DENPASAR – Pantaubali.com – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizky Ernadi Wimanda di Renon, Denpasar, belum lama ini menyampaikan, dalam upaya memulihkan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 Bali diharapkan Bali jangan hanya mengandalkan rencana dibukanya kunjungan wisatawan mancanegara saja. Setidaknya, Bali dapat mencoba sektor lain seperti, pertanian maupun pendidikan.
“Selama di Bali masih ada zona merah, akan sulit wisman mau datang,” ujarnya.
Setidaknya pertanian dan pendidikan, menjadi dua sektor patut dicoba dan lebih dikembangkan di Provinsi Bali. Di sektor pendidikan misalnya, agar universitas internasional ternama juga bisa ada di Bali, seperti halnya banyak universitas yang ada di Inggris cabangnya ada dibuka di Malaysia.
Sedangkan, disektor pertanian saat ini masih banyak menggunakan sistem konvensional, dapat didorong dengan pengembangan “digital farming” dan “smart farming”.
“Kalau masyarakat Bali terus hanya bergantung pada kedatangan wisman, maka pertumbuhan ekonomi Bali juga akan makin lama terkontraksi,” katanya.
Selain itu Dirinya menambahkan,potensi Bali dari sisi industri kreatif dan desain juga begitu luar biasa dan dapat dikatakan sangat tepat untuk lebih digarap guna membangkitkan ekonomi Bali.