- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1003

Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan Kembali Lakukan Spraying Disenfektan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai langkah antisipasi lanjutan dalam rangka menjaga kondisi lingkungan tetap aman dari kepungan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Pemkab Tabanan melalui Satgas Covid-19 bekerjasama dengan Kodim dan Polres Tabanan lakukan spraying (penyemprotan) cairan disenfektan di seluruh Kabupaten Tabanan, Jumat (27/3).

Ada yang beda pada penyemprotan kali ini menggunakan mobil Damkar milik Pemkab Tabanan dan Water Canon dari Polres Tabanan. Dan kegiatan ini juga merupakan melanjutkan instruksi Bupati Tabanan yang mewajibkan untuk melakukan spraying dengan menyasar jalan-jalan protokol dan tempat-tempat yang banyak terjadi kegiatan interaksi masyarakat

“Kami bersinergi dengan Kodim dan kemudian Polres Tabanan, hari ini melakukan kegiatan penyemprotan masal. Jadi kegiatan penyemprotan ini dilakukan di seluruh Kabupaten Tabanan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Tabanan Ngurah Darma Utama, mewakili Satgas Covid-19 Tabanan di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, penyemprotan ini difokuskan di tempat-tempat yang banyak melakukan interaksi masyarakat. “Kita fokus untuk tempat-tempat interaksi masyarakat di Kota Tabanan termasuk Kediri, tempat keramaian, jadi seluruh pinggiran pertokoan kita laksanakan penyemprotan hari ini,” ungkapnya.

Kemudian penyemprotan juga dilakukan  di area tempat parkir, terminal, daerah pariwisata dan diseluruh pasar se-Kabupaten Tabanan. “Kemudian bantuan Water Canon dari Polres Tabanan juga melaksanakan di jalan protokol. Jadi kita tidak menyemprot jalan, kita menyemprot pinggiran jalan untuk membunuh kemungkinan adanya virus covid-19,” tambahanya.

Ia mengaku, penyemprotan seperti ini akan dilakukan setiap hari Jumat. “Kemudian kegiatan ini kita programkan setiap hari Jumat, tentunyasesuai dengan ketersediaan logistik yang kita miliki. Kemudian tempat-tempat tertentu seperti pasar, terminal kita lakukan setiap hari sesuai dengan protokoler satgas bidang area dan transportasi publik,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini bisa menjaga Tabanan khususnya dari serangan wabah virus corona. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan badai covid-19 di Kabupaten Tabanan, di Bali dan di Indonesia segera berlalu,” imbuh Ngurah Darma.@humastabanan

Cegah Covid -19, Water Cannon Brimob Polda Bali Siramkan Disinfektan

 

DENPASAR – Pantaubali.com -Polda Bali menyemprotkan cairan disinfektan di Kota Denpasar, guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Disinfektan disemprotkan menggunakan mobil water cannon milik Brimob Polda Bali.

Hal ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus yang mungkin menempel pada kendaraan dan pengguna jalan dan diareal yang dilakukan penyemprotan.

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi pemerintah dan Kapolri kepada seluruh jajaran kepolisian untuk dapat mendukung pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), itu disampaikan,Dansat Brimob Polda Bali Kombes Pol Ardiansyah Daulay ,S.I.K,M.H. saat ditemui ketika memberikan arahan sebelum pelaksanakan kegiatan, Jumat (27/3).

“Iya anggota kita laksanakan penyemprotan dan sekaligus imbauan.Penyemprotan dilakukan di kawasan sepanjang jalan W.R Suprarman Denpasar. Selain penyemprotan, tim juga terlihat memberikan imbauan kepada masyarakat,” jelasnya.

Pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini adalah tanggung jawab bersama, dihimbau kepada seluruh masyarakat agar membatasi kegiatan di keramaian melalui jaga jarak (Social Distancing) antar personal.

“Kami, Satbrimob Polda Bali dan jajaran Polres se-Bali berupaya sekuat kemampuan kami untuk meminimalisir penyebaran wabah di Bali ini melalui salah satu caranya penyemprotan desinfektan,” ujarnya.

