PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ratusan anggota Pramuka SD se-Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) mengikuti kegiatan Pesta Siaga di Lapangan SLB C Negeri, Jimbaran, Sabtu (27/5/2023).
Kegiatan ini dilaksanakan salah satunya untuk mencegah semakin maraknya kenakalan remaja.
Kegiatan Pesta Siaga Ranting Kecamatan Kuta Selatan diikuti 311 siswa SD dari tujuh Gugus itu dibuka secara langsung oleh Sekcam Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta.
Pembukaan secara simbolis dengan pemotongan pita balon yang diterbangkan didampingi Ketua Panitia Kwarran Kuta Selatan I Gusti Ngurah Ketut Sukadana SP.d dan Ketua Harian Kwaran I Made Sudarma.
Menurut Wayan Sujaka, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan pengetahuan sosial dan untuk saling mengenal antar regu peserta. Termasuk untuk mengantisipasi dampak negatif digitalisasi atau teknologi, agar tak kecanduan akan permainan gadget atau HP.
“Dengan adanya kegiatan pesta siaga ini, para anak-anak akan terhindar dari permainan game, HP maupun gadget, sehingga bisa ikut unjuk dalam kreativitas, mengenal budaya dan sosial antar sesama,” kata Sujaka, Sabtu (27/5/2023).
Wayan Sujaka mengungkapkan, peserta juga akan lebih menjunjung kerjasama, gotong royong karena dalam kegiatan ini tidak sendirian melainkan kerja kelompok.
“Kami harapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan solidaritas sebagai generasi penerang perjuangan bangsa,” harapnya.
Sementara Ketua Panitia Pesta Siaga, Ngurah Ketut Sukadana menambahkan, tujuan kegiatan ini untuk menanamkan, meningkatkan wawasan kebangsaan. Untuk memupuk rasa persaudaraan, nasionalisme dan profesionalisme sebagai generasi bangsa.
“Ini juga untuk membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, disiplin dan siap meneruskan nilai nilai perjuangan. Kemudian ini untuk melatih mental, jasmani, rohani generasi milenial yang beriman dan tangguh,” imbuhnya.
Ngurah Ketut Sukadana mengatakan, kegiatan yang menggunakan anggaran dana sekolah itu bisa berjalan karena adanya semangat dari para pembina dan dukungan dari para orang tua siswa.
“Di zaman digitalisasi ini para guru dan orang tua harus memantau perkembangan anak dan membentuk karakter mereka. Dengan kegiatan ini, para siswa memiliki mental yang kuat dan berperilaku baik. Jangan sampai mereka terkena pengaruh buruk. Seperti tawuran dan mengkonsumsi miras serta narkoba,” tutupnya. (ann)