
PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang petani bernama I Ketut Astawan (63) ditemukan tergeletak tak bernyawa di lahan kosong di Jalan Tukad Sangsang, Banjar Dinas Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Kamis (15/8/2024) sore.
Pria asal Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, tersebut diduga tewas akibat sesak napas usai menghirup asap kebakaran ilalang.
Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, kejadian itu berawal sekitar pukul 16.00 WITA. Awalnya saksi bernama M.Faozan Ashari, melihat asap mengepul dari belakang rumahnya.
Ia pun segera memeriksa dan menemukan korban Ketut Astawan sedang membakar ilalang di lahan kosong.
Saksi, lantas menegur korban untuk berhenti membakar ilalang. Setelah peringatan tersebut, korban meninggalkan area tempat membakar ilalang dan saksi kembali ke rumahnya untuk menutup pintu karena asap yang menyebar.
Namun, beberapa menit kemudian, saksi keluar rumah lagi dengan maksud untuk mencari korban dan memastikan ia tidak melanjutkan aktivitas membakar.
Namun, saksi terkejut saat menemukan I Ketut Astawan sudah dalam keadaan tertelungkup di tanah dan tidak bergerak.
“Saksi lantas mendekati korban dan memeriksa kondisinya, namun korban sudah meninggal dunia,” ujar Kompol Sukadana.
Kemudian, saksi segera menghubungi tetangga dan layanan pemadam kebakaran untuk melaporkan kejadian tersebut.
Pemadam kebakaran tiba di lokasi 10 menit kemudian dan berhasil memadamkan api pada pukul 17.15 WITA.
Sementara barang bukti berupa korek gas ditemukan di saku celana korban. Pemeriksaan dokter menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari keterangan keluarga korban ini memang memiliki riwayat penyakit sesak napas dan sering berobat di puskesmas setempat,” tambah Sukadana. (ana)