Dia menambahkan, satuan Brimob Polda Bali sendiri mengerahkan 1 unit Mobil Water Canon (AWC) dengan kapasitas 5000 liter.

Upaya TAB Untuk Meminimalisir Penanganan Keluhan Pelanggan

TABANAN – Pantaubali.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda ) Tirta Amerta Bhuana yang dulu bernama PDAM terus melakukan upaya meminimais keluhan layanan masyarat.

Ini terbukti semakin hari prosentase keluhan masyarakat terus menurun. Jika dibadingkan bulan bulan sebelumnya, saat ini keluhan yang diterima sekitar 9 keluhan per hari atau 266 per bulan. Jumlah ini lebih sedikit dari bulan bulan sebelumnya yang mencapai 15 keluhan per hari.

Hal itu diungkapkan Kasubag Humas Perumda TAB Wayan Agus Suanjaya yang dihubungi per telpon, Kamis ( 26 Maret 2020)

“Keluhan yang kita tangani rata-rata disebabkan karena gangguan kebocoran pipa, hingga penyumbatan saluran,” jelasnya.

Kedepan pihaknya terus melakukan upaya upaya penanganan maksimal terhadap keluhan yang ada di masyarakat. Terutama keluhan apabila ada air mati di suatu wilayah.

Sebagai Tokoh Masyarakat Sekwan I Made Sugiarta Ajak Anak Muda Banjar Tuka Perean Laksanakan Penyemprotan Disenfektan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Upaya antisipasi masuknya Covid-19 dilakukan semua pihak. Termasuk Pemuda Banjar Tuka Desa Perean Tengah Kecamatan Baturiti KabupatenTabanan melaksanakan penyemprotan disinfektan bertepatan dengan hari Pengerupukan Selasa 24 Maret 2020 atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

I Made Sugiarta tokoh masyarakat Banjar Tuka Desa Perean Tengah mengatakan, upaya penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh anak anak muda tersebut bertujuan untuk menekan penyebaran virus Corona ( Corona Virus Diases – Covid 19). ” Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan anak anak muda yang sudah peduli dengan keadaan yang terjadi saat ini, ” jelasnya. Ia yang menjabat sebagai Sekretaris Dprd kabupaten Tabanan ini mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan Presiden dan Gubernur Bali untuk tetap berada di rumah guna menghindari terpapar Covid 19. ” Ayo kita patuhi perintah Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster untuk tidak keluar rumah demi keluarga masyarakat bangsa dan negara kita, ” tambahnya. Ia juga berharap pandemi Covid 19 segera berlalu .

Sementara itu Perbekel Desa Perean Tengah I Nyoman Mutera menjelaskan penyemprotan disinfektan di Banjar Tuka ini adalah penyemprotan kali kedua di Desa Perean. ” Hari ini kamisemprorkan 120 liter dan kemarin 50 liter, “jelasnya. Ia mengaku sedikit kesulitan mendapatkan disinfektan, setelah mencari informasi ke beberapa pihak akhirnya dia mendapatkan disinfektan di Sayang, Ubud Gianyar.

Dampak Wabah Covid-19, Pemprov Bali Akan Paradekan Ogoh-Ogoh

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam kondisi dampak wabah pandemi COVID-19, Pemerintah Pusat dan Gubernur Bali telah melarang kegiatan keramaian dengan mengumpulkan banyak orang, sehingga pengarakan Ogoh-Ogoh dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 tidak dapat dilaksanakan. Sehingga, membuat kecewa atau kurang puas bagi para Yowana dan Krama Bali.

Gubernur Bali sangat memahami kondisi tersebut, Namun kita harus patuh dan disiplin dalam mengikuti kebijakan Pemerintah demi penyelamatan umat manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, setelah mendengar masukan dan diskusi dengan Bupati Walikota Se-Bali, serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI,) Provinsi Bali, dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, maka Gubernur Bali memutuskan akan menyelenggarakan Festival atau Parade Ogoh-Ogoh se-Bali yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali.Itu disampaikan, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bali, Gede Pramana dalam keterangan rilisnya Senin (23/3) di Reno, Denpasar.

