Ini,Keluh Kesah Peziarah di Taman Pujaan Bangsa Margarana

TABANAN – Pantaubali.com -Memperingati Hari Puputan Margarana ke-74 Tahun 2020 pelaksanaan ziarah dan tabur bunga menjadi kegiatan rutin dilaksanakan di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan, kali ini dilaksanakan pada Jumat (20/11).

Memang pelaksanaan kegiatan saat ini bisa dikatakan sangat berbeda dari sebelumnya dikarenakan, peringatan Hari Puputan Margarana di 2020 dilaksanakan secara sederhana di tengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian tidak pernah menyurutkan sanak keluarga para pejuang untuk datang melakukan ziarah.

Seperti halnya disampaikan salah satu peziarah,Ni Wayan Candri asal Klaci,Dauh Puri,Marge,Tabanan.Yang menurut dirinya setiap tahun pasti melakukan ziarah dimakam Ayahnya yang menurut Perempuan 70 tahun ini tidak pernah mengetahui raut wajah sang Ayah.
Hal tersebut disebabkan karena,Ayahnya telah gugur dalam medan perang sejak nenek 5 cucu tersebut berumur 9 tahun.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Bersama Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Kantor Desa Kesiut dan Ngenteg Linggih Desa Adat Wanasari

“Sama sekali saya tidak mengebal mukak Bapak saya.Foto beliaupun tidak punya saya,”terangnya.

Selanjutnya peziarah lainnya I Guti Ayu Putu Sutari juga menyampaikan hal yang sama, tidak pernah lupa untuk melakukan Ziarah ke Taman Pujaan Bangsa Margarana guna memperingati Hari Puputan Margarana.Dirinya mengaku dalam berziarah dirinya selalu mengajak turut serta anak dan cucunya.

Baca Juga:  34 Narapidana Lapas Tabanan Dapat Remisi Idul Fitri

“Tetap setiap kesini saya mengajak anak dan cucu saya,” tuturnya.

Sembari Dirinya menambahkan, tidak pernah mengetahui sosok atau wajah sang Kakek dikarenakan, saat itu dirinya mesih sangat kecil.

“Tidak tau saya wajah beliaunya (kakek) saat itu,dan hanya mengetahui dari foto yang masih tersisa sampai saat ini saja,” tutupnya.