DENPASAR – Pantaubali.com – Jumlah perokok anak sampai saat ini dinilai masih masif di Bali.Hal tersebut disebabkan oleh beberafaktor.Selain sosial dan idola,kemudahan mengakses serta daya beli rokok menjadi salah satu farktor lainnya juga,itu disampaikan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Bali Made Kerta Duana SKM. MPH, kemarin (Sabtu,(5/12) di Renon,Kota Denpasar.
“Harga rokok tersebut harus tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.Jadi,harganya (rokok) sangat perlu disetandarkan dan upaya untuk menjadikan harga rokok mahal itu penting dilakukan,” jelasnya.
Terkait akses juga sangat mudah,selain itu masih masifnya industri rokok seperti iklan maupun seponsorsif mendorong agar anak-anak menjadi perokok masih tinggi.Sembari Dirinya menambahkan, hal tersebut sangat penting diperhatikan dan dilakukan khususnya jika ingin menurunkan jumlah perokok anak.
“Tentu pelarangan iklan ini harus benar-benar diterapkan dengan baik,”pungkasnya.