“Pengarakan Ogoh-Ogoh dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 tidak dapat dilaksanakan. Maka dari itu, Gubernur Bali Wayan Koster akan menyelenggarakan Festival atau Parade Ogoh-Ogoh se-Bali. Selain itu pelaksanaan festival dalam rangka Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali. Hal ini sebagai sikap Gubernur mengapresiasi kreativitas dan inovasi karya seni para Yowana di Desa Adat se-Bali dalam membuat Ogoh-Ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942,” paparnya.

Dia memaparkan,Format penyelenggaraan Festival atau parade Ogoh-Ogoh se-Bali  Di antarsnya Penilaian Ogoh-Ogoh dilakukan oleh Tim Penilai Kabupaten atau Kota ke masing-masing Desa Adat.

Waktu penilaian awal Agustus 2020, Kriteria penilaian akan ditentukan kemudian dan Tata cara pelaksanaan Festival atau Parade Ogoh-Ogoh se-Bali lebih lanjut akan dibuatkan Petunjuk Teknis.

Sedangkan tahap pengarakan Ogoh-ogoh, yang Pertama pengarakan Ogoh-Ogoh dilaksanakan secara serentak di semua Desa Adat se-Bali pada Sabtu, 8 Agustus pukul 16.00 Wita – selesai, Kedua pengarakan diiringi dengan Gamelan Bali,Ketiga tidak boleh menggunakan sound (gamelan dalam bentuk rekaman), Empat pengarak Ogoh-Ogoh wajib menggunakan busana adat Bali selanjutnya kelima pengarakan Ogoh-Ogoh dilaksanakan dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

Selanjutnya untuk Tahap penetapan juara Pemberian penghargaan dan hadiah Meliputi yang Pertama Tim Penilai Kabupaten atau Kota menetapkan tiga pemenang sebagai Juara I, Juara II, dan Juara III, dua Juara I di masing-masing Kabutapen atau Kota akan diundang pada saat Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Bali pada 14 Agustus untuk menerima penghargaan dan hadiah yang diserahkan oleh Gubernur Bali, Juara II dan Juara III di masing-masing Kabutapen atau Kota diberikan penghargaan dan hadiah oleh Gubernur Bali yang diserahkan oleh Bupati atau Walikota,Keempat hadiah masing-masing juara, Juara I mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp. 50 Juta; – Juara II mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp. 35 juta; dan – Juara III mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp. 25 juta.

Terkait Covid-19, DTW di Tabanan Ditutup Sementara

 

TABANAN- Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, menutup Daerah Tujuan Wisata akibat wabah corona virus desease 2019 (covid-19). Penutupan ini bersifat sementara sebagai langkah antisipasi lanjutan dalam rangka meminimalisir penyebaran covid-19 di ruang publik.

Hal ini diungkapkan pada video conference hari kedua yang dilakukan  Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dengan Satgas Covid-19 Tabanan, OPd dan pengurus DTW, melalui Tabanan Command Center, Sabtu (21/3).

Penutupan sementara tersebut akan diberlakukan mulai Minggu, 22 Maret, hingga , 30 Maret 2020. Terkait dibuka kembali, Bupati Eka menjelaskan akan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu. Sehingga pas dibuka kembali situasi DTW di Tabanan aman dan nyaman kembali untuk dikunjungi.

Penutupan ini dilakukan karena Pemkab Tabanan berkewajiban menjaga keselamatan masyarakat Tabanan dan berpartisipasi dalam meminimalisir penyebaran virus corona ini.

Tidak dipungkiri, hal ini mungkin akan menimbulkan gejolak di masyarakat, yakni keberlangsungan perekonomian masyarakat yang semakin melemah. Namun hal ini harus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran virus dan menjaga kesehatan serta keberlangsungan hidup banyak orang.

