Semakin Panas Polemik Lilitan Utang Hingga Krisis Obat RSUD Tabanan, Wakil Ketua DPRD Desak Komisi IV Segera Panggil Pihak Terkait

Wakil Ketua DPRD Tabanan I Putu Gede Juliastrawan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Polemik kekacauan peralihan sistem dari Manual Ke Digitalisasi atau Rekam Medik Elektronik (RME), sehingga menimbulkan Krisis Obat hingga Polemik Utang Rumah sakit yang mencuat di jagat maya dua hari terakhir, tidak hanya membuat masyarakat resah, namun polemik ini akhirnya mendapat sorotan Tajam dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan.

Saat dikonfirmasi Rabu (11/3/2026), Juliastrawan selaku Wakil Ketua DPRD Tabanan dari partai GERINDRA meminta, Komisi IV DPRD Tabanan untuk segera memanggil Manajemen Rumah Sakit serta pihak Terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di manajemen RSUD Tabanan.

” Manajemen RSUD Tabanan sangat memperihatinkan, kami minta Komisi IV DPRD Tabanan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak yang berkaitan atas polemik yang terjadi di RSUD Tabanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Teguran Keras Ketua DPRD Tabanan, Direksi RSUD Harus Evaluasi Manajemen Terkait Isu Obat yang Kosong

Dilakukanya pemanggilan ini, tidak saja ditujukan kepada pihak RSUD Tabanan saja, tetapi juga kepada pihak BPJS, pihak vendor termasuk juga Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, untuk dimintai keterangan terkait permasalahan yang ada di RSUD Tabanan.

Wawan Politikus Partai Gerindra Tabanan ini juga mengatakan, Persoalan yang ada di RSUD Tabanan tidak saja tentang habisnya beberapa jenis obat, namun juga secara langsung di khawatirkan dapat menganggu pelayanan kepada masyarakat dan berberpotensi keadaan tersebut bisa saja mengancam nyawa masyarakat.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra DPRD Tabanan Soroti Keluhan Dokter Senior Soal Stok Obat Habis di RSU

Selain itu masalah yang terjadi di tubuh manejemen RSUD Tabanan juga beragam, termasuk permasalahan SDM dan juga masalah lilitan utang yang sudah yang tak kunjung usai serta uang jaspel para Nakes yang belum dibayarkan sejak bulan Januari lalu.

“Pemanggilan dan rapat ini harus segera dilakukan, karena jika kondisinya berlarut-larut maka masyarakat yang akan dirugikan, selain akan mengganggu pelayanan di rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Daftar 39 Sekaa Teruna Lolos Nominasi Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan 2026

Seperti diberitakan sebelumnya, polemik ini mencuat akibat beredar rekaman suara seorang dokter senior yang mengeluhkan beberapa jenis obat tidak tersedia di rumah sakit karena RSUD Tabanan karena diblokir vendor penyedia obat akibat utang yang belkum dibayar oleh rumah sakit.

Terkait hal tersebut, pihak Rumah sakit RSUD Tabanan melalui Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta mengakui jika beberapa jenis obat tidak tersedia di RSUD Tabanan, karena pihak vendor tidak mengirimkan obat, terlebihnya karena ada utang kepada vendor penyedia obat yang belum diselesaikan. TIM 01