PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Umat Hindu di Bali akan memperingati upacara Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih pada Sabtu (Saniscara Wage, Julungwangi), 12 April 2025. Upacara yang dilaksanakan setiap setahun tahun sekali ini bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa.
Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh dilaksanakan Nyejer selama 21 hari, sampai dengan Sabtu (Saniscara Kliwon, Kuningan), 3 Mei 2025. Lantas apa makna dari Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh di pura terbesar Pulau Dewata ini?
Dilansir dari YouTube RRI Denpasar, Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga PHDI Provinsi Bali Jro Mangku Wayan Wenen menjelaskan, upacara Bhatara Turun Kabeh ini jika mengacu dari arti kata maka ‘Bhatara’ artinya pelindung, sebagai umat harus pasrah, tulus ikhlas terhadap apa yang dihadapi kepada Ida Bhatara. ‘Tedun’ artinya turun atau hadir. ‘Kabeh’ artinya semua atau banyak.
“Maka Ida Bhatara Turun Kabeh artinya Ida Bhatara semua yang ada di wilayah nusantara ini diharapkan turun secara bersama-sama dalam rangka penghormatan umat Hindu dengan persembahan melalui upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh,” jelasnya.
Lebih lanjut Jro Mangku Wenen menerangkan karya Ida Bhatara Turun Kabeh sangat erat kaitannya dengan upacara Tawur Agung Kesanga yakni upacara Butha Yadnya yang bertujuan untuk kesejahteraan alam dan lingkungan. Upacara ini dilakukan sehari sebelum hari Raya Nyepi yakni pada Tilem Sasih Kesanga. Pelaksanaan upacara dilakukan pada tengah hari.
Selain untuk memohon penyucian bagi alam beserta isinya, upacara Tawur Agung Kesanga juga sebagai bentuk rasa syukur atas berkah yang dikaruniakan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.
“Upakara itu tujuannya adalah bagaimana menciptakan keharmonisan, itu ada di caru. Kalau sudah harmonis bhuana agung dan bhuana alit, di situ akan tercipta kedamaian alam. Dalam alam yang damai kita akan mendapat ketenangan lahir batin,” jelasnya.
Ia menambahkan rangkaian upacara Ida Bhatara Turun Kabeh ini ini menjadi momen bagi seluruh umat Hindu sedarma agar dapat mengaturkan baktinya kepada sang pencipta. Hal itu juga dibuktikan saat berlangsungnya upacara ini umat Hindu dipastikan membludak ke pura yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali itu.
“Tetap tertib, tetap disiplin, tetap lascarya ngaturang bakti, sehingga apa yang menjadi tujuan kita di dalam melakukan persembahyangan untuk mendapatkan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tambahnya. (ana)