Koster Sebut Demo Ricuh di Bali Disusupi, Dari 25 Orang Diamankan Hanya 3 Ber-KTP Bali

Gubenrur Blai Wayan Koster menemui perwakilan ojek online (Ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam.
Gubenrur Blai Wayan Koster menemui perwakilan ojek online (Ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyebut aksi demonstrasi yang berujung ricuh di beberapa titik di Denpasar pada Sabtu (30/8/2025) disusupi oleh oknum luar daerah. Dari 25 orang yang diamankan, hanya tiga orang yang ber-KTP Bali, sementara sisanya berasal dari luar daerah.

Ia tidak ingin rekan-rekan ojol yang mulanya murni ingin menyampaikan aspirasi dan solidaritas malah menjadi korban karena keadaan menjadi chaos dan anarkis.

“Saya mendapat informasi dari 25 orang yang diamankan hanya 3 yang ber-KTP Bali yang lainnya bukan. Berarti ini kan sudah disusupi. Kalau disusupi melebar dia, eskalasinya meluas kan kita jadi rugi semua,” kata Koster saat menemui perwakilan ojek online (Ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam di Renon Denpasar  Bali.

Baca Juga:  Demo Ratusan Ojol dan Mahasiswa di Mapolda Bali Ricuh

Koster juga menyampaikan,  dirinya memahami aksi solidaritas yang dilakukan oleh para pengemudi ojek online di Bali tersebut. Ia pun turut menyayangkan insiden yang terjadi pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta yang menyebabkan tewasnya pengemudi ojol saat terjadinya demonstrasi yang berakhir ricuh namun menurutnya aksi solidaritas yang di lakukan olek rekan-rekan ojol di Bali sudah cukup.

“Menurut saya rasa solidaritas yang disampaikan oleh kawan-kawan di Bali ini sudah cukup. Jangan demo-demo lagi,” ungkap Koster.

Baca Juga:  Bali Fashion Parade 2025 Dorong Ekonomi Kreatif

Secara umum perwakilan ojol (gojek) menyampaikan bahwa demontrasi yang terjadi di Denpasar merupakan bentuk solidaritas atas insiden tewasnya rekan pengemudi ojek online (gojek) akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

“Kami minta agar Bapak Gubernur bisa mengayomi kami. Yang ingin kami sampaikan bahwa kami memiliki solidaritas yang tinggi terhadap semua rekan-rekan ojol termasuk yang terjadi di Jawa bahwa kami senasib dan satu perjuangan. Kami menyampaikan aspirasi sehingga Bapak Gubernur dapat menyampaikannya kepada instansi terkait,” ungkap perwakilan komunitas Gojek Bali, I Dewa Gede Suryadharma.

Baca Juga:  Gubernur Koster Hibah Tanah Pemprov untuk ISI Bali

Sementara itu, Kepala Kanwil Gojek Bali-Nusra, Wisnu Darma Narandika menyampaikan bahwa gojek melalui aplikasi telah menghimbau seluruh mitra driver agar tidak ikut dalam aksi demontrasi.

Namun jika driver masih tetap ingin menyampaikan aspirasinya diminta agar selalu menjaga konduktifitas dan mengedepankan tata tertib. Ia menyampaikan jangan sampai karena ada satu atau dua mitra gojek nama baik ojol atau Gojek di Bali jadi tercoreng. (rls)