Usai WNA Tewas Tertimbun Longsor di Vila Yeh Baat, Subak Jatiluwih akan Gelar Pecaruan

Kondisi Vila Yeh Baat di Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan, usai peristiwa longsor.
Kondisi Vila Yeh Baat di Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan, usai peristiwa longsor.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Usai peristiwa tanah longsor yang mengakibatkan dua WNA meregang nyawa di Vila Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Tabanan, aparat desa akan melaksanakan upacara pembersihan atau pecaruan.

Upacara ini dilakukan untuk membersihkan kembali kawasan Subak Jatiluwih sebab lokasi vila dibangun berada di area persawahan Subak Jatiluwih.

Bendesa Adat Jatiluwih Wayan Yasa mengatakan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pemilik vila untuk menggelar upacara mecaru di lokasi terjadinya longsor.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Bersama Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut dan Ngenteg Linggih Desa Adat Wanasari

“Kami berikan waktu dulu bagi pemilik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Nanti akan diinformasikan jika sudah ada tanggal tetapnya,” ujarnya, Senin (18/3/2024).

Terpisah, Pekaseh Subak Jatiluwih Wayan Mustra mengatakan, lokasi vila dibangun memang berada di Subak Jatiluwih. Adapun saat ini secara keseluruhan lahan Subak yang ditanami padi mencapai 227,41 hektare.

“Saat ini sedang ditanami beras merah. Usia padi baru sekitar dua bulan,” ungkapnya.

Ditanya terkait penyebab longsor, Mustra mengaku, bukan disebabkan oleh saluran irigasi yang bocor tetapi karena air dari aliran irigasi meluap hingga meluber dan akhirnya mengikis tanah sehingga menyebabkan terjadinya longsor.

Baca Juga:  Giri Prasta Apresiasi Semangat Warga dalam Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari Tabanan

Selaim itu, petani di SubakJatiluwih rutin melakukan pembersihan saluran irigasi setiap harinya.

“Meluapnya karena saluran irigasi tersumbat sampah ranting dan daun pohon yang jatuh akibat angin kencang yang terjadi pada malam kejadian,” ucap Mustra. (ana)