PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Marga. Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait, turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026), guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Kunjungan lapangan diawali di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau kondisi gorong-gorong sungai yang tersumbat sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Selanjutnya, Wabup Dirga melanjutkan peninjauan ke Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, tempat terjadinya peristiwa tragis akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik.
Bencana tersebut mengakibatkan sebuah rumah kontrakan warga diterjang arus air deras pada subuh hari, Rabu (21/1). Luapan air dipicu longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter yang menutup aliran irigasi di belakang rumah korban. Akibat kejadian itu, dua orang yakni seorang ibu dan anaknya terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian.
Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Kupang yang tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya, Audrey Natania Banafanu (1,5), hanyut terbawa arus. Sementara suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan dirawat di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil menyelamatkan diri.
Hingga Rabu sore, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, keluarga korban, serta masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan arahan Bupati Tabanan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan dampak bencana, termasuk tindak lanjut terhadap korban. Ia menegaskan, perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR dan BPBD telah diturunkan untuk melakukan investigasi teknis serta menghitung kerugian akibat bencana.
Dirga juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia meminta peran media turut menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalkan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali potensi kerawanan wilayah, terutama bangunan yang berada di kawasan rawan bencana. Setiap potensi bahaya, kata dia, harus segera dilaporkan ke tingkat kecamatan atau pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran air kerap memperparah dampak banjir dan bencana lainnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih disiplin demi keselamatan bersama. (rls)

































