Balita Korban Hanyut di Tabanan Ditemukan Meninggal di Pantai Batu Belig, Ibu Masih Dicari

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Balita bernama Audrey Natalia Banafanu yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat luapan air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Batu Belig, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (22/1/2026) pagi. Sementara itu, sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (29), hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Jenazah balita tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.00 Wita di sela-sela bebatuan pantai. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar sembilan kilometer dari titik awal korban hanyut. Jalur tersebut diketahui masih searah dengan aliran muara saluran irigasi Subak Jemanik yang bermuara dari kawasan Pantai Nyanyi hingga Pantai Batu Belig.

Untuk keperluan identifikasi, jenazah korban segera dievakuasi ke RS Prof Ngoerah, Denpasar.

Baca Juga:  Hantam Pembatas Jalan, Truk Bermuatan Daging Terguling di Sunset Road Kuta

Ketua Flobamora Tabanan, Paskalia Boli, yang mewakili pihak keluarga, membenarkan identitas balita tersebut. Ia menyatakan bahwa korban merupakan putri dari Semi Christian Banafanu. “Pihak keluarga sudah memastikan identitas korban. Saat ini jenazah masih berada di RS Prof Ngoerah dan rencananya akan dititipkan sementara di RSUD Tabanan agar memudahkan koordinasi dengan keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, musibah tragis ini terjadi pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Luapan air bah dari saluran irigasi Subak Jemanik menghantam rumah kontrakan keluarga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut dipicu longsornya senderan Perumahan Asri II yang berada di atas rumah korban, sehingga menutup aliran air dan menyebabkan luapan mendadak.

Baca Juga:  Dinyatakan Idap Skizofrenia, Pria yang Lempari Warga di Kuta Tak Diproses Hukum

Arus air yang deras menyeret Yuliana bersama dua anaknya. Sang ayah, Semi Christian Banafanu (31), hanya mampu menyelamatkan anak pertamanya, Nhatalia DeQuenza Banafanu (7). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Tabanan.

Hingga Kamis siang, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Tabanan masih melanjutkan pencarian terhadap Yuliana dengan menyisir saluran irigasi hingga ke wilayah muara. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan terus memberikan dukungan penuh dalam upaya pencarian serta penanganan para korban terdampak bencana tersebut. (pmc)