
PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peranan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M dalam menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan, terus dibuktikannya dengan turut hadir di tengah-tengah yadnya yang dibangun masyarakat.
Seperti halnya saat Hari Raya Penampahan Galungan, tak juga menyurutkan semangat dan komitmennya dalam menjalankann tugas, selaku murdaning jagat Nyaksi Karya Uleman Nyaksi Karya Ngusaba Dalem Menawa Ratna Pedudusan Agung Dengan Tingkatan Madyaning Utama Ring Pura Dalem Desa Adat Cekik, Desa Dinas Cekik, Desa Berembeng Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Selasa (1/8/2023).
Karya agung ini juga dihadiri oleh Jero Mangku Lanang dan Istri Ketua DPRD Tabanan beserta anggota, Sekda Tabanan dan para OPD terkait, Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Camat Selemadeg, Perbekel Desa Berembeng dan tokoh masyarakat setempat, Bendesa adat Cekik dan Bendes Adat se-Kecamatan Tabanan.
Karya yang puncak acaranya jatuh pada Hari Raya Galungan ini dipuput oleh Ida Nabe Darmika Jaya dari Basang Be Perean dan telah sedemikian rupa dikonsepkan sejak 2 tahun silam.
Adapun sumber dana yang digunakan dalam karya ini berasal dari urunan warga setempat yakni 187 KK pengemong, dengan masing-masing biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,5 juta per KK dan juga penggalian dana oleh panitia persiapan karya.
Oleh sebab itu, dalam upacara yang disebut oleh orang nomor satu di Tabanan itu, sebagai upacara yang agung dengan persiapan yang luar biasa, Yadnya ini masuk dalam pelaksanaan karya yang utamaning utama atau karya yang satwika menurut sastra agama.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi terhadap kebersamaan, kekompakan, semeton titiang, telah secara gotong-royong membangun yadnya yang terkonsepkan dengan baik,” ujar Bupati Sanjaya.
Bupati Sanjaya juga berpesan agar sebagai generasi penerus, untuk selalu melakukan pelestarian dalam menjaga warisan budaya, adat istiadat dan agama. Apalagi melihat Kabupaten Tabanan sebagai wilayah yang sangat lengkap, dari pegunungan, pantai dan daratannya.
“Tugas generasi sekarang ini adalah membangun, melestarikan warisan yang telah diwariskan leluhur-leluhur kita,” sebutnya.
Senada dengan sikap kebersamaan yang dikedepankan Bupati Sanjaya, selaku manggala karya dan bendesa adat, I Wayan Ardiana juga tunjukkan apresiasinya dalam persatuan yang ditunjukkan oleh warga desa adat cekik. Baik dalam pelaksanaan maupun dalam proses pembuatan sarana upakara, dilakukan secara begotong-royong dan dibagi menjadi dua bagian, yakni upakara dibuat di pura dalam dan juga banten yang merupakan peson-peson dari warga.
“Saya haturkan terima kasih kepada Bupati Tabanan beserta jajaran yang telah bersedia hadir, nyaksi dan membantu pembangunan dalam karya ngenteg linggih ini,” tandasnya. (rls)