
PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang warga negara asing (WNA) perempuan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2024) dini hari.
Korban dilaporkan hanyut bersama sepeda motornya saat melintas di Jembatan Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.10 Wita. Saat itu, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sehingga menyebabkan genangan air dan arus banjir cukup deras di sekitar jembatan.
“Korban diduga tetap melintas dan menerobos genangan banjir hingga akhirnya terseret arus bersama sepeda motornya,” jelas Ayu.
Korban baru berhasil ditemukan sekitar pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai surut. Jenazah ditemukan di bawah jembatan arah Jalan Canggu Pertiwi dalam kondisi meninggal dunia. Posisi tubuh korban tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa arus, sehingga mengganjal di bagian bawah jembatan.
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali, serta personel Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Namun, evakuasi jenazah baru dapat dilakukan sekitar pukul 10.40 Wita karena kondisi arus air yang masih cukup deras.
“Proses evakuasi cukup sulit karena debit air sungai masih tinggi,” ujar Ayu.
Sementara itu, sepeda motor milik korban hingga kini belum berhasil dievakuasi. Kendaraan tersebut diketahui terjepit di dalam gorong-gorong jembatan dan masih terhalang derasnya aliran air, sehingga menyulitkan upaya penarikan.
Polisi memastikan korban berjenis kelamin perempuan. Namun, identitas lengkap korban belum diketahui karena saat ditemukan tidak ada dokumen identitas yang melekat. Aparat kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas serta tempat tinggal korban selama berada di Bali.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan PMI Kabupaten Badung serta melakukan pendataan. Fokus kami saat ini adalah memastikan identitas korban,” tegas Ayu. (ana)






























