Di Tengah Globalisasi, Kesakralan Air Dalam Subak Dinilai Menurun

TABANAN – Pantaubali.com – Dinilai menurun kesakralan air dalam Subak saat ini.Hal dikarenakan, kesadaran masyarakat untuk menjaganya ikut menurun.Kondisi tersebut dapat dilihat adanya menumpukan sampah di saluran irigasi saat ini, yang akhirnya berdampak pada pencemaran aliran air masuk ke areal Subak juga,itu disampaikan, Kepala UPTD Museum Subak Kabupaten Tabanan,Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani,Senin,(24/5) di Tabanan.

Baca Juga:  Pencarian Hari Ke-6, Lansia Hilang di Tabanan Belum Ditemukan

“Di tengah globalisasi kesakralan dari air mulai luntur jika dilihat kesakralan hanya terlihat saat adanya upacara-upacara adat saja.Coba dilihat khsusnya di saluran-saluran irigasi banyak sampah menumpuk,”jelasnya.

Melihat hal tersebut maka,Museum Subak khususnya ingin membangkitkan kembali bahwasanya betapa berharganya dan sakralnya air tersebut.Serta ingin mengingatkan kembali ke tengah masyarakat,bahwa sangat berharganya air tersebut bagi kelangsungan hidup manusia.

Baca Juga:  Jadwal Persembahyangan Kabupaten dan Kota Selama Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh

“Nenek moyang terdahulu telah memikirkan tentang pentingnya kebersihan khususnya disaluran irigasi.Air di masyarakat Subak sebenarnya sangat Sakral, bahkan sebenarnya di Lontar-lontar Bali telah tertulis mulai dari, tidak boleh membuang kotoran bahkan meludah pun tidak boleh ke air,” paparnya.

Jika saluran irigasi penuh dengan sampah, siapa mau melihat.Apalagi dalam hal ini Bali umumnya bertumpu pada sektor Pariwisata.