Pantai Kuta Compang-Camping Akibat Abrasi, Pemkab Badung Lakukan Penataan

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa tinjau kawasan Pantai Kuta yang rusak akibat abrasi.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa tinjau kawasan Pantai Kuta yang rusak akibat abrasi.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung akan memperbaiki Pantai Kuta yang compang camping akibat abrasi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Badung, langkah penataan pasir mulai dilakukan sejak Selasa (13/1/2026) lalu. Apalagi Kuta, dinilai memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi wisata dunia.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, penataan dilakukan untuk menjaga lebar pantai, mencegah abrasi, serta mempertahankan daya dukung kawasan pariwisata Kuta. Agar tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Kalau kita bicara Kuta, salah satu yang paling menonjol adalah surfing. Ombaknya yang indah dan 5 besar terbaik dunia menjadikan daerah ini terkenal di kalangan wisatawan internasional,” ujarnya, Rabu (14/1/2025).

Baca Juga:  Sejumlah Kafe di Pantai Jimbaran Alami Kerusakan Akibat Angin Kencang

Ia ingin mengembalikan kejayaan Kuta, menjaga orisinalitas serta kenyamanan wisatawan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra menuturkan bahwa sesuai komitmen Bupati Badung itu, sejak 13 Januari 2026, pihaknya telah melakukan kegiatan penataan pasir di Pantai Kuta.

Selain mengisi kembali area yang terabrasi, pihaknya juga melakukan perapian jalur pejalan kaki atau pedestrian yang terdampak pergerakan pasir dan gelombang.

“Iya, kami melakukan pemeliharaan pasir. Jadi yang terabrasi kami kondisikan. Ini sudah kami lakukan sejak hari Selasa. Kami juga sekaligus melakukan perapian walkway. Nanti yang masih berserakan, kami rapikan,” sebutnya dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga:  Hampir Sepekan Tak Pulang Lansia di Mengwi Dilaporkan Hilang, SAR Lakukan Pencarian

Saat ini, sambung Aagung Rama, pekerjaan masih difokuskan pada area depan Hard Rock Kuta ke selatan, dan depan Beachwalk. Penanganan dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat abrasi, dengan total panjang area terdampak sekitar 100 meter.

Pasir yang digunakan, sambung dia, adalah pasir eksisting di kawasan Pantai Kuta. Untuk melakukan pekerjaan tersebut, katanya ada satu unit bulldozer dan excavator yang dikerahkan. ”

Baca Juga:  Bupati Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Monumen Perdamaian

Bisa dikatakan, ini adalah pemeliharaan rutin pasir, setelah terkikis abrasi,” ucapnya sembari berharap agar melalui pemeliharaan itu, Pantai Kuta dapat tetap menjadi destinasi yang nyaman untuk dikunjungi.

“Sebagaimana komitmen pimpinan, pemeliharaan ini kami harap bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, baik luar negeri dan dalam negeri,” pungkasnya. (rls)