Bupati Eka juga mengintruksikan kepada Kepala Dinas Nakertrans dan Instansi terkait di Kabupaten Tabanan agar mencarikan solusi terhadap orang-orang yang terdampak kebijakan tersebut dengan memperhatikan kebijakan pemerintah pusat yang telah dikeluarkan Untuk sementara, Bupati Eka meminta permakluman dan kerjasama masyarakat Tabanan untuk bersama-sama menjaga Tabanan.

“Setelah penutupan ini, harus dicarikan solusi bagi masyarakat yang terdampak dan buatkan laporan dari tindaklanjut penutupan ini,” imbuh Bupati Eka.

DTW di Tabanan yang ditutup sementara, diantaranya, DTW Tanah Lot, Ulundanu Beratan dan Jatiluwih. Hal ini juga berlaku bagi obyek wisata lainnya yang ada di Tabanan termasuk rumah makan dan sejenisnya yang berpotensi menimbulkan keramaian.@humastabanan

Malam Ini Akan masuk Ke Bali 205 Orang Pekerja Migran Indonesia Asal Bali Melalui Pintu Masuk Bandara Ngurah Rai

DENPASAR – Pantaubali.com – Melalui Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Dewa Made Indra, kembali menyampaikan   perkembangan Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali dalam Update Kasus, yang disampaikan melalui konferensi persnya di Diskominfos Provinsi Bali, pada Covid-19 di Provinsi Bali dalam Update Kasus Minggu (22/3). 

“Sampai saat ini kasus Pasien Dalam Pengawasan(PDP) berjumlah 96 orang termasuk 1 orang tambahan yang baru dilaporkan dan dirawat oleh petugas kesehatan di 1 Rumah Sakit (1 WNA dan 0 WNI). Dari 96 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 73 orang yaitu sebanyak 70 orang negatif dan 3 orang positif (2 diantaranya meninggal). Adapun sampel yang belum keluar sebanyak 23 orang masih menunggu hasil lab,” ungkap Dewa Made Indra.

Selain menyampaikan update kasus Covid-19, Ketua Satgas juga menyampaikan terkait upaya-upaya penanggulangan Covid-19 antara lain, telah diputuskan mulai hari ini, Minggu (22/3) dilakukan karantina terutama bagi Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari Negara terinfeksi. Karantina bertempat di UPTD. Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan BPSDM Provinsi Bali. “Jadi malam ini para migran asal Bali ini akan mendarat di Bandara Ngurah Rai, dan Kami Pemerintah Provinsi Bali didampingi oleh Pihak KKP, Kepolisian, TNI serta otoritas terkait akan menjemput para migran yang selanjutnya dilakukan pengecekan dari KKP terkait sertifikat kesehatan yang sudah dibawa para migran dari Negara tersebut, setelah dilakukan pengecekan maka akan dilanjutkan dengan menggunakan bus Trans Sarbagita menuju tempat karantina”, ujarnya.

Satgas juga sudah menyiapkan skema penjemputan para pekerja migran ini dr Bandara dengan melibatkan semua stake holder, sehingga semua pekerja migran dapat menjalani pemeriksaan dan lainnya, sesuai protap dan akan ditempatkan di tempat karantina yg telah ditetapkan.

Diharapkan dalam waktu dekat bantuan rapid test akan datang, agar para pekerja migran dapat melaksanakan test, jika hasilnya negatif boleh pulang.Demikian kesimpulan rapat hari ini yang dipimpin langsung Kasatgas di Ruang Rapat Inspektorat Provinsi Bali dan dihadiri oleh OPD terkait.

Tekait dengan karantina para migran maka Pemprov Bali meminta dukungan dan kesediaan dari para keluarga migran untuk mengikuti tata tertib yang berlaku dengan tidak melakukan kunjungan, sehingga karantina bisa berlangsung dengan tertib dan disiplin. Selain itu, Pemprov Bali juga meminta dukungan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk turut memberikan sosialisasi edukasi ditempat karantina serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam upaya penanggunalan penyebaran covid-19 ini.

