WNA Rusia Ditemukan Gantung Diri, Polisi Temukan Surat Wasiat

TKP rumah kontrakan WNA asal Rusia yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.
TKP rumah kontrakan WNA asal Rusia yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia di teras rumah kontrakannya di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali.

Pihak kepolisian menduga kuat korban mengakhiri hidupnya sendiri. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya surat wasiat yang berisi curahan keputusasaan akibat tekanan hidup serta kondisi psikologis yang dialami korban.

Dalam surat yang ditujukan kepada saudaranya, korban mengaku kehabisan biaya hidup dan menyebut berhenti bekerja karena menolak membayar pajak kepada pemerintah Rusia yang menurutnya digunakan untuk kepentingan perang.

“I have no money left to live. Long ago I quit the job because my conscience doesn’t allow me to pay my taxes to fascist russia for the war. Putin has taken everything from me. Nothing good ahead, so no reason and power to continue,” tulis korban dalam surat tersebut.

Selain itu, korban juga meninggalkan beberapa pesan lain, di antaranya permintaan agar kucing peliharaannya dirawat, izin untuk mendonorkan organ tubuh jika diperbolehkan secara hukum di Indonesia, menyumbangkan pakaian yang masih layak pakai, hingga permintaan agar jenazahnya dikremasi dan abunya ditebarkan di laut. Korban juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya.

Baca Juga:  Tanah Longsor di Desa Karyasari Pupuan Tutupi Akses Jalan Warga

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh pembantunya, Ni Wayan Latri (50). Saksi awalnya hendak memberi makan kucing korban dan melihat lampu garasi masih menyala.

“Saksi menuju garasi untuk mematikan lampu, namun melihat korban sudah dalam keadaan tergantung. Saksi kemudian berteriak dan memberitahu suaminya, lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan pemilik rumah,” jelas Inastuti, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:  Kembang Api Picu Kebakaran 10 Bangunan Villa di Pecatu

Petugas Polres Badung dan Polsek Kuta Utara yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan korban mengenakan daster warna hijau tosca. Pada tubuh korban terdapat tanda-tanda lebam mayat, bekas jeratan tali di leher, lidah menjulur keluar, tangan mengepal, serta keluarnya cairan tubuh. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban berupa uang tunai sekitar Rp60 juta, mata uang asing, dua paspor, satu unit telepon genggam, serta surat wasiat.

Baca Juga:  Pemancing Terseret Arus di Aliran Tukad Badung, Tim SAR Lakukan Pencarian

Pemilik rumah kontrakan, Made Nasia (63), mengungkapkan bahwa korban diketahui mengalami depresi sejak konflik Rusia–Ukraina. Korban bahkan sempat menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan mengalami gangguan depresi. Selama tinggal di Bali, korban juga jarang beraktivitas di luar rumah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keterangan saksi, serta isi surat wasiat, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri,” tutup Inastuti. RAN