
PANTAUBALI.COM, BADUNG – Setelah dilaporkan hilang sejak Minggu (4/1/2026) malam, Ni Ketut Menuh (72) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membengkak dan berada dalam posisi terlentang di antara tumpukan sampah ranting serta dedaunan.
Pencarian memasuki hari kedua dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak pukul 07.30 Wita. Koordinator lapangan, Crista Priana, menjelaskan bahwa penyisiran dimulai dari area belakang rumah korban hingga menuju Dam Luk-Luk.
Sorti pertama berlangsung hingga pukul 09.00 Wita, kemudian pencarian dilanjutkan dengan menyusuri aliran sungai dari Dam Luk-Luk ke arah selatan.
“Sekitar pukul 10.20 Wita, korban berhasil ditemukan pada jarak kurang lebih 200 meter dari Dam Luk-Luk,” ungkap Crista.
Untuk memastikan identitas korban, tim SAR segera menghubungi pihak keluarga. Setelah dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ni Ketut Menuh, jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung, menggunakan ambulans.
Sebelumnya, pihak keluarga melaporkan korban hilang setelah meninggalkan rumah pada Minggu malam. Korban diketahui memiliki keterbatasan fisik dan sehari-hari menggunakan tongkat untuk berjalan. Namun, tongkat tersebut ditemukan masih berada di rumah, sehingga keluarga menduga korban terjatuh ke sungai yang berada di belakang rumah.
Berdasarkan dugaan tersebut, tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di sepanjang aliran sungai. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Samapta Polda Bali, Brimob Batalyon B Mengwi, Polsek Mengwi, PMI Badung, Gowri Rescue, Bima Sakti Rescue, SDI, SAR Dog, ORARI Bali, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Luk-Luk, serta masyarakat dan keluarga korban. (rls)






























