Kasus DBD di Tabanan Didominasi Usia Produktif 

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sepanjang tahun 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, sebanyak 619 kasus ditemukan dari Januari hingga November 2025. Kelompok usia produktif 15–44 tahun menjadi yang paling dominan dengan 319 kasus.

Kasus pada kelompok usia di atas 44 tahun tercatat sebanyak 147 kasus, disusul kelompok usia 5–14 tahun dengan 38 kasus. Sementara kasus pada bayi dan balita relatif rendah, yakni 4 kasus.

Sementara itu, data kematian akibat DBD pada 2024 mencatat tiga kasus, seluruhnya terjadi pada kelompok usia di atas 44 tahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan pada kelompok rentan, terutama lansia dengan penyakit penyerta.

Baca Juga:  Satu Kasus Rabies Terkonfirmasi di Desa Munduktemu, Dinas Pertanian Tabanan Gelar Vaksinasi Emergency

Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, seizin Kepala Dinas Kesehatan, menyebut tingginya kasus pada usia produktif menunjukkan pola penularan yang kuat di lingkungan permukiman dan area aktivitas masyarakat.

“Usia produktif paling banyak berinteraksi dan berpindah tempat, sehingga paparan terhadap nyamuk Aedes aegypti lebih tinggi. Faktor kebersihan lingkungan dan keberadaan jentik di rumah tangga masih menjadi tantangan,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Terima Penghargaan UHC 2026

Ia menuturkan, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran kasus, termasuk 90 kali fogging sepanjang 2025, masing-masing dua kali penyemprotan berdasarkan laporan kasus dan hasil survei jentik.

Selain itu, edukasi masyarakat diperkuat melalui Gerakan PSN 3M Plus, pemeriksaan jentik berkala, serta koordinasi dengan desa dan banjar untuk memastikan pengendalian dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Empat Perbekel PAW Resmi Dilantik, Bupati Sanjaya Tekankan Peran Strategis Desa

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami demam tinggi lebih dari dua hari.

“Kunci pencegahan ada pada perilaku. Bila lingkungan bersih dan bebas jentik, rantai penularan bisa diputus,” tegasnya.

Menghadapi musim hujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan bersama agar lonjakan kasus dapat ditekan. (ana)