22 SD di Tabanan Diregrouping Jadi Sebelas Sekolah

Sosialisasi regrouping SD oleh Dinas Pendidikan Tabanan di SDN 3 Jatiluwih.
Sosialisasi regrouping SD oleh Dinas Pendidikan Tabanan di SDN 3 Jatiluwih.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan akan menggabungkan atau meregrouping 22 sekolah dasar (SD) menjadi sebelas sekolah.

Penggabungan dua sekolah menjadi satu sekolah tersebut dilakukan di empat kecamatan yakni Penebel, Selemadeg Barat, Kerambitan, dan Tabanan.

Rinciannya, di Kecamatan Penebel SDN 6 Senganan menjadi SDN 4 Senganan, SDN 4 Tengkudak menjadi SDN 2 Tengkudak, SDN 3 Jatiluwih menjadi SDN 1 Jatiluwih, SDN 4 Penatahan menjadi SDN 2 Penatahan dan SDN 3 Wongaya Gede menjadi SDN 4 Wongaya Gede.

Baca Juga:  Momen Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Narapidan Lapas Tabanan Berkumpul Dengan Keluarga

Di Kecamatan Selemadeg Barat SDN 2 Tiying Gading menjadi SDN 1 Tiying Gading dan SDN 2 Bengkel Sari menjadi SDN 1 Bengkel Sari.

Selanjutnya, di Kecamatan Kerambitan SDN 1 Kerambitan menjadi SDN 3 Kerambitan dan SDN 2 Meliling menjadi SDN 1 Meliling.

Di Kecamatan Tabanan SDN 4 Gubug menjadi SDN 1 Gubug dan SDN 5 Delod Peken menjadi SDN 3 Delod Peken.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Tabanan I Made Sukanitera menjelaskan, alasan melakukan regrouping ini karena jumlah siswa di sekolah tersebut kurang dari 60 orang, status tanah sekolah masih milik adat atau perorangan serta lokasi kedua sekolah berdekatan.

Baca Juga:  Momen Libur Lebaran, Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Diserbu Wisatawan Domestik

“Upaya ini kami lakukan untuk mengefektifkan biaya operasional dan kekurangan tenaga pendidik,” jelasnya, Rabu (31/5/2023).

Made Sukanitera, menjelaskan, jika status tanah sekolah masih milik adat maka pengajuan perbaikan sekolah ke pusat lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) akan sulit.

Selain itu, jumlah siswa sedikit maka dalam pemanfaatan DAK juga akan sedikit. Setiap sekolah akan melihat Data Pokok Pendidik (Dapodik), bisa DAK tidak diberikan pusat.

Baca Juga:  Rumah Warga di Tabanan Dibobol Maling Saat Pengarakan Ogoh-Ogoh, iPad dan Uang Tunai Raib

Contohnya, sambung Sukanitera, jumlah siswa di SDN 3 Wongaya Gede secara keseluruhan hanya berjumlah 15 orang.

“Dengan jumlah siswa segitu, bagaimana operasional bisa berjalan? Itulah yang menjadi pertimbangan kami,” kata Sukanitera.

Ia menambahkan, tahapan regrouping 22 SD ini sudah sampai tahap sosialisasi. Surat Keputusan (SK) dipastikan bakal turun sebelum tahun ajaran baru digelar.

Pihaknya berharap dalam proses regrouping ini bisa berjalan lancar dan tidak ada gejolak di masyarakat. (ana)