Kunjungan Stabil di Tengah Cuaca Ekstrem, DTW Tanah Lot Fokus Keselamatan Wisatawan

PANTUBALI.COM, TABANAN – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot memastikan kesiapan operasional tetap optimal dalam melayani wisatawan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Dengan tingkat kunjungan yang relatif stabil mencapai sekitar 3.000 wisatawan per hari, pengelola memfokuskan perhatian pada aspek keselamatan pengunjung serta pengembangan atraksi wisata alternatif.

Untuk mengantisipasi potensi gelombang pasang dan perubahan cuaca ekstrem, manajemen DTW Tanah Lot menginstruksikan seluruh personel lapangan, khususnya petugas Balawista dan keamanan, agar meningkatkan kewaspadaan di area-area rawan sepanjang pesisir. Pemantauan kondisi laut dilakukan secara intensif dengan penerapan sistem buka-tutup akses pantai yang bersifat situasional.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, S.E., menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama pengelola. Seluruh tim operasional disiagakan penuh guna memantau kondisi ombak dan angin demi meminimalkan risiko kecelakaan.

Baca Juga:  Empat Perbekel PAW Resmi Dilantik, Bupati Sanjaya Tekankan Peran Strategis Desa

“Kami melihat minat wisatawan tetap tinggi meskipun cuaca tidak selalu bersahabat. Karena itu, pengamanan diperketat agar wisatawan tetap dapat menikmati kawasan Tanah Lot dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Di sisi lain, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik kawasan, DTW Tanah Lot juga melakukan kerja sama dengan Museum Tanah Lot Bali atau Museum Majapahit Bali. Kerja sama ini memungkinkan wisatawan memperoleh kemudahan akses pembelian tiket untuk menikmati wisata alam sekaligus wisata edukasi sejarah dalam satu kawasan.

Baca Juga:  Satu Kasus Rabies Terkonfirmasi di Desa Munduktemu, Dinas Pertanian Tabanan Gelar Vaksinasi Emergency

Menurut Sudiana, keberadaan museum menjadi alternatif atraksi wisata dalam ruangan yang relevan, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung aktivitas luar ruang. Wisatawan kini memiliki pilihan untuk tetap berwisata dengan nyaman tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi alam.

“Kolaborasi ini memberi nilai tambah bagi pengunjung. Selain menikmati panorama dan kawasan pura, wisatawan juga bisa menelusuri sejarah Majapahit. Harapannya, durasi kunjungan wisatawan di Tanah Lot bisa lebih lama,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Dukung Pembinaan Pelajar Lewat Mahatma Cup 2026

Dengan penguatan aspek keselamatan serta integrasi atraksi budaya dan sejarah, Manajemen DTW Tanah Lot optimistis dapat meningkatkan kepuasan wisatawan sekaligus menjadikan Tanah Lot sebagai destinasi wisata yang semakin lengkap dan edukatif. (pmc)