
TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa turut menghadiri apel penguatan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2026 Kabupaten Tabanan. Kegiatan tersebut menjadi momentum dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh dengan melibatkan 439 petugas sensus di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
Apel sekaligus pelepasan petugas sensus berlangsung di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Selasa (23/6/2026), dipimpin langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Turut hadir jajaran Forkopimda, Sekda Tabanan, para asisten, Kepala BPS Tabanan, pimpinan perangkat daerah, serta Agen Statistik Tabanan Unggul (ASTU).
Kehadiran Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan legislatif terhadap penguatan sistem pendataan ekonomi daerah. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian, baik secara nasional maupun daerah.
Menurut Sanjaya, hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan, mulai dari perencanaan pembangunan, pengembangan investasi, penguatan sektor usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Data ekonomi yang lengkap, akurat, presisi, dan mutakhir merupakan instrumen penting dalam mendukung langkah strategis pembangunan daerah. Dengan data yang valid, program pembangunan dapat dirancang secara lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Sanjaya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sanjaya secara simbolis melepas 439 petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan penyematan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas, serta pelepasan balon sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pendataan.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Tabanan sendiri berlangsung mulai 8 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, para petugas akan melakukan pendataan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh wilayah Tabanan.
Bupati Sanjaya menekankan keberhasilan pelaksanaan sensus sangat bergantung pada integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab petugas di lapangan. Ia meminta seluruh petugas menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi etika serta memastikan data yang dihimpun benar-benar sesuai kondisi sebenarnya.
“Saya berharap seluruh petugas mampu menjadi duta statistik yang membangun kepercayaan masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kesehatan, keselamatan, serta junjung tinggi profesionalitas dan integritas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mengapresiasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah penting dalam memperkuat basis data pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPS, DPRD, petugas sensus, dan masyarakat menjadi kunci agar pendataan berjalan optimal.
Arnawa menilai kebijakan pembangunan yang berkualitas harus didukung oleh data yang valid. Dengan adanya data ekonomi yang akurat, pemerintah dapat menentukan program prioritas secara lebih tepat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain dukungan dari pemerintah dan DPRD, Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang lengkap dan benar.
Ia memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
“Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan sensus ini. Data yang akurat akan menjadi pondasi dalam mewujudkan pembangunan Tabanan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (kjsdt)
