Selain itu mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat, maka  Pemerintah Provinsi Bali secepatnya juga akan melakukan screening test berdasarkan skala prioritas, yang rencananya akan bertempat di Rumah Sakit Kesdam (RSAD) dan saat ini telah dilakukan berbagai upaya persiapan.“Disamping itu, untuk mengoptimalkan pemeriksaan tes laboratorium Covid-19, maka laboratorium RSUP Sanglah sedang melakukan persiapan agar tes covid-19 dapat dilakukan di RSUP Sanglah. Guna menanggulangi upaya penyebaran virus, maka Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengintruksi kepada seluruh Rumah Sakit yang ada di seluruh Bali baik Negeri maupun Swasta untuk menutup jam kunjungan pasien rawat inap dan pembatasan penunggu pasien rawat inap di semua rumah sakit,” jelas Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19, Dewa Made Indra.

 

Sejak Isu Covid-19, JBT Mencatat Penurunan Lalin 30% Perhari

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Sejak merembaknya isu wabah covid 19 PT. Jasamarga Bali Tol mencatat telah terjadi penurunan rata-rata lalin di Maret sebesar 29 ribu kendaraan perhari. Rata-rata lalin Januari sampai Februari telah tercatat 45 sampai 50 unit ribu perharinya.

“Sejak merembak covid 19,telah terjadi penurunan lalin sekitar 30% perharinya,” jelas Public Relations Senior Officer, PT. Jasamarga Bali Tol, I Putu Gandi Ginantra,Senin,(23/3) di Kota Denpasar.

Meskipun dalam kondisi adanya virus corona, pelayan di jalan tol tetap beroperasi seperti biasanya. Meskipun demikian perlindungan exstra kepada petugas yang bertugas di lapangan dan melakukan beberapa pencengahan penyebaran Covid 19.

“Di gerbang tol kami setiap miggunya menyemprotkan desinfectant, menyediakan masker, slop tangan dan hand sanitizer bagi petugas yang berada dilapangan,” katanya.

Selain itu, pengecekan pengukuran suhu tubuh kepada seluruh karyawan maupun kepada tamu yang berkunjung ke kantor tetap dilakukan.Jika ada karyawan misal mengalami sakit batuk, pilek, panas maupun yang sesak napas akan dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Kami memberlakukan Work From Home bagi karyawan yang berumur 50 tahun dan bagi sebagian karyawan juga,” ucapnya.

Sembari Dia menambahkan, dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1942, untuk turut melestarikan nilai budaya dan kearifan lokal, maka operasional Jalan Tol Bali Mandara akan ditutup sementara secara keseluruhan selama 32 jam. Penutupan akan dilakukan mulai hari Selasa, 24 Maret 2020, pukul 23:00 Wita, dan akan dibuka kembali pada hari Kamis, 26 Maret 2020, mulai pukul 07:00 Wita.

“Berdasarkan surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: UM.01.01-Mn/561, 20 Maret 2020, perihal Izin Penutupan Jalan Tol Dalam Rangka Hari Raya Nyepi. Serta surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 003.1/12955/PK/BKD, tanggal 3 Oktober 2019, tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2020 maka perasional Jalan Tol Bali Mandara akan ditutup sementara secara keseluruhan selama 32 jam,” tutupnya.

DPD Golkar Bali Desak Pemprov Bali Segera memperoleh Test Virus Covid 19

 

DENPASAR- Pantaubali.com – Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Sabtu,(21/3) di Denpasar mendesak Gubernur Provinsi Bali atau tim Pemprov Bali agar segera berjuang ke Jakarta untuk mendapatkan minimal 100.000 alat “test cepat untuk virus covid 19”. Karena berdasar info di media, telah ada BUMN mendatangkan alat test tersebut, dan diharapkan segera berjuang untuk menyiapkan stok obat yang sudah dipesan presiden. Hal tersebut peting sebagai upaya proteksi dan pencegahan harus dikedepankan.

“Bertindak cepat, ini sangat penting mengingat upaya proteksi dan pencegahan maksimal harus dikedepankan,” jelasnya.

Pemesanan alat harus segera diperoleh tentu setelah mendapat ijin edar dari Kemenkes RI.Dikarenakan melihat banyak warga Bali akan datang atau pulang dari kapal pesiar nantinya.

