Sempat Dikatai Speeding, 2 Pemuda Dikeroyok OTK di Denpasar, Polisi Buru Pelaku

Ilustrasi pengeroyokan.
Ilustrasi pengeroyokan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Dua pemuda menjadi korban pengeroyokan di Jalan Suwung Batan Kendal No. 43, Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis dini hari (3/4/2026) sekitar pukul 00.10 Wita. Kejadian ini sempat viral di media sosial melalui beberapa video yang beredar.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan, korban berinisial AYW (21) dan KASS (21) tengah melintas dengan sepeda motor usai mengonsumsi minuman keras bersama teman-temannya di Pantai Mertasari, Sanur Kauh.

“Korban melintas dari Pantai Mertasari melalui Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Pemelisan, hingga tiba di Jalan Suwung Batan Kendal.

Baca Juga:  Polda Bali Bekuk Pemuda Bermodus Ojek yang Rudapaksa Turis Tiongkok di Badung

Saat di depan Les Baca Tulis Sesetan, mereka diteriaki pengendara sepeda motor tak dikenal yang menuduh ‘Kamu speeding ya’. Setelah itu, kedua korban dipepet, ditendang, dan dipukul hingga terjatuh dari sepeda motor,” jelas Iptu Adi Saputra Jaya.

Kejadian semakin parah ketika dua orang tak dikenal lainnya ikut memukuli korban sebelum meninggalkan lokasi. Saksi, Ainur Rafik (20), yang melintas tak jauh dari TKP, melihat korban luka-luka dan langsung mengantar mereka ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Baca Juga:  Viral! Pemuda di Denpasar Dikeroyok Dua Remaja Terekam CCTV, Berawal Dari Senggolan di Bar

Akibat pengeroyokan tersebut, AYW mengalami luka robek di atas mata kanan dan dijahit empat jahitan. Sementara KASS menderita luka robek di bibir, lebam di pipi kanan, memar di bawah mata kiri, serta sakit di kepala sebelah kiri.

Kedua korban sudah mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan pulang.

Polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario hitam tanpa TNKB depan-belakang yang menggunakan knalpot brong sebagai barang bukti. Identitas pelaku masih dalam penyelidikan karena korban tidak mengenal para pelaku.

“Kedua korban telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang. Saat ini identitas pelaku masih dalam penyelidikan, dan kami meminta masyarakat yang mengetahui informasi segera melapor,” tutup Iptu Adi Saputra Jaya. RAN