Ibu Korban Banjir Kuwum Ditemukan Tak Bernyawa di Tukad Yeh Ege

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Operasi pencarian ibu dan anak yang menjadi korban longsor dan banjir yang terseret arus sungai di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, resmi dihentikan pada Kamis (22/1/2026).

Penghentian pencarian dilakukan setelah kedua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban terakhir yang ditemukan adalah sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (27). Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA di aliran Tukad Yeh Ege, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik aliran sungai dari lokasi kejadian.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem di Sasih Kaulu, Warga Tabanan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Pencarian melibatkan unsur Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, PMI, relawan, serta perangkat Desa Kuwum Ancak. Penyisiran dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Putu Trisna Widiatmika, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dititipkan di RS Singasana, Kediri, untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Luncurkan Kereta Anak dan Tribun Lapangan Basket di Lapangan Alit Saputra

Sementara itu, sang anak yakni Audrey Natalia Banafanu (1,5) telah lebih dahulu ditemukan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WITA di Pantai Batu Belig, Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung. Balita tersebut ditemukan oleh seorang warga negara asing yang sedang berolahraga di sekitar pantai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya.

Peristiwa tragis ini bermula dari longsor dan banjir yang menerjang kawasan BTN Kuwum Asri 2, Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026). Arus banjir menghantam rumah yang dihuni satu keluarga, yakni Semi Christian Banafanu (31), Yuliana Da Costa Makun (27), dan Audrey Natalia Banafanu (1,5).

Baca Juga:  Pohon Pule Tua Roboh di Setra Adat Kebon, Pelinggih Beji Rusak Parah

Semi Christian Banafanu berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di pohon bambu, meski mengalami patah tulang pada bagian kaki. Sementara istri dan anaknya terseret derasnya arus banjir hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (pmc)