Kondisi Kian Kritis, Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Ambruk Akibat Longsor

Jalur penghubung penting antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, terancam terputus akibat longsor yang menggerus tebing di sisi jembatan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Jalur penghubung penting antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, terancam terputus akibat longsor yang menggerus tebing di sisi jembatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena jembatan tersebut merupakan akses strategis penghubung wilayah Tabanan dengan Kabupaten Badung.

Longsor terjadi pada Rabu (15/4/2026) siang setelah warga melaporkan adanya pergerakan tanah di sekitar jembatan. Situasi kian memburuk setiap kali kendaraan bertonase besar melintas di atasnya.

Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, menjelaskan bahwa struktur jembatan tergolong rawan karena dibangun di atas terowongan tanpa fondasi kuat maupun pengaman di sisi jalan.

Baca Juga:  Ratusan Pesilat Pelajar Ramaikan Bupati Tabanan Cup 2026

“Setiap kendaraan besar lewat, tebing di sisi jembatan terus longsor. Jika tidak segera ditangani, jembatan sangat berpotensi putus,” ujarnya.

Jembatan sepanjang sekitar 200 meter dengan ketinggian kurang lebih 15 meter ini membentang di atas aliran Sungai Yeh Gangga. Kondisi tersebut memperbesar risiko apabila kerusakan terus berlanjut.

Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan telah melakukan pemotongan pohon di sekitar lokasi, khususnya di sisi timur jembatan, guna mengurangi tekanan pada tanah yang sudah labil.

Di sisi lain, keberadaan Pura Anyar dan Pura Agung di bawah jembatan turut menjadi perhatian karena berpotensi terdampak jika longsor semakin meluas.

Baca Juga:  Gagah di Arena, SMKN 2 Tabanan Rebut Tahta Juara Umum Silat Bupati Cup 2026

Pemerintah Kecamatan Marga telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi Bali, mengingat status jalan berada di bawah kewenangan provinsi. Hingga kini, keputusan terkait penanganan lanjutan maupun kemungkinan penutupan sementara akses masih menunggu arahan dari provinsi.

Anggota DPRD Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, memastikan pihaknya telah menyampaikan laporan kepada Gubernur Bali dan Bupati Tabanan. Tim Bina Marga Provinsi Bali juga telah melakukan peninjauan lapangan.

Baca Juga:  Pura Dalem Buahan Jadi Sasaran, Pintu Gedong Dicongkel Pelaku Misterius

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami dorong agar penanganan segera dilakukan, baik sementara maupun permanen,” tegasnya. (tim)