TABANAN- Pantaubali.com – Dalam rangka melindungi masyarakat dari produk pangan tidak aman, berbahaya bagi kesehatan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di 2022 Balai Besar POM / BBPOM Denpasar, melakukan pengawasan pangan melakukan pengawasan dan pengecekan produk-produk di jual dan akan di konsumsi sehingga aman dan bermutu.
Pengawasan telah dilakukan selama satu minggu sebelum puasa dan sampai satu minggu setelah lebaran. Selama pengawasan telah dilakukan pengawasan di seluruh Kabupaten khususnya yang menjadi area pengawasan Balai Besar POM Denpasar.
Saat ini di Kabupaten Tabanan melihat produk-produk di jual apakah aman, bermanfaat, dan bermutu.Adapun sasaran selain mini market, distributor serta toko-toko menjual produk pangan, itu disampaikan, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar, Drs. I Made Bagus Gerametta.
“Untuk lokasi pengawasan dimulai dari Toko Jaya Kerti serta Toko Grosir Vista disini (Tabanan).Produk yang diawasi pada sarana-sarana pangan olahan dalam kemasan, kemudian ada juga makanan buka puasa”, jelasnya, Selasa,(26/4) di Tabanan.
Adapun hasil pengawasan dilakukan dari dua tempat tersebut keseluruhannya negatif.
“Tidak ditemukan produk kedaluwarsa dan tanpa izin edar”, katanya.
Dilihat dari hasil pengawasan selama pengawasan sejak awal bulan puasa, Minggu pertama tentu telah melakukan pemeriksaan terhadap 40 sarana dan hasilnya 8 tidak memenuhi syarat atau sekitar 20 persen.
“Dibandingkan tahun lalu ini terjadi penurunan karena, tahun lalu sekitar 35 persen tidak memenuhi syarat karena, masih ada ditemukan produk-produk kadaluarsa. Tentu di tahun ini yang produk tanpa ijin edar tidak ditemukan lagi”, ucapnya.
Menurut Dirinya, faktor penurunan tersebut terjadi disebabkan karena masyarakat telah sadar guna memilih produk terdaftar karena, masyarakat sadar akhirnya, pelaku usaha menjual produk sudah ada ijin edarnya juga.
Dirinya, menghimbau kepada masyarakat atau konsumen dalam membeli produk obat dan makanan biasakan selalu dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Ijin Edar dan Kedaluwarsa).
“Dengan demikian kita akan memasuki produk aman, bermanfaat dan bermutu”, pungkas Gerametta.