“Begituwarga Bali datang dari negara yang potensi covid 19. Setidaknya mereka dibantu test kesehatan dan karantina 14 hari, sebelum nantinya bergabung dengan keluarga dan masyarakat di Desa-desa.Jika sudah bergabung ditengah-tengah masyarakat desa, sangat sulit terpantau nantinya. Dengan melihat ketersediaan obat sarana juga sangat terbatas di puskesmas saat ini,” paparnya.

Dalam hal ini, tentu Partai Golkar Bali berharap Pemda tidak boleh lalai dan lengah, termasuk koordinasi intensif dengan pihak imigrasi.

“Kami mengingatkan ini, tidak bukan tidak lain dalam rangka proteksi dan perlindungan maksimal terhadap masyarakat secara keseluruhan di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tutupnya.

Ini Update Kasus Covid-19, Per Hari ini di Bali

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Perkembangan kasus Covid-19 di Bali sampai hari ini, Sabtu,(21/3) kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang ditangani berjumlah 95 orang ditambah 5 orang (melapor ke RS dan sudah mendapat perawatan sesuai prosedur penanganan). Sampel yang sudah keluar dari hasil uji laboratorium sebanyak 71 , 68 orang dinyatakan negatif dan sudah keluar dari rumah sakit, dan tiga (3) orang positif ini adalah klarifikasi dari pernyataan kemarin.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sabtu,(21/3) mengklarifikasi, jumlah positif Covid-19 di Bali yang diumumkan sebelumnya berjumlah 4 orang (2 WNA dan 2 WNI), menjadi 3 orang positif Covid-19 (2 WNA sudah meninggal dan 1 WNI masih dalam perawatan).

Dua (2) orang sudah meninggal WNA, satu orang sudah di kremasi dan satu orang lagi jenasah masih di RS, dan saat ini pihak rumah sakit dan Pemerintah sedang melakukan koordinasi dengan pihak Konsulat Jenderal Negara WNA dan pihak keluarganya untuk mendapat kesepakatan penanganan jenasah selanjutnya.

“Sementara 1 orang positif Covid-19 (dari data sebelumnya 4 orang) merupakan seseorang yang sebelumnya sempat bertugas di Bali, dan saat ini sudah kembali ke daerahnya. Yang bersangkutan mengalami gejala demam dan memeriksakan diri di rumah sakit tempat tinggalnya (daerahnya), sehingga dari hasil swab yang didapat positif maka dia masuk ke daftar kasus Covid-19 di daerahnya.Sedangkan untuk sample yang belum keluar sebanyak 24 orang menunggu uji laboratorium dan masih dirawat di RS, jika hasil laboratorium keluar dan dinyatakan negatif, maka mereka akan diperbolehkan pulang dari RS,” ujarnya.

Sedangkan pasien positif Covid-19 (WNA) diterangkannya, yang bersangkutan pada waktu kejadian menaiki kendaraan dan berhenti dipinggir jalan, kemudian diantar ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan dengan hasil awal pasien menderita sakit jantung.

“Selain melakukan pemeriksaan terhadap riwayat sakit pasien, Tim dokter juga melakukan test berkelanjutan, samplenya diambil dan diuji laboratorium dengan hasil positif Covid-19,”katanya.

Perkembangan dari penelusuran yang sempat kontak dekat dengan pasien Covid-19 WNA meninggal ini, maka didapat sebanyak 199 orang (pada tanggal 20 Maret), dan jumlah ini bertambah 18 orang (pada tanggal 21 Maret) sehingga total jumlah kontak yang pernah dekat dengan pasien positif Covid-19 (WNA) menjadi 217 orang. Dia menambahkan, sampai saat ini Tim Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan berkelanjutan kepada orang orang hasil penelusuran tersebut. Bekerjasama dengan pihak Tim Dinas Kesehatan dari Kabupaten juga sudah melakukan komunikasi, edukasi dan isolasi sekaligus karantika dirumah masing masing dan mengikuti protokol isolasi diri.