Bupati Giri Prasta Tinjau Kebakaran di Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Lambing Sibang Kaja

Bupati Nyoman Giri Prasta saat meninjau langsung kebakaran di Pura Dalem dan Pura Prajapati Desa Adat Lambing, Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kamis (12/10/2023).
Bupati Nyoman Giri Prasta saat meninjau langsung kebakaran di Pura Dalem dan Pura Prajapati Desa Adat Lambing, Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kamis (12/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meninjau langsung kejadian kebakaran di Pura Dalem dan Pura Prajapati Desa Adat Lambing, Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kamis (12/10/2023).

Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kepada tim Damkar, BPBD Kabupaten Badung dan masyarakat setempat yang sigap, cepat, tanggap sehingga proses pemadaman api cepat teratasi.

“Terimakasih kepada seluruh personil Damkar dan BPBD Badung yang terlibat dan masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman api sehingga cepat teratasi, setelah kejadian ini saya minta kepada pemangku melakukan upacara guru piduka,” ucapnya.

Baca Juga:  Wisatawan India Jadi Korban Jambret di Kuta, Pelaku Ditangkap Warga

Sementara itu, Bendesa Adat Lambing IGN Agung Citra Umbara menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Badung, serta Damkar dan BPBD Kabupaten Badung yang telah kerja keras memadamkan api sehingga tidak merembet ke semua pelinggih lainnya yang ada di Pura Dalem dan Pura Prajapati Desa Adat Lambing Sibang Kaja.

”Dengan terjadinya musibah ini saya mohon petunjuk kepada Bapak Bupati untuk langkah selanjutnya terkait perbaikan Pura Dalem dan Prajapati,” ucapnya.

Baca Juga:  Cerita Kelam di Balik Keindahan Jembatan Tukad Bangkung Badung, Jadi Tempat Favorit Ulah Pati

Sebanyak enam mobil pemadam kebakaran Kabupaten Badung dikerahkan guna memadamkan api yang melalap Pura Dalem dan Prajapati  Desa Adat Lambing, Sibang Kaja. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat api yang berasal dari pembakaran sampah.

Dalam kejadian tersebut api melahap Pelinggih Gedong Ratu Mas Agung, Gedong Dalem, Pelinggih Ratu Niang, Pepelik serta Pelinggih  Ratu Ibu dan kerugian ditafsir kurang lebih Rp. 3 miliar.