PANTAUBALI.COM, BADUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, meninjau langsung pelaksanaan program Plastic Exchange di Banjar Permata, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pemilahan sampah anorganik serta meningkatkan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Banjar Permata tersebut memperlihatkan proses penukaran sampah plastik dengan kebutuhan pokok. Rasniathi Adi Arnawa turut menyaksikan langsung mekanisme penimbangan sampah yang dikumpulkan warga. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa, serta pengurus TP PKK setempat.
Rasniathi memberikan apresiasi atas komitmen kader Bank Sampah Banjar Permata yang secara konsisten menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Ia juga menilai kolaborasi antara Bank Sampah Banjar Permata dengan TPS3R Banjar Sawangan sebagai contoh pengelolaan sampah terpadu yang patut dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Badung.
Selain pengelolaan sampah anorganik, Banjar Permata juga dinilai mandiri dalam mengelola sampah organik. Sampah organik diolah melalui sistem komposter yang berada di area Balai Banjar, dengan hasil pupuk dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mendukung penghijauan lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Rasniathi turut meninjau penataan telajakan rumah warga. Ia mendorong aparat lingkungan setempat agar terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif maupun tanaman hias. Lingkungan hijau dan tertata, menurutnya, menjadi indikator keberhasilan pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap alam.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Badung berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga dapat terus meningkat, sehingga mendukung terwujudnya Badung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan pada tahun 2026. (rls)

































