebih, sehingga total sewanya selama 30 tahun, “ ujarnya.

Saat itu tidak ada aturan yang menyebutkan pengelola untuk memberikan kontribusi pertahun sehingga hanya di kenakan kontribusi awal. “ waktu itu masih tanah kosong,hutan belantara, mereka menyewa tanah itu, mereka yang membangun secara bertahap, “ imbuhnya.

Namun kini berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI, Pemkab Tabanan di rekomendasikan untuk melakukan renegosiasi dengan PT Sentratirta Nugraha Sejati terhadap perjanjian kerjasama tersebut.Dimana nantinya pihak pengelola wajib membayarkan kontribusi tiap tahunya.
Untuk menentukan besaran kontribusi, Pemkab tabanan betkerjasama dengan KJPP atau Tim appraisal, hingga akhirnya di temukan nilai kontribusinya yakni Rp 34 Juta per tahun.

Sementara itu Ketua Kmisi III DPRD Tabanan Anak Agung Nyoman DharmanPutra menilai bahwa Pemkab Tabanan kurang jeli melihat aturan baru yang berlaku, sehingga proses kerjasama dengan pengelolaan air panas penatahan menjadi temuan, lantaran tidak ada restrebusi yang masuk per tahunya. “ yang juga harusndi perhatikan, DPRD harus di ajak rembug. Sebab bagaimana mereka akan meminta advice dan tanda tangan dewan,tapi selama ini kita tidak di ajak rembug, tiba-tiba saja ada kajian apprasial, “ ujarnya.

Dengan di sepakati retrebusi tahunan tersebut, pihaknya akan mengundang kembali pengelola untuk urun rembug agar pengelola bisa berinovasi sehingga objek wisata itu tetap bertahan dan tidak malah stagnan,apalagi mati di tengah jalan. “ kami minta kerja sama ini di kaji permtigabtahun sekali, karena nilai konyraknya kecilnbahkan sampai 2030 nanti, “ tegas politisi PDIP asal Pupuan tersebut.