Terungkap! Tes DNA Pastikan Korban Mutilasi di Gianyar WNA Ukraina yang Diculik

Hasil tes DNA mengungkap korban mutilasi adalah WNA Ukraina Ihor Komarav.
Hasil tes DNA mengungkap korban mutilasi adalah WNA Ukraina Ihor Komarav.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Misteri identitas korban mutilasi yang ditemukan di wilayah Ketewel, Kabupaten Gianyar, akhirnya terungkap. Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan korban merupakan warga negara Ukraina bernama Ihor Komarav alias Igor Komarov (28), yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan di Bali.

Kepastian tersebut diperoleh setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan forensik, termasuk uji DNA yang menunjukkan kecocokan hingga 99,99 persen. Hasil tersebut diperoleh dari proses pemeriksaan yang melibatkan tim medis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah serta laboratorium forensik Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, pencocokan DNA dilakukan antara sampel milik ibu korban dengan darah yang ditemukan di mobil para pelaku serta potongan tubuh korban yang ditemukan di lokasi berbeda.

“Perbandingan profil DNA menunjukkan kecocokan alel maternal antara ibu korban dengan sampel yang ditemukan pada mobil Avanza hitam dan di vila di Tabanan. Probabilitas kecocokan mencapai 99,99 persen,” ujar Ariasandy, Jumat (6/3).

Sampel DNA yang dianalisis berasal dari enam bagian tubuh korban, di antaranya tulang geraham, tulang selangka, tulang paha, tulang iga, tulang jari kaki, serta tulang kering.

Baca Juga:  Magister Hukum Unud Dorong Akuntabilitas Dana Desa Lewat Studi Ekskursi di Keramas

Hasil analisis menyimpulkan seluruh sampel berasal dari individu laki-laki yang sama dengan profil darah yang ditemukan di kendaraan dan vila yang diduga menjadi lokasi penyekapan korban.

Dalam pengembangan kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial CH, seorang warga negara asing yang diduga menyewa mobil yang digunakan dalam aksi penculikan. Sementara itu, enam orang lainnya yang juga merupakan WNA telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH.

Baca Juga:  Aktivitas Pembuangan di TPA Suwung Kembali Dibuka, Polisi Awasi Ketat

Pihak kepolisian juga telah mengajukan penerbitan red notice melalui Interpol guna memburu para tersangka yang diduga telah melarikan diri ke luar negeri.

“Kami terus berkoordinasi dengan imigrasi, Hubinter, dan Interpol untuk melacak keberadaan para pelaku. Seluruhnya diketahui memiliki lebih dari satu paspor,” jelas Ariasandy.

Kasus ini bermula ketika Ihor dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) saat bersama sejumlah rekannya berlatih mengendarai sepeda motor di kawasan tanjakan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Saat itu korban berada di posisi paling belakang dan tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal.

Salah satu rekannya berhasil melarikan diri dan memberi tahu rombongan lainnya bahwa Ihor telah diculik. Laporan kemudian dibuat ke Polsek Kuta Selatan.

Baca Juga:  Polisi Kantongi DNA Ibu WN Ukraina Korban Penculikan, Tunggu Hasil Autopsi RSUP Prof Ngoerah

Tak lama setelah kejadian, beredar video siaran langsung yang memperlihatkan korban berada di sebuah vila dan meminta uang tebusan kepada keluarganya. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi sebuah mobil Toyota Avanza dan dua sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi penculikan tersebut.

Pelacakan GPS kendaraan kemudian mengarah ke sebuah vila di wilayah Tabanan. Di lokasi itu, polisi menemukan bercak darah yang kemudian diamankan untuk diuji secara forensik. Jejak serupa juga ditemukan di dalam mobil yang digunakan para pelaku.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus ini dengan jaringan kriminal internasional. Polisi juga terus memburu para tersangka yang diduga terlibat dalam penculikan hingga pembunuhan korban